KISAH KAMI.

KISAH KAMI.
Fuller Vs Yuna.


__ADS_3

Mereka semua menatap Brian.


Yuna terharu dan juga bahagia, Bayu memegang tangan Jamia mereka juga tersenyum bahagia.


"Kami akan memikirkannya" Jawab Jack datar.


Yuna dan kedua temannya terkejut, Marina dan kedua adik Jamia juga terkejut.


Keluarga Jamia juga tampak santai dengan jawaban Jack, sedangkan keluarga Bayu telihat canggung.


"Dadd"


Yuna dan Jamia menatap Jack.


"Baiklah, terima kasih"


Brian menatap tajam Fuller.


Jack berdiri.


"Baiklah waktunya kita kemb.... "


Yuna berdiri.


"Tunggu Dadd"


Marina menatap Yuna.


Yuna menatap Jack.


"Aku tidak terima dengan jawaban mu Dadd"


Yuna melihat Kakek nenek Jamia.


"Maaf jika Yuna terlalu ikut campur, Kakek, nenek"


Kakek nenek Jamia terkejut dengan panggilan Yuna pada mereka.


"Tapi, Yuna sungguh tidak terima dengan jawaban yang tidak memuaskan ini"


Yuna tampak kesal.


"Kami juga tidak menerimanya" Jamia berdiri


Jamia menatap Jack


"Apa kalian tau, kami berlatih selama sebulan untuk ini. Cara bicara dan cara bertindak dewasa dan tegas agar bisa memuaskan kalian"


"Jamia" Panggil Jack.


"Teman-teman ku, perjuangan mereka untuk ini. Mereka pasti sedang menunggu dengan gugup di rumah" Jamia menatap Jack dengan mata berkaca-kaca dan tangannya memegang erat tangan Bayu.


"Kakek, nenek, Ayah aku tidak pernah minta apa-apa pada kalian, jadi ini... "

__ADS_1


"Cukup JK" Bayu menenangkan Jamia.


"Apa kau puas tuan Fuller Elean"


Yuna menatap dingin Fuller.


Mereka semua terkejut.


"Karena kecerobohan mu, kau mengagalkan hasil yang memuaskan yang ingin kami dengar"


Bayu menatap tajam Fuller, Jamia memeluk Bayu.


"Kakek nenek, Dadd jika kalian khawatir dengan pria ini, tenang saja. Lihat ayah Bayu saja tidak ikut campur urusan Bayu, dia berjuang sendiri untuk mendapatkan kekuatannya"


Brian menatap Yuna sambil tersenyum.


"Ah dan.. "


Plak.. Yuna memukul meja lalu menatap Fuller dengan dingin.


Mereka semua terkejut.


"Seperti yang Bayu katakan"


"Kau tidak cocok dengan ku orang tua" (B.Jerman).


Bayu dan Jamia terkejut.


"Dasar kurang ajar,ini keterlaluan"(B.Jerman)


Yuna mundur lalu melihat Jack.


"Dia bilang apa?" Yuna bingung.


"Yuna belum belajar sampai di situ, soalnya" Senyum canggung.


Mereka semua tertawa.


Suana yang tegang pun jadi sedikit santai.


"Kamu berani juga nak"


Jason melihat Yuna.


"Ah, itu karena saya emosi kakek"


Jason tersenyum.


Fuller menatap Yuna.


"Apa kau tatap-tatap, mau ku colok mata kau" Yuna kesal.


"Yuna, bgaimna pun dia masih adikku" Brian melihat Yuna.

__ADS_1


Yuna menunduk "Maafkan aku paman dan kedua bibi Bayu, tapi saudara kalian itu benar-benar menyebalkan"


"Kau benar dia memang menyebalkan" Grace menatap Fuller dengan jijik


"Kau... " Fuller menatap tajam Grace


"Hentikan kalian berdua" Brian menatap tajam kedua adiknya.


Belinda dan keluarga Bayu lainnya melihat Yuna sambil tersenyum puas, begitu juga dengan keluarga Jamia.


"Baiklah, Aku Jack Ara Valuenz merestui hubungan JK dan Bayu sampai mereka menikah nanti"


Jack melihat Jamia dan Bayu


"Kami berdua juga setuju" Nenek Jamia Lydia Kenzi Valuenz memegang tangan kakek Jamia sambil tersenyum.


Jason yang merasakan tangannya di pegang erat oleh nenek Jamia seperti kode, Jason pun merestui.


Marina langsung berdiri dan memeluk Bayu dan Jamia.


"Selamat, usaha kalian tidak sia²"


Marina menangis, Bayu dan Jamia juga menangis sambil memeluk Marina.


Yuna tersenyum


"Kenapa muka mereka kembar?" Yuna mundur kebelakang.


Tak... Jack menangkap Yuna yang jatuh pingsan.


"Yuna.. Yuna..Yuna" Jack membangunkan Yuna.


...****************...


Rumah sakit.


Yuna bangun.


"Sakit" Yuna memegang kepala.


Yuna melihat sekitar "Rumah sakit? Apa aku tertembak lagi?" Memegang dadanya.


"Kau sudah bangun" Fuller mendekati Yuna.


Yuna terkejut "Tetap di tempat mu" Panik.


"Tenang saja, aku tidak akan melakukan apa-apa. Apa aku terlihat jahat di matamu?"


Yuna melihat tempat lain "Iya"


"Maaf"


Fuller menatap Yuna, Yuna mundur.

__ADS_1


__ADS_2