
Jennie bingung dengan tatapan Ronald dan Reza.
Ronald dan Reza kembali duduk.
"Gila nama mereka barat semua" Bisik Anif.
Aris dan Gita mengangguk.
Yuna berdiri, semua orang melihat Yuna.
"Lu kenapa anjg?" Bisik Ayu.
"Nama saya Yuna Rahadian Dungga" Kata Yuna tegas.
Yuna kembali duduk, Yuna menarik Ayu agar berdiri.
"Saya, Ayu Azhari" Lanjut Ayu.
Ayu kembali duduk.
"Lu ngapain sih anjg, malu gw bangsat" Bisik Ayu.
"Lu mau nama lu terakhir" Bisik Yuna.
Kedua teman mereka tertawa kecil.
"Saya, Fredik Bararo" Lanjut Fredik sambil tersenyum.
Karlin dan Jennie melihat Fredik kaget,mereka berdua saling memandang.
"Apa kau keluarga utama?" Tanya Kadi sambil. Melihat Fredik.
Fredik bingung, Felix berdiri.
"I'm Felix Shaga Bararo" Kata Felix tegas.
"Paman jika aku mati di sini, ku bawa kau bersama ku" Pikir Felix.
Kadi, Chiko, Jennie dan Karlin menatap Felix.
"Kenapa mereka menatap Felix seperti itu?" Tanya Yuna pada Bayu.
"Bararo!!? Ahh, pasti itu karena pernikahan yang gagal" Jawab Bayu.
"Pernikahan?" Tanya Yuna.
"Gagal?" Lanjut Ayu.
Mereka berdua binggung.
"Ahh, yang pengantin prianya kabur itu" Kata Jamia sambil tersenyum kecil.
__ADS_1
Bayu mengangguk sambil tersenyum.
Felix kembali duduk, Felix gugup karena tatap mereka berempat.
"Pengantin perempuannya?" Tanya Yuna.
Jamia dan Bayu melihat Karlin, Yuna dan Ayu mengikuti pandangan kedua temannya itu.
"Oh god" Kata Yuna dan Ayu kaget.
Felix berusaha tersenyum dan berpura² tidak tau apa².
"Kenapa sih Lix, mereka natap kita gitu amat?" Tanya Fredik.
"Entah" