KISAH KAMI.

KISAH KAMI.
Keluarga Reky.


__ADS_3

Rumah Ayu.


Mereka makan bersama.


Ibu Ayu "Nak Gita" Melihat Gita.


Gita "Ya, iya buk!!?" Kaget.


Ibu Ayu "Hahaha, tidak apa² hanya saja, dari tadi kamu diam saja" Senyum.


Gita "Ah, itu.. " Gugup.


Ayu "Gimana Gita mau bicara, ayah, Aris dan Anif make bahasa Jawa sih, Gita mana paham" Cerutu.


Mereka semua kaget.


Ayu "Lu berdua juga" Menatap Aris dan Anif kesal.


Anif "Maaf Git" Canggung.


Gita "Ngk apa² kok, ada Ayu yang nemenin aku ngobrol" Senyum.


Ayah Ayu "Maafin bapak ya nak Gita" Khawatir.


Gita "Ya ampun pak, Gita ngk apa²" Bingung.


...****************...


Malamnya.


Mereka menduskusikan apa yang terjadi di rumah Jamia.


Jamia "Menurut gw ngk usah, kita juga sebentar lagi lulus jadi untuk apa mereka tinggal bareng kita?" Melihat teman-temannya.


Teman-temannya membenarkan apa yang di katakan Jamia.


Ayu "Tapi kan kita belum" Melihat Jamia.


Yang lainnya diam.


Yuna "Kalian nanti kuliahnya di mana?" Melihat teman-temannya yang akan lulus.


Kadi "Amerika" Jawab cepat.


Aris "Gw juga" Melihat teman-temannya.


Anif "Mee too" Melihat Yuna.


Gita menunduk.


Fredik "Kita berdua juga" Merangkul Felix.


Yuna "Huft, jadi setelah lulus kita akan berpisah ya" Bersandar.

__ADS_1


Mereka semua menunduk.


Jamia "Karna itu gw bilang, untuk apa mereka tinggal di sini, 2 hari lagi mereka akan pengumuman kelulusan" Melihat Yuna.


"Hah.. " Yuna memegang kepalanya.


Arya berjongkok dan melihat Yuna.


Arya "Are you ok?" khawatir.


Yuna "Hah, gimana mereka bisa mengurus anak lebih dari sepuluh itu ya?" Menutup mata.


"He?" Mereka semua bingung.


Yuna membuka mata lalu melihat teman-temannya.


Yuna "Gw aja ngurus kalian yang bukan anak gw aja ampe pusing gini, apalagi mereka yang ngurus anak mereka lebih dari sepuluh, Hah.. Hebat emaknya" Geleng kepala.


Mereka semua tertawa.


Fredik "Terus gimana dong Ma" Melihat Yuna.


Yuna "Ma.. Ma gw banting juga lu lama²" Kesal.


Mereka tertawa lagi.


Arya berdiri.


Arya "Ayo istirahat, besok kita lanjutkan lagi" Melihat teman-temannya.


Ayu "Yakkk" Teriak.


Mereka semua tertawa, Yuna pun lari.


...----------------...


Besoknya.


Mereka yang mau lulus pergi ke sekolah sedang yang lainnya tidur nyenyak.


Sorenya mereka semua berkumpul di lantai 6, dengan saudara² mereka.


"Hah" Yuna melihat teman-temannya.


Yuri "Mikirin apa dek?" Duduk di depan Yuna.


Yuna "Ngk kok kak" Senyum.


Yuri melihat teman² Yuna yang akan lulus.


Yuri "Rencana Yuna akan kuliah di mana?" Melihat Yuna.


Yuna "Entahlah kak, Yuna belum kepikiran" Senyum.

__ADS_1


...----------------...


Hari kelulusan.


Mereka berfoto bersama dengan seragam yang penuh coretan.


Seminggu kemudian Arya, Kadi, Aris dan Anif pergi mendaftarkan diri kuliah di Amerika lewat online.


Kadi "Kenapa lu ngk ikut kita sih Ky?


Reky "Huftt, cukup SMA aja gw ngebebanin kalian" Senyum.


Mereka semua menatap Reky.


Reky "Hah, gw ngk sanggup kuliah di sana" Melihat teman-temannya.


Gita "Inggris lu kan udah bagus" Menatap Reky.


Ayu "Benar, dan bukan hanya B. Inggris yang lu bisa kan ada beberapa... "


Reky "Bukan bahasnya buk, tapi biayanya" Memegang kepala.


Mereka semua terdiam.


Kadi "Ngemis aja" Menatap Reky datar.


Mereka semua terkejut.


Reky "Anjg, lu yang serius dok cok. Ya kali gw kuliah di negara orang sambil ngemis" Marah.


Yuna "Benar juga, pengemis di luar negeri itu kaya² loh" Melihat Reky.


Kadi mengangguk.


Reky "Asw yang serius dong" Kesal.


Yuna "Serius gw" Menatap Reky.


Aris "Lu tau dari mana?" Menatap Yuna.


Yuna "Internet" Senyum.


"Hah.. " Mereka semua menunduk.


Yuna dan Kadi tertawa kecil.


Jamia "Gimana dengan kerja?" Melihat Reky.


Reky "Bisa aja sih, cuman gw ngk mau ninggalin keluarga gw, kalian kan tau sendiri bapak gw udah ngk ada, tinggal emak dan kedua adik gw" Sedih.


Saat Reky umur sepuluh tahun, ayahnya meninggal karena kecelakaan. Tinggal ibu dan kedua adiknya laki-laki dan perempuan, Reky anak tertua.


Reky sekolah sambil bekerja uang yang dia hasilkan untuk keluarganya, karena dia tinggal di rumah besar jadi dia tidak khawatir tentang makan dan keperluannya.

__ADS_1


Ibu Reky bekerja sebagai loundry tapi tidak memakai mesin, ibunya mencuci memakai tangan, Ibu Reky pun sakit² an di bagian tangannya, Reky pun memberhentikan ibunya bekerja, jadi Reky yang bekerja setelah pulang sekolah.


__ADS_2