
1 Jam kemudian.
Ayu dan lainnya duluan pergi, Yuna dan lainnya sudah masuk mobil.
Kadi "Lu ngapain berdiri di situ?" Bingung.
Jamia "Yuna ngk nyebut nama gw" Senyum.
Yuna "Ngk lucu" Datar.
Mereka menahan tawa.
Jamia "Iii, ngk mau. Gw ngk suka sama dia"
Yuna "Dia juga ngk suka sama elu, benci malah" Kesal.
Jamia terdiam sedangkan teman²nya tertawa.
Jamia "Jahat banget sih" Cerutu.
Yuna "Masuk" Tegas.
Yuna mengirim pesan pada Marina jika mereka sedang dalam perjalanan menuju ke rumah.
Jamia masih berdiri di luar mobil.
Eka "Sana masuk" Dorong pelan.
Fredik "Masuk sono" Dorong kuat sampai Jamia masuk ke dalam mobil, Fredik langsung menutup pintu mobil.
Mereka tertawa.
Eka "Hati² di jalan"
Reky "Jangan lupa, pulau bawa oleh²"
Mereka tertawa.
Jamia "Huftt" Sedikit kesal.
Bayu memegang tangan Jamia.
Bayu "Tenang, kita kan ada" Hibur Jamia.
Felix "Jangan khawatir ada Yuna" Senyum.
Yuna menatap Felix tajam, mereka tertawa.
Arya " Jika terjadi keributan tenang, Al bawa senjata" Senyum.
Felix "Anjirr" Kaget.
Mereka semua tertawa, rasa khawatir Jamia pun menghilang.
...****************...
Depan pintu rumah Ayu.
"Hufttt" Gita, Aris, Anif gugup.
Ayu "Kalian baik² saja" Khawatir.
"Ha?" Mereka kaget.
Gita "Agak gugup" Gelisah.
Ayu memegang tangan Gita lalu tersenyum.
Ayu "(Yuna)" Khawatir.
Aris "Huftt, Ayo"
Mereka tertawa kecil.
Aris "Assalamualaikum"
Anif mengetuk pintu.
Sri "Walaikumsalam" Membuka pintu.
Mereka kaget.
__ADS_1
Sri "Oh, Bu.. Ayu dan teman-temannya sudah datang" senyum.
Ketiga teman Ayu tegang, Ayu tertawa kecil.
...****************...
Rumah Jamia.
Marina langsung keluar saat mendengar suara mobil,Jessi dan Julio ikut.
Teman-teman Jamia turun dari mobil dan melihat Marina dengan senyuman.
Jamia melihat Ibunya yang menyebut mereka dengan senyuman indah dan hangat, Jamia berlari kecil ke arah Ibunya, lalu memeluk ibunya dengan erat.
Marina membalas pelukan Jamia dengan senyuman juga air mata yang jatuh.
Jack keluar.
Yuna yang ada di belakang Jamia, menghapus air mata Marina.
Jessi, Julio dan Jack terpana melihat Jamia memeluk ibunya dengan erat sambil menangis.
Jamia "Kenapa, Ibu menerima mereka tinggal di sini" memeluk erat.
Mereka semua terkejut, Jack dan kedua anaknya hanya diam karena tidak paham.
Jack melihat bodyguard nya.
Jack "What her say?"
Bodyguard nya takut menjawab.
Jamia "Mereka tidak ada hubungannya dengan kita" Menangis.
Marina menangis.
Teman-teman Jamia menunduk.
Karena takut menjawab, bodyguard memberikan earphones penerjemah pada Jack.
Jamia "Aku saja yang mempunyai hubungan darah dengan mereka aja kesal, marah benci melihat mereka"
Mereka semua terkejut.
Yuna "JK"
Marina "Ini terakhir kalinya aku mendengar kata itu darimu JK" Tegas.
Jamia "Tapi yang aku bilang... "
Marina "Cukup"
Jack menundukkan kepalanya, Jessi dan Julio melihat Ayahnya bingung tapi melihat ekspresi Jack, Jessi mulai paham.
Jessi "If you hate me so much, I will go"
Mereka semua melihat Jessi.
Jamia "That's good, go away" Kesal.
Marina "Jamia" Marah.
Yuna "JK"
Jessi berbalik pergi.
Yuna "Jessi wait" Melihat Jessi.
Jamia "Yunaa" Kaget.
Yuna melihat Jamia, Jessi berbalik melihat Yuna.
Teman-temannya khawatir.
Yuna "Kita kesini, mau menyelesaikan masalah bukan nambah masalah" kesal.
Jamia "Gw ngk suka sama dia" Kesal.
Yuna "Gw tau, ngk perlu lu bilang" Mulai kesal "Hargai pengorbanan ibu lu" (B.Arab)
Jamia terdiam.
__ADS_1
Jack kaget.
Bayu memegang pundak Jamia.
Bayu "Benar JK, Aku aja ampe iri sama kamu karena punya ibu yang begitu baik, menerima anak dari selingkuhan ayahmu"(B.Arab)
Karena memakai earphones terjemahan, Jack mengerti apa yang di bicarakan teman² Jamia.
Jack "(Mereka memakai bahasa Arab!!)"
Jamia "Tapi.. " (B.Arab)
Yuna "And you" Melihat Jessi
Yuna "You should be sorry"
Jessi "What!" Kaget.
Yuna "And Huftt.. Why you don't like JK?" Menatap Jessi.
Mereka semua kaget.
Yuna "We only listen to JK, now we listen to Jessi"
Jessi "I envy her" Menunduk.
Yuna "Me too" Mengangguk.
Melihat Yuna.
Yuna "But I'm jealous of finances, not affection" Senyum.
Mereka menahan tawa.
Jessi "I envy all" Menatap Jamia.
Jessi "Having a good mother, a good environment, many friends and a father..." Mata berkaca-kaca.
Yuna "You don't have friends?"
Jessi "Have but... " Melihat teman Jamia.
Yuna "Understand" Potong Yuna.
Jessi melihat Yuna.
Teman-teman Jamia tersenyum.
Yuna mendekati Jessi.
Yuna "Can we eat first, I'm hungry"
Teman-teman "Yunaaaa" kesal.
Yuna "Just kidding, but its true" lapar.
Teman-teman Yuna menggelengkan kepala.
Orang tua Jamia dan bodyguard tertawa kecil.
Yuna "I can only give advice but all decisions are up to your old sister, because of that house, one person won't allow it, everyone won't allow it especially if there's a problem" Memegang bahu Jessi
Yuna "And the funny thing is that after a year of our friendship with JK, we know he is the first child of Mr. Valuenz" Tertawa kecil.
"Ha?" Keluarga Jamia kaget lalu menatap Jamia, Jamia memalingkan wajahnya.
Yuna "JK does not use his uncle's surname, he lives under his name, not his father's"
Semua orang kaget kecuali teman² Jamia dan ibunya.
Jack "You know it?" Menatap Marina.
Marina "Yes i know" Menatap Jack. "while in Japan, JK didn't use your surname either"
Jack "What!!!" Kaget.
Yuna "Now you understand, how JK have a good friend's" menatap Jessi lembut.
Jessi melihat Jamia dan teman-temannya tersenyum.
Jessi mengangguk.
__ADS_1
Yuna dan teman-temannya tersenyum.