
Setelah selesai makan mereka berempat tidak banyak bicara,makanan mereka berempat pun tidak habis di makan.
Mereka keluar dari kantin.
Yuna dan Ayu berjalan bersama,di sebalah Ayu ada Jamia lalu Bayu.
Jamia melihat ke arah Bayu "You no wanna say something!?" Bisik Jamia pada Bayu sambil melirik ke arah Yuna, memberi isyarat pada Bayu.
Bayu terdiam sambil melihat ke arah Jamia.
Bayu menghembuskan nafas kasarnya.
Brr(Getar ponsel Yuna).
Yuna melihat ponselnya "Al!!" Pikir Yuna.
"Eee...." Kata Yuna canggung.
Mereka bertiga melihat ke arah Yuna.
"Aku angkat telfon dulu" Kata Yuna canggung sambil menunjukkan ponselnya.
Mereka bertiga mengangguk sambil tersenyum canggung.
Saat Yuna mau pergi mengangkat telfonnya tiba-tiba.
"Yun" Pangil Bayu.
Yuna melihat ke arah Bayu.
"I am sorry" Lanjut Bayu.
Bayu merasa sangat bersalah, gara-gara cara bercandanya tadi membuat mereka berempat menjadi canggung.
Yuna menghembuskan nafas kasarnya lalu menendang paha Bayu.
"Ahk" Jerit Bayu,Bayu menatap Yuna.
Ayu dan Jamia terkejut
"Bersyukurlah Aku tidak menendang yang itu(Tulang kering)" Kata Yuna yang masih kesal.
"What!!" Jawab Bayu terkejut.
"Oh God" Kata Ayu dan Jamia bersamaan.
Pikiran Mereka bertiga berbeda dengan pikiran Yuna.
"What!!" Kata Yuna sambil menatap Bayu
"Kamu ingin aku menendang di situ" Kata Yuna.
"Oh, noo" Jawab Bayu sambil menutup miliknya (18+)
"Yunaaa noo" Kata Ayu dan Jamia bersamaan.
Yuna melihat ke arah Bayu,dan kedua temannya bingung.
"What?" Tanya Yuna juga bingung.
Yuna melihat ke arah Bayu yang sedang menutup miliknya(18+) dan wajah Ayu dan Jamia tampak khawatir.
Yuna pun tertawa.
...****************...
Di saat yang sama.
Ruang rekaman milik Kadi.
Kadi sedang bermain gitar bersama pamannya.
"Dia(Yuna) tidak mengangkat telfon ku!" Pikir Kadi.
Paman Kadi yang melihat Kadi yang fokus pada ponselnya.
"Siapa?" Tanya Paman Kadi.
"Ah.. My friend" Jawab Kadi sambil mematikan ponselnya.
Paman Kadi melihat ke arah Kadi. Kadi melihat ke arah pamannya yang menatapnya dengan curiga.
"What!!" Tanya Kadi.
__ADS_1
"Nothing" Jawab Paman Kadi sambil tersenyum kecil.
"She is really my friend" Kata Kadi lagi menjelaskan.
"Okay, Paman juga tidak mengatakan apa-apa" Lanjut Paman Kadi.
"But uncle's face says it all" Jawab Kadi.
"What" Jawab Paman Kadi, sambil tersenyum kecil.
Kadi menggelengkan kepalanya yang juga ikut tersenyum.
Kadi dan Pamannya melanjutkan bermain gitar.
...****************...
Yuna melihat ke Bayu.
"Maksudku bukan itu" kata Yuna yang masih tertawa.
"Ha!!" Kata Bayu bingung.
Yuna melihat ke arah Jamia dan Ayu.
"Jangan bilang, kalian berdua juga berfikir aku akan menendang bagian itu(18+)" Kata Yuna sambil menujuk bagian yang di sembunyikan Bayu.
Jamia dan Ayu terdiam sambil memalingkan wajahnya.
"Ya gk usah di tunjuk juga" Kata Bayu kesal.
Yuna dengan cepat menarik tangannya lalu tertawa.
"Sorry" Jawab Yuna sambil memegang tangannya.
Bayu memperbaiki celananya dan cara berdirinya.
Yuna lanjut tertawa.
"Aduh perut ku sakit" Kata Yuna yang masih tertawa kecil.
Mereka bertiga melihat ke arah Yuna, mereka pun ikut tertawa.
Tiba-tiba
Jamia dan Ayu terkejut sambil melihat ke arah Bayu
Yuna menendang tulang kering Bayu, sambil menatap Bayu dengan dingin, tapi mereka tidak memperhatikan ekspresi Yuna,pandangan kedua temannya hanya tertuju pada Bayu yang sedang kesakitan.
Yuna menepuk-nepuk kepala Bayu pelan "Jangan ulangi lagi ya, tadi aku malu banget tau dan aku sangat kesal" Kata Yuna pelan sambil memasang ekspresi cemberut.
