
...----------------...
"Dia baik-baik saja" Pikir Kadi yang melihat Yuna dari luar.
"Di, ayo pergi" Ajak Anif.
"Hmm" Jawab Kadi.
Kadi pun pergi bersama teman-temannya.
...----------------...
Mereka mulai belajar.
2 Jam kemudian.
Ting... Ting... Ting.. (Be istirahat)
"Tu tv kapan lu pulangin cok" Kata Yuna sambil merapikan buku²nya.
"Nanti" Jawab Bayu sambil melihat ponselnya.
"Nanti mulu lu" Kata Ayu yang duduk di depan Bayu dan Yuna.
Bayu melihat ketiga temannya.
"Tapi lu pada senang kan punya tv?" Tanya Bayu sambul melihat temannya satu persatu.
"Ya senang sih, tapi punya orang itu" Jawab Jamia.
Jamia berdiri di ikuti oleh Ayu dan Yuna.
Yuna melihat Bayu yang masih fokus pada ponselnya.
"Cepat woe" Kata Yuna.
"Iya, sebentar" Jawab Bayu.
Bayu memasuka buku²nya, dan ponselnya di masukan ke kantong celananya.
Mereka pun pergi ke kantin.
Saat perjalanan ke kantin, Yuna berpapasan dengan Kadi dan teman-temannya.
Yuna dan Kadi saling menatap, Ayu memalingkan wajahnya, Jamia memegang lengan Yuna dan Bayu melihat teman-teman Kadi.
"Hai" Sapa Yuna sambil tersenyum kecil.
"Hai" Balas Kadi sambil tersenyum.
Kadi masih ingin mengatakan sesuatu tapi Yuna sudah berjalan pergi.
"Huftttt" Kadi melihat Yuna yang pergi meninggalkannya.
Kadi menunduk.
Aris memegang pundak Kadi.
"Sabar" Kata Anif pelan.
Aris dan Anif melihat Ayu.
Yuna dan teman-temannya pun sampai di kantin,mereka langsung memesan makanan.
Mereka berbincang-bincang seperti tidak terjadi apa-apa walaupun hati mereka bertanya².
"I'm full" Kata Jamia yang pertama selesai makan.
Di susul oleh Yuna, Bayu terakhir Ayu.
Tiba-tiba Felix bergabung dengan mereka, dia duduk di sebelah Yuna.
Yuna dan teman-temannya menatap Felix bingung.
"Nape lu?" Tanya Yuna, menatap Felix bingung.
"Kok kita ngk sekelas?" Tanya Felix sambil menatap Yuna
"What the.. " Kata Ayu pelan.
"Mana gw tau" Jawab Yuna.
"Kenapa lu ngk tau?" Tanya Felix lagi.
"Minta di bacok ni bocah" Pikir Ayu kesal.
"Anjirr, tanya noh ama guru" Jawab Yuna.
"Padahal nilai kita berdua ngk beda jauh" Lanjut Felix.
Bayu berdiri sambil menatap Felix dengan kesal, Felix melihat Bayu sambil tersenyum kecil.
"Kenapa kamu malah masuk ke B buan ke A!?" Tanya Felix lagi.
Yuna menatap Felix dingin.
Felix melihat ekspresi Yuna mulai takut.
"Ok sorry" Lanjut Felix.
"I just kidding ok" Lanjut Felix sambil melihat teman-teman Yuna yang melihat ke arahnya dengan kesal.
"Gw hanya mau tanya, lu pada ada hubungan apa dengan dia?" Tanya Felix sambil menaruh selembar foto di atas meja.
Yuna dan teman-temannya melihat foto yang di letakan Felix.
"Apa ni" Kata Ayu.
Ketiga temannya melihat Yuna.
Yuna sangat terkejut dan mengambil semua foto.
"Lu dapat ini dari mana?" Tanya Yuna sambil melihat foto.
"2 hari lalu gw nganterin tante gw, tante gw tetangga lu" Jawab Felix sambil melihat Yuna.
"Gw perhatiin orang yang di dalam mobil itu merhatiin rumah lu" Lanjut Felix.
"Terus?" Tanya Yuna sambil melihat Felix.
Ketiga teman Yuna menatap Felix.
"Kata tente gw, itu mobil slalu gantian" Jawab Felix.
Yuna meramas foto yang di berikan Felix.
"Huftt, thanks atas infonya" Kata Yuna sambil tersenyum.
Felix dan ketiga temannya menelan ludah.
"Huftttt" Yuna melihat Kadi.
__ADS_1
"Kenapa sih?" Pikir Felix penasaran.
Mereka pun kembali ke kelas.
Yuna tidak fokus dalam pelajarannya.
"Are you ok?" Tanya Bayu.
"I'm fine" Jawab Yuna sambil tersenyum.
Ketiga temannya melihatnya.
Mereka mencoba menenangkan Yuna, Yuna hanya tersenyum.
"Padahal tadi sudah baik-baik saja" Pikir Ketiga teman Yuna.
1 minggu kemudian.
Kamar Yuna.
Ting (Pesan masuk)
Yuna membuka pesan.
"Mereka masih memantau Yun" Pesan Felix.
"Anji**" Kata Yuna kesal, setelah membaca pesan Felix.
Yuna berdiri lalu pergi ke arah jendela.
"Tu bangsat maunya apa sih?" Kata Yuna sambil melihat mobil yang sedang memantau rumahnya.
🎼Sweet but psycho🎼(Telfon masuk)
"Ya kak" Jawab Yuna.
"Kamu punya masalah sama orang?" Tanya Yuri.
"Ngk" Jawab Yuna.
"Lah terus kenapa rumah kita di pantau orang?" Tanya Yuri.
Yuna kaget.
"Kakak tau dari mana?" Tanya Yuna.
"Tetangga kita kasih tau kakak" Jawab Yuri.
"Kakak udah beri tau mama?" Tanya Yuna.
"Ngk, kakak langsung nelfon kamu saat tau" Jawab Yuri.
"Iya kak, jangan beri tau siapa² dulu" Lanjut Yuna.
"Kakak akan telfon Al dan Eka untuk nemenin kamu" Kata Yuri.
"Jangaan" Kata Yuna keras.
"Kenapa?" Tanya Yuri kaget.
"Jangan mereka" Jawab Yuna.
"Apa ini ada hubungannya dengan mereka?" Tanya Yuri.
"Ngk" Jawab Yuna gugup
"Apa karena dia?" Tanya Yuri.
"Aku akan menyelesaikannya sendiri" Lanjut Yuna.
"Kamu gila" Kata Yuri kesal.
"Udah kakak ngk usah khawatir, kakak fokus aja sama kuliahan kakak" Kata Yuna.
"Gimana kakak ngk khawatir, kamu hanya sendiri di rumah Yun" Jawab Yuri.
Yuri Rahadian Dungga, Yuri seorang mahasiswa jurusan kedokteran. Yuri 4 tahun lebih tua dari Yuna, Yuri sangat sibuk dengan sekolahnya, karena itu Yuri sangat jarang untuk pulang.
"Kakak tenang aja, ada yang ngejagain aku kok" Kata Yuna
"Siapa?" Tanya Yuri.
"Temanku menyuruh orang-orangnya menjagaku kak, so banyak yang jaga aku di luar mereka ampe mengelilingi rumah loh" Jawab Yuna pelan.
Yuri terdiam sejenak.
"Hahh, temannya yang mana lagi itu" Pikir Yuri.
"Aku kirim foto orang-orang yang ngejagain aku ok" Lanjut Yuna.
"Adik gw kok bisa ya punya teman dari dunia bawah semua, pertama Arya, Al dan sekarang" Pikir Yuri.
"Kamu beneran kan, ngk boong" Kata Yuri.
"Ngk, kapan coba aku boong sama kakak" Jawab Yuna.
"Waktu itu, kamu bilang mau beli buku,ternyata malah beli ice cream" Kata Yuri.
Yuna tersenyum kecil.
"Kak,itu udah lama. Umurku juga baru 9 tahun waktu itu" Kata Yuna.
Mereka berdua pun tertawa.
"Yaudah, kamu hati², jangan melawan mereka sendiri" Kata Yuri.
"Iya kak, tenang aja" Jawab Yuna
"Kakak akan cari waktu untuk pulang" Kata Yuri.
