KISAH KAMI.

KISAH KAMI.
Restoran.


__ADS_3

Mereka kembali duduk, mereka memulainya dengan makan setelah itu menu di ganti dengan makanan ringan pencuci mulut.


"Baiklah mari kita mulai" Jack melihat Bayu dan Jamia.


Yuna melihat kedua temannya dengan gugup.


"Kumohon kalian berdua jangan gugup" Pikir Yuna.


Bayu melihat Jamia dengan lembut lalu tersenyum, Jamia juga melihat Bayu dan tersenyum.


Mereka berdua saling berpengangan tangan dan itu di lihat nenek Jamia, dia hanya diam sambil tersenyum.


"Bagus, lanjutkan" Pikir Yuna sambil melihat Bayu dan Jamia.


"We can do it" Bisik Jamia pada Bayu.


Bayu mengangguk.


Bayu melihat keluarga Jamia.


"Tolong izinkan saya, menjalani hubungan dengan Jamia"


"Sampai kapan?" Tanya Jack.


Yuna dan kedua temannya terkejut.


Yuna menatap Jack sambil mengerutkan alisnya.


"Sampai kami menikah"


Yuna dan Jamia terkejut, mereka berdua melihat Bayu.


Bayu melihat Jamia lalu tersenyum.


Bayu memegang tangan Jamia, lalu membawa Jamia tepat di depan semua orang.


Bayu berlutut di depan Jamia.


Bayu mengeluarkan sesuatu dari kantung kemejanya.


Bayu membuka sebuah kotak kecil yang berisi cincin.


"Will you marry me?"


Semua orang terkejut termasuk Yuna dan Jamia.


Yuna melihat ke atas, karena air matanya mau jatuh.


"Perasaan ngk ada rencana ini, bangsat lu Bay" Pikir Yuna.

__ADS_1


Jamia melihat Bayu, air mata Jamia jatuh.


Marina juga menangis.


Brian tersenyum.


"Jamia Ara Kenzi Valuenz, Will you marry me?"


Bayu menatap JamiaJamia yang sedang menangis, Bayu juga ikut menangis.


Jamia mengangguk.


Yuna melihat kedua temannya itu pun menangis.


Jessi meberikan tisu pada Yuna, Jack memberikan sapu tangannya untuk Marina.


Mereka semua terharu.


"Anak yang selalu diam, dan bertindak sendiri tanpa meminta bantuan dari keluarganya" Pikir Belinda yang melihat Bayu.


Bayu memasangkan cincin di jari Jamia.


"Huaaaaaa" Yuna menangis.


Mereka semua terkejut.


"Perasaan ngk ada rencana kita untuk ngelamar"


Bayu memeluk Yuna "Ini rencana para pria"


Mereka semua terkejut melihat Bayu yang memeluk Yuna, mereka melihat Jamia yang tampak biasa aja.


Jamia menghampiri Yuna "Tau, gw aja kaget"


Jamia melihat Yuna "Jangan nangis, nanti make up nya luntur" Menghapus air mata Yuna pelan.


"Aku juga beb" Bayu melihat Jamia.


Mereka bertiga tertawa.


"Ekhemm" Dehem Jack.


Mereka bertiga melihat Jack, mereka kembali ke tempat duduk mereka.


Yuna menunduk sambil menghapus air matanya, begitu juga dengan kedua temannya.


"Bagaimana Jack?" Tanya Brian.


"Sungguh tak terduga"

__ADS_1


"Benar, aku tidak menyangka anakku akan seberani itu" Brian melihat Bayu.


Bayu melihat Brian, Jamia dan Yuna menatap Bayu sambil tersenyum bangga.


"Benar" Belinda melihat Bayu.


"Lalu kalian bertiga kapan?" Tanya Belinda pada ketiga sepupu Bayu.


"Ayolah bibi, paman Fuller aja belum menikah" Jawab Reza.


Erik dan Ronald mengangguk.


"Hey, kenapa kau malah membahasku!!"


"Karena di sini paman yang lebih tua dan belum menikah" Jawab Ronald.


Mereka semua tertawa kecil.


"Hey, Grace dan Brian juga belum menikah"


"Tapi paman Brian sudah pernah menikah dan anaknya sebentar lagi juga akan menikah sedangkan bibi, dia adikmu jadi sebelum adik menikah kakaknya yang harus duluan menikah" Jawab Reza.


"Apa!?"


Fuller melihat Yuna.


"Alihkan pandanganmu dari dia paman" Bayu menatap tajam Fuller


Fuller tersenyum.


"Bukannya tinggal dia yang belum mempunyai pasangan"


"Kau bercanda, kami bertiga belas. 5 perempuan dan 8 laki-laki menurut mu apa dia tidak punya pasangan dan juga kau tidak akan cocok dengannya"


Fuller mengerutkan alisnya.


[PS: Bayu dan Fuller memakai B. Jerman]


Yuna pura-pura tidak paham , sedangkan suana menjadi canggung dan suram.


"Mom, apa terjadi sesuatu?" Bisik Yuna pada Marina.


Marina tersenyum "tidak Yuna, mereka sedang membicarakan soal keluarga"


"Oohh" Yuna mengangguk.


"Sudah hentikan" Brian menatap Fuller.


Fuller memalingkan wajahnya.

__ADS_1


"Jadi Jack, Marina, Mr, Valuenz dan Mrs, Valuenz sebagai ayah Bayu dan sebagai kepala keluarga Elean, aku mau melamar anakmu untuk menjadi istri anakku di masa depan nanti"


[PS: memakai B. Inggris]


__ADS_2