KISAH KAMI.

KISAH KAMI.
WARNING End S#1


__ADS_3

Mereka semua saling memandang dan juga khawatir.


Anif "Bagaimana jika tidak ada orang di rumah?" Melihat Yuna.


Jamia "Ada pembantu'' Melihat Anif.


Felix " Bagaimana jika pembantunya sibuk?" Melihat Jamia.


Eka "Hanya untuk menemani sebentar, sepertinya itu tidak menjadi masalah dan pembantu di sini bukan hanya satu" Melihat Felix.


Reky "Bagaimana jika ada masalah penting?" Melihat Eka.


Yuna "Itu di izinkan tapi jika ada kebakaran atau lainnya yang bersangkutan dengan nyawa" Dingin.


Mereka semua diam.


Yuna "Gw ngk ngelarang kalian untuk bicara berdua, tapi harus di tempat yang terbuka jangan di ruang yang tertutup" Tegas.


Aris "Gw paham" Senyum.


Yuna "Terima Kasih" Senyum.


Yuna melihat Ayu yang masih diam, Yuna berjalan pergi masuk ke dalam lift.


Ayu "Bagaimana jika gw ngelawan peraturan itu" Menatap Yuna.


Mereka semua terkejut.


Yuna tersenyum "Sejujurnya itu peraturan, tapi larangan sepihak dari gw dan gw juga hanya ngingetin terserah mau di lakuin atau ngk" Senyum.


Pintu lift tertutup.


"Hufttt" Yuna melihat ke atas.


Eka "Lu terbaik" Melihat Yuna.


Yuna melihat Eka sambil tersenyum yang penuh kekhawatiran.


Gita, Jamia dan Ayu masih di lantai 3.


Anif " Yang di bilang Yuna itu benar Yu" Melihat Ayu.


Mereka semua melihat Ayu yang terlihat sedih.


Aris "Yu, kamu marah ya?" Memegang tangan Ayu.


Ayu "Ngk, aku hanya kesal" Sedih.


Reky "Karena?"


Ayu "Masa dia ngk bujuk gw sih, padahal gw lagi sedih" Kesal.


Gita "Siapa?"


Ayu "YUNA LAH SIAPA LAGI" Kesal.


Mereka semua tertawa.


Yuna dan Eka keluar lift.

__ADS_1


Yuna "Apa gw terlalu keras?" Khawatir.


Eka "Ngk kok, yang lu bilang benar. Udah ngk usah di pikiran, istirahat gih" Menepuk pelan pundak Yuna.


Yuna masuk kamar.


Eka mau ke dapur kecil mengambil air.


Gita "Ka, Yuna mana?"


Eka berpapasan dengan ketiga teman perempuannya yang baru sampai.


Eka "Udah istirahat" Melihat Ayu.


Ayu tersenyum tapi wajahnya murung.


Eka "Phuft... Are you ok?" Tertawa kecil.


Ayu "Ngk" Ketus.


Eka "Pfut" Tertawa kecil.


Jamia "Lu mau kemana?" Melihat Eka.


Eka "Gw mau ambil air minum, air di kamar gw habis" Melihat Jamia.


Jamia mengangguk.


Mereka pun berpisah mereka masuk ke kamar masing-masing.


...----------------...


Besoknya.


CANGGUNG.


Jamia "Ee, Yuna" Melihat Yuna.


Yuna "Hm" Makan.


Mereka saling memandang.


Jamia bingung harus bilang apa lagi.


Eka "Hari ini kita mau melakukan apa?" Melihat teman-temannya.


Arya "Ah, gimana kalo kita pergi ke.. " Semangat canggung.


Yuna "Gw ada urusan" Meletakkan sendok, lalu minum air.


Mereka semua terkejut.


Fredik "Uhuk.. uhuk" Kaget lalu melihat Yuna yang begitu tenang


Ayu " Lu marah ya" Melihat Yuna.


Yuna "(Tahan Yuna jangan tertawa) Huftt, karena apa?" Melihat Ayu.


Teman-temannya khawatir tapi tidak dengan Bayu yang terlihat tenang,sedangkan Ayu menahan untuk tidak menangis.

__ADS_1


Kadi "Gayss, come on" Khawatir.


Yuna berdiri.


Yuna "Gw akan pulang terlambat" Pergi.


Ayu menghalangi Yuna, Yuna kaget.


Ayu menatap tajam Yuna dengan mata berkaca-kaca.


Yuna "(Sial mukanya, huftt tahan) Ada apa?" Datar.


Bayu "Hentikan Yuna" Meletakkan sendoknya.


Bayu yang pekanya setara dengan Yuna, jadi dia tahu dengan cepat Yuna sedang mempermainkan teman-temannya.


Bayu menghampiri Yuna, dia melihat wajah teman-temannya yang terlihat khawatir dia pun ikut permainan Yuna, tapi mengingat kejadian saat mereka di kantin, Bayu pernah bercanda tentang daging Bab* berakhir tidak baik pada pertemanan mereka.


Bayu menatap tajam Yuna.


Yuna "Ah, tidak seru" Melihat Bayu.


Mereka semua bingung.


Bayu "Kita tidak beranggotakan 4 orang lagi, kita sekarang ada 13 orang" Menatap Yuna.


Eka "YUNAAAAAA" Teriak.


Mereka semua terkejut.


Yuna "Apa sih?" Kaget,Yuba menutupi telinganya lalu melihat Eka.


Eka "Ini masih pagi, ngk lucu anjg" Marah.


Ayu "Hisk.. Hisk.. Jadi tadi... " Menangis.


Aris menghampiri Ayu, Aris menenangkan Ayu dengan menepuk pelan pundak Ayu.


Mereka semua menghampiri Ayu yang sedang menangis.


Yuna melihat itu pun merasa bersalah.


Yuna "Maaf tapi aku beneran kesal" Menatap Ayu, semua teman-temannya melihat kearahnya.


Yuna "Dan gw bilang akan pulang terlambat itu benar kok, mungkin gw akan pulang" Melihat teman-temannya.


Jamia "Apa terjadi sesuatu?" Khawatir.


Ayu menghapus air matanya.


Yuna "Ah itu, ngk. Ada kumpulan keluarga gitu jadi mungkin gw ngk akan pulang" Senyum.


Ayu memeluk Yuna.


Ayu "Maaf" Menangis.


Yuna memeluk Ayu.


Yuna "Gw juga minta maaf, tapi yang gw bilang semalam itu berlaku" Menatap tajam Aris.

__ADS_1


Aris terkejut,mereka semua tertawa kecil.


Mereka pun kembali ke rumah mereka masing-masing, untuk sementara rumah besar kosong.


__ADS_2