"Ngk usah kak, dan sepertinya mereka juga ngk bermaksud nyelakain aku, cuman mantau doang" Kata Yuna
"Tapi tetangga pada resah" Jawab Yuri.
"Iya juga" Pikir Yuna.
Tiba-tiba..
Yuna melihat dari jendela ada mobil yang berhenti di depan rumahnya.
Seseorang turun dari mobil.
"Siapa kau?" Tanya orang Bayu yang mencegah Kadi masuk.
Kadi menatap orang Bayu dengan kesal.
"Kak, udah dulu ya" Kata Yuna.
"Kenapa Yun?" Tanya Yuri.
"Al datang" Jawab Yuna.
__ADS_1
"Al?" Kata Yuri.
Yuna mematikan telfon, Yuna lalu begegas turun ke bawah.
Yuna membuka pintu.
Yuna melihat Kadi mau memukul orang Bayu.
"Stop Al" Kata Yuna.
Kadi melihat Yuna.
"Yun" Kata Kadi.
Kadi menghampiri Yuna.
"Mereka ngapain disini?" Tanya Kadi.
"Lah lu sendiri ngapain kesini?" Tanya Yuna.
"Yun itu... Gw...." Kata Kadi
"Huftt, lu kenape? " Potong Yuna.
Kadi terdiam, lalu melihat Yuna.
"Sorry" Kata Kadi.
"Huft kagk bisa di diemin lama²,kesian kynk kucing kehilangan ikannya,yang satu mulai jadi psyco" Pikir Yuna sambil melihat mobil orang Arya.
Yuna berbalik pergi ke ruang tamu, Kadi mengikutinya.
Mereka berdua duduk
"Panggil orang gila itu dan Eka kesini" Kata Yuna.
Kadi menatap Yuna.
"Cepat" Kata Yuna.
"I..iya" Jawab Kadi gugup.
Kadi langsung menelfon kedua temannya.
Sambil menunggu mereka datang Yuna pergi ke dapur menyiapkan cemilan.
🎼PRETTY SAVAGE🎼 (Telfon masuk)
"Yo" Jawab Yuna.
"Are you ok?" Tanya Jamia.
"Fine" Jawab Yuna.
"Apa perlu kita kesana?" Tanya Jamia.
Yuna berfikir.
"Ngk usah" Jawab Yuna.
"Ok, kalo ada apa-apa cepat hubungan kita" Kata Jamia.
"Siap, thanks" Jawab Yuna
Yuna mematikan telfon.
"Hufttt, i can do" Pikir Yuna, menyemangati dirinya.
Setelah selesai, Yuna membawa cemilan yang di buatnya ke depan.
Yuna dan Kadi saling diam.
"Makan" Kata Yuna sambil memberikan cemilan pada Kadi.
Kadi langsung mengabilnya.
"Thanks" Jawab Kadi kaku.
"Santai aja" Kata Yuna.
"Uhuk uhuk uhuk" Kadi tersedak.
Yuna memberikan Kadi minum.
Eka dan Arya pun sampai.
"Yuna" Panggil Eka gugup.
"Welcome" Sambut Yuna sambil tersenyum.
Kadi berdiri di sebelah Yuna.
Arya dan Eka menatap Yuna.
"Sebentar ya" Kata Yuna.
Yuna keluar sambil membawakan beberapa cemilan untuk orang-orang Bayu yang menjaganya.
Arya dan Eka melihat Yuna.
Yuna pun masuk.
"Mereka ngapain disini?" Tanya Eka.
Yuna diam, lalu melihat Arya.
"Tuh orang lu,ngk lu bawain makanan?" Tanya Yuna dingin.
Arya terkejut mendengar suara Yuna.
Kadi dan Eka terkejut.
Arya terdiam.
"Maksud lu apaan Yun?" Tanya Eka.
Yuna tersenyum.
"Ayo duduk dulu" Kata Yuna sambil tersenyum.
"Yun maksud lu apaan" Kata Eka keras.
Yuna berbalik melihat Eka.
"Tenang Eka, ayo duduk" Kata Yuna pelan.
"Yu.. " Kata Eka.
"Ka" Potong Yuna penuh tekanan.
Yuna dan Eka saling memandang.
__ADS_1
Mereka berempat pergi ke ruang tamu.