
Yuna menutup mata.
"Hufttt" Membuka mata
"Kami memang memiliki sedikit kesalahpahaman, tapi itu tidak bisa di salahkan semua pada Bayu" Melihat Jack.
Jack mengerutkan alisnya.
"Seharusnya seseorang dari keluarga Valuenz or Karel memberitahu keluarga, tidak maksud Yuna pada Bayu tentang kecelakaan itu" Menatap Jack.
"Dia adalah kepala keluarga, seharusnya dia tau dan jika dia tidak tau seharusnya dia mencari tau bukan hanya menuduh tanpa tau apa yang terjadi(B.Inggris)" Jack kesal.
Yuna terdiam "(Iya juga sih) Katanya dia sudah mencari tau tapi..." Melihat Jack
"Tidak lengkap" Pelan.
Jack menatap Yuna "He should have asked"
"Bertanya pada siapa Dadd?"
"You are friends with Karel son" Tatap.
"Me, Not Him" Tatap.
Bodyguard menatap Yuna dengan takjub "(her dared to stare and answered the boss)"
"That's it"
"No Dadd, saat itu Al dan Bayu ngk saling kenal dan Bayu ngk tau apa-apa tentang Al,begitu juga sebaliknya"
Jack memalingkan wajahnya, Yuna mendekati Jack lalu memegang tangan Jack.
"Her love Him Dadd" Yuna menatap Jack.
"I know"
"What" Yuna melepaskan tangan Jack dengan melempar.
"Ahk" Jack melihat tangannya lalu menatap Yuna.
"You know it, but you" Yuna menatap Jack dengan kesal.
Jack mengalihkan pandangannya, Yuna melihat itu pun kesal.
"Aku akan mengadukan Dadd pada Mom" Tatap.
Jack terkejut "Hey, what i do?" Tatap.
"Daddy bersikap kekanakan pada kami, dan juga menentang hubungan JK dan Bayu hanya karena masalah sepele itu pun sudah selesai beberapa tahun yang lalu" Tatap.
Kedua bodyguard tertawa (mereka juga memakai earphone)
"Hey.. Hey i am a father" Tatap.
"Dia juga seorang ibu, apa" Tatap.
Barley terkejut melihat Yuna yang berani menentang majikannya.
Jack menatap Yuna dengan kesal.
"Dan.. "
Yuna mendekati Jack, lalu berbisik.
"Jika aku bilang pada mom, pernikahan kalian tidak akan berlangsung" Senyum.
Jack terkejut.
"How you know?"
Yuna berbalik
"Rahasia"
Yuna berlari masuk ke kamarnya.
"Yunaaaaaa" Teriak Jack kesal.
Yuna masuk ke dalam kamarnya sambil tertawa puas.
Barley dan bodyguard Jack tertawa kecil.
__ADS_1
...----------------...
Besoknya.
Setelah sarapan.
"Ayo jalan-jalan" Ayu bersemangat.
"Gw ngk ikut"
Mereka semua melihat Yuna.
"Kenapa?" Tanya Ayu sedih.
"JK dan Bayu juga ngk ikut" Lanjut Yuna.
"Hufttt... Iya kami betiga akan tinggal" Bayu melihat teman-tamnnya.
Ayu dan lainnya pun paham.
"Semangat bro" Felix menepuk pundak Bayu.
Bayu mengangguk.
Ayu menghampiri Jamia.
"Rileks ok" Senyum.
Jamia mengangguk.
Ayu dan Jamia berpelukan.
Brrrrr... Telfon Yuna bergetar.
Yuna berdiri dan menjauh dari teman-tamnnya.
"Hai Sist"
"Where you Yuna?" Tanya Eisha
"I'm... Seminggu lagi kami akan kesana"
"Really"
"Ok, ku tunggu"
"Kakak harus mengosongkan waktu kakak selama dua hari, bisa?"
Eisha diam.
"Akan ku usahakan"
"Terima kasih banyak kak"
Mereka memutuskan telfon.
"Haaaaaa" Yuna berjongkok.
Eka dan Kadi mendekati Yuna.
"Yunaa" Panggil Eka pelan.
"Apa ayahmu tampan?" Tanya Yuna tanpa melihat Eka.
"He?"
"Setidaknya jika dia marah nanti gw ngk takut karena dia tampan"
Eka dan Yuna tertawa.
"Tenang saja, bokap gw dan kak Eisha, kak Eisha lebih garang"
"Gimana dengan lu Al?"
"Itu... Bokap gw lebih garang dari saudara² gw, tapi dia ganteng kok"
Mereka tertawa lagi.
...----------------...
Malamnya.
__ADS_1
Yuna, Jamia dan Bayu di luar restoran mahal yang di sewa Jack.
"Hufttt... "
Mereka bertiga saling memandang, lalu tertawa.
"Aaaaa bisa gila gw, wait lu pada yang mau minta restu kenapa gw yang gugup" Yuna melihat kedua temannya.
"Hahaha" Jamia dan Bayu memeluk Yuna.
Keluarga Jamia dan Bayu melihat mereka dari monitor yang terhubung dengan cctv yang ada di luar restoran.
Mereka semua tertawa.
"Sebernya siapa anak itu?" (B.Jerman) Tanya nenek Jamia.
"Dia adalah ibu asuh JK" Jawab Marina senyum.
"Kau menikah lagi Jack?"(B.Belanda) Tanya kakek Jamia.
"No Dadd" Jawab Jack terkejut.
Mereka semua tertawa.
"Dia teman JK, MR. Valuenz" Jawab Marina.
"Mr!!" Jason Kenzi Valuenz(kakek Jamia) terkejut.
"Ya?" Marina bingung.
Jason memalingkan wajahnya.
Mereka semua tertawa kecil.
"Apa aku salah bicara?" Pikir Marina.
Marina melihat Jack yang menahan tawa.
Tok.. Tok.. Tok..
Bodyguard membuka pintu dengan kuat, mereka bertiga terkejut.
"Tidak bisa kah Anda pelan-pelan" Yuna menatap Bodyguard itu dengan kesal.
"Maaf"
Mereka terkejut.
"Orang Indonesia ya ternyata, lain kali pelan-pelan kak, jantung kami lagi tidak sehat hari ini"
"Maafkan saya"
"Hufttt"
Yuna melihat Bayu dan Jamia.
Yuna memperbaiki pakaian Bayu lalu menatapnya.
"Jangan takut, lu harus tegas dan terlihat berkharisma"
Bayu mengangguk.
Yuna melihat Jamia.
"Njir, gw mau nangis"
Yuna melihat ke atas "Hufttt"
Yuna menatap Jamia "Jika di gugup.. "
"Aku harus membantunya"
"Dengan... "
"Memegang tangannya dan tersenyum"
"Bagus"
Jamia dan Yuna tersenyum, Bayu melihat Yuna dan Jamia juga ikut tersenyum.
Mereka semua sudah latihan sebelum kemari, bagaimana cara menghadapi keluarga mereka dan bersikap baik juga tegas di hadapan keluarga mereka.
__ADS_1
"Sampai kapan kalian akan membuat kami menunggu?"(B.Inggris) Tanya Jack.
Mereka bertiga terkejut.