Bayu menatap Yuna sambil memegang kakinya.
"Maaf" Kata Bayu.
Yuna tersenyum sambil mengangguk pelan, Bayu pun ikut tersenyum sambil menahan sakit.
Ayu dan Jamia melihat mereka berdua pun ikut tersenyum terharu.
Bayu pun berdiri di bantu oleh Yuna, Bayu dan Yuna saling berhadapan lalu tersenyum.
"Mau nangis" Bisik Ayu pada Jamia.
Jamia tertawa kecil mendengar apa yang di katakan Ayu.
Ayu pun menghampiri Yuna, sambil menarik tangan Jamia.
Ayu dan Jamia memeluk Yuna, Yuna tersenyum lalu membalas memeluk mereka berdua.
Mereka bertiga saling berpelukan.
"Ikut" Kata Bayu.
"Mau ku tendang lagi" Jawab Yuna.
Bayu mundur beberapa langkah kebelakang.
"Ngk, bercanda" Jawab Bayu.
"Jahat kau" Kata Bayu cemberut.
Ayu dan Jamia tertawa kecil mendengar pertengkaran mereka berdua.
Bayu melihat ke arah mereka bertiga "like a Teletabis" Lanjut Bayu lagi sambil tertawa kecil.
__ADS_1
Mereka bertiga saling memandang, mereka pun tertawa di ikuti oleh Bayu.
Aris dan Anif memperhatikan mereka dari kelas mereka sambil tersenyum.
"Hahh" Anif menghembuskan nafas kasarnya
Aris melihat ke arah Ayu dan teman-temannya yang sedang tertawa.
"Sudah lama aku tidak melihatnya(Ayu) tertawa seriang itu" Pikir Aris.
Mereka berdua menghembuskan nafas kasar bersamaan.
Mereka berdua pun saling memandang, lalu mereka menundukkan kepala, mereka berdua melihat ke arah Ayu lagi.
Yuna dan Bayu menyadari ada seseorang yang memperhatikan mereka.
Yuna pun berbalik sedikit melihat ke arah orang yang melihat ke arah mereka.
"Ahh..!!" Yuna melihat ke arah Ayu yang di ikuti oleh Bayu.
"Aku sangat penasaran dengan ceritanya" Pikir Yuna sambil melihat ke arah Ayu.
Yuna melihat ke arah Bayu sambil memiringkan kepalanya sedikit, Bayu hanya mengangkat kedua bahunya.
Mereka pun pulang.
Kamar Jamia.
Jamia melempar tasnya di atas tempat tidur, lalu dia membaringkan tubuhnya.
Jamia senyum-senyum sendiri mengingat apa yang terjadi tadi, Jamia sampai tidak menyadari Ibunya masuk di dalam kamarnya.
Ibu Jamia melihat Jamia yang senyum-senyum sendiri pun tertawa kecil.
"Can i see him?" Tanya Ibu Jamia.
Jakia terkejut dan langsung bangun, Jamia melihat Ibunya yang sedang duduk di kursi belajarnya.
"Mom!!" Kata Jamia.
"Yes" Jawab Ibu Jamia sambil tersenyum
"When did you come in??" Tanya Jamia.
Ibu Jamia tersenyum, lalu berdiri menghampiri Jamia.
"You didn't notice when your mother came in" Kata Ibu Jamia sambi tersenyum.
Ibu Jamia mendekatkan wajahnya pada wajah Jamia.
"Who is he? that makes you this happy" Tanya Ibu Jamia.
Jamia berdiri menuju ke lemarinya, lalu berbalik melihat ke arah Ibunya.
"Not him... But Them" Jawab Jamia.
"Them!!" Lanjut Ibu Jamia sedikit terkejut.
"Hmm.. They" Jawab Jamia sambil mengingat kebersamaan dia dengan ketiga teman barunya.
Jamia tertawa kecil mengingat itu, tiba-tiba Bayu muncul di ingatan Jamia sampai membuatnya terkejut.
Ibu Jamia melihat itu pun tersenyum.
"Kamu sudah mempunyai teman?" Tanya Ibu Jamia lagi.
Jamia mengeluarkan pakaian yang akan dia kenakan selesai mandi, Jamia menutup lemarinya.
Lalu berbalik menuju ke arah kamar mandi.
"Hmm" Jawab Jamia sambil tersenyum.
"Can I see them?" Tanya Ibu Jamia.
Jamia berbalik melihat ke arah Ibunya.
"Nanti" Jawa Jamia.
"Aku mandi dulu" Lanjut Jamia.
Jamia masuk ke dalam kamar mandi.
Ibu Jamia hanya tersenyum melihat tingkah anaknya yang malu-malu.
__ADS_1
Ibu Jamia pun keluar dari kamar Jamia sambil tertawa kecil, sampai di ruang makan pun Ibu Jamia masih tertawa karena bahagia.