KISAH KAMI.

KISAH KAMI.
Memar Di tubuh Jamia


__ADS_3

Setelah selesai mandi, Jamia turun ke bawah menuju ruang makan.


Ruang makan.


Jamia pun duduk di depan ibunya.


Jamia melihat ke arah Ibunya.


"what's wrong with your eyes ma'am?" Tanya Jamia.


"What!! My eyes?!" Jawab Ibu Jamia terkejut.


"Ah, nothing" Lanjut Ibu Jamia sambil tersenyum.


Jamia hanya mengangguk.


"Ayo makan" Ajak Ibu Jamia.


"Ok" Jawab Jamia.


Jamia dan Ibunya pun makan bersama.


Ibu Jamia memperhatikan Jamia makan, melihat wajah Jamia sampai ke lengan Jamia.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pertengkaran terjadi, saat itu selesai ujian akhirakhir pelajaran di Jepang.


Jamia duduk di tempat duduknya sambil melihat ke arah jendela.


"Mereka di sini lagi" Pikir Jamia


Jamia melihat ke bawah jendela, bodyguard yang di suruh ayahnya sedang memperhatikannya dari


bawah.


"What do you do to them?"Tanya Aniko, salah satu teman kelas Jamia.


Jamia melihat ke arahnya.


"Apa lagi ini!?" Pikir Jamia.


"Ans me" Bentak Aniko.


Aniko mirai, salah satu murid berprestasi dan juga terpopuler di sekolah.


Teman-teman kelasnya mulai berbisik.


"Noisy" Jawab Jamia.


"What!!" Jawab Aniko sedikit terkejut.


Jamia berdiri sambil memukul meja dengan keras,membuat teman-teman kelasnya tekejut.


Aniko juga terkejut sampai dia mundur beberapa langkah kebelakang lalu jatuh akibat salah satu kakinya tersangkut di kaki kursi.


Jamia menatap Aniko dengan dingin.


"If you don't want to suffer the same fate as them, stay away from me" Kata Jamia dingin.


Jamia melihat ke arah teman-teman kelasnya yang lain.


Tiba-tiba ada yang menarik rambut Jamia, Jamia terkejut bodyguard yang melihat itu bergegas lari menuju ke arah Jamia.


Jamia menahan tangan yang menarik rambutnya, Jamia berputar mencekik orang yang menarik rambutnya, betapa terkejutnya Jamia, orang yang menarik rambutnya itu adalah orang yang selalu berbicara dengannya saat makan siang.


Jamia mencekik Meimei dengan kuat, lalu melemparnya dengan kuat.


Meimei teman sekelas Jamia, dia selalu menemani Jamia saat makan siang,bebicara dengan Jamia walaupun bahasa yang tidak di pahami satu sama lain terkadang mereka berdua memakai bahasa isyarat dengan gerakan tangan mereka.

__ADS_1


Mereka berdua hanya akan terlihat akrab saat di luar kelas tapi jika di dalam kelas mereka seperti tidak saling mengenal.


Meimei menjerit kesakitan dan lehernya berbekas cekikikan Jamia.


Saat Guru dan bodyguard ayahnya datang, mereka melihat Jamia yang duduk di atas meja sambil memperbaiki rambutnya.



Bibir kiri Jamia berdarah dan memar di bawah mata kanannya, lalu mereka melihat ke bawah ada 4 orang siswi yang pingsan dan 3 siswa sedang terbaring menahan sakit karna pukulan dan tendang Jamia.


Jamia pun di panggil di dalam ruangan guru, lalu temannya yang terluka di bawa ke UKS.


Saat dalam perjalanan ke ruang guru.


Jamia melihat ke arah bodyguard yang mengikutinya dari belakang


"Tell him(Father) to take care of this" Kata Jamia pada Bodyguardnya.


"The woman (Mother) is difficult to solve this" Pikir Jamia.


Ayah Jamia adalah pengusaha besar tapi Ayahnya lebih terkenal di dunia bawah,sebagai pemilik kasino terbesar di US, Ayahnya selalu berurusan dengan mafia dan juga geng-geng besar yang ada di berbagai benua.



"Ok miss" Jawab Bodyguardnya.


"Hufttt" Jamia menenangkan dirinya.


"Aku akan di omelin lagi" Pikir Jamia.


Di ruang guru.


Ibu Jamia datang, dia melihat ke arah Jamia.


"Apa yang terjadi pada wajahmu?" Tanya Ibu Jamia cemas.


Ibu Jamia duduk lalu melihat ke arah guru dan juga banyak orang tua murid yang ada di situ, menatapnya tidak suka.


Guru pun menjelaskan apa yang terjadi.


"What!!" Kata Ibu Jamia terkejut.


"What are you doing JK" Kata Ibu Jamia sambil melihat Jamia dengan marah.


Jamia memalingkan wajahnya.


Mereka menuju ke ruang UKS.


Ibu Jamia terkejut, sedikit tidak percaya jika ini perbuatan Jamia.


"Ini perbuatan mu?!" Tanya Ibu Jamia sambil melihat Jamia dengan marah.


Jamia hanya mengangkat kedua bahunya lalu berjalan pergi keluar dari ruang UKS.


Ibu Jamia melihat banyak siswa yang terluka, Ibu Jamia melihat ke arah orang tua murid, dia pun membungkuk untuk meminta maaf.


"Please forgive my daughter, I will take responsibility" Kata Ibu Jamia pada orang tua murid.


Salah satu guru mengartikan apa yang di katakan Ibu Jamia.


Salah satu orang tua murid menghampiri Ibu Jamia sambil memegang pundaknya.


"It's okay, it's normal for young people" Jawab Ibu Aniko tidak iklas.


"That's right" Lanjut orang tua murid lainnya,tidak iklas.


Guru hanya menganggukan kepalanya.


Selesai Ibu Jamia berbicara deng Guru dan Orang tua murid, mereka pun pulang.

__ADS_1


Sampai di rumahnya, Jamia bertengkar hebat dengan Ibunya.


Kamar Jamia.


Jamia menghapus make-upnya, terlihatlah memar di wajahnya.


Ini bukan pertama kalinya Jamia bertengkar dengan teman kelasnya, terkadang Jamia di tunggu di luar sekolah.


Saat mereka berantem, Jamia jarang membalas pukulan mereka Jamia hanya menghindar atau mendorong mereka menjauh darinya.


Besoknya orang yang mengajaknya berantem atau membullinya akan hilang satu per satu dengan alasan yang berbeda-beda. Entah itu sakit, kecelakaan, kebangkrutan ada yang sampai meninggal dan Jamia tau itu perbuatan siapa.


Jamia sedang mengobati lukanya.


Tiba-tiba Ibunya masuk.


"Did you tell this to him (Father)?" Tanya Ibu Jamia sambil menahan amarah.


"Yes i do" Jawab Jamia sambil mengobati lukanya.


Ibu Jamia terkejut sambil menahan untuk menangis.


"What!! Why?" Tanya Ibu Jamia.


Jamia terdiam, Jamia berhenti mengobati lukanya.


"Apa kau fikir aku tidak bisa menyelesaikannya" Lanjut Ibu Jamia.


"Apa kau fikir, dengan membungkuk meminta maaf pada mereka akan menyelesaikannya" Jawab Jamia


Ibu Jamia terdiam.


"Apa aku setidak bisa itu kah di andalkan?" Tanya Ibu Jamia.


"Bukan itu maksudku" Jawab Jamia


"Mereka itu manusia lic... " Lanjut Jamia.


"Lupakan" Potong Ibu Jamia putus asa.


"Aku tau, aku tidak sehebat dia(ayah), tidak sekuat dia, tidak seterkenal dia... " Lanjut Ibu Jamia.


"That's not what I meant Mom" Kata Jamia sambil berdiri berbalik melihat ke arah Ibunya mulai kesal.


Ibunya terkejut melihat wajah Jamia yang penuh memar.


Ibu Jamia menghampiri Jamia sambil memegang wajahnya pelan.


"Apa ini, perasaan tadi tidak separah ini" Kata Ibu Jamia.


Ibu Jamia terdiam sesaat, lalu membuka seragam Jamia, tapi Jamia menahannya.


"What you do?" Tanya Jamia sambil menahan tangan Ibunya.


Ibu Jamia menarik seragam Jamia sampai robek.


"Mom" Kata Jamia kaget.


Terlihat beberapa memar di tubuh Jamia.


Ibu Jamia menangis sambil memegang pelan memar yang ada di tubuh Jamia.


"Apa ini!!? Mereka yang membuatmu seperti ini?" Tanya Ibu Jamia.


"I'm fine Mom" Jawab Jamia.


Ibu Jamia melihat ke arahnya, Jamia memalingkan wajahnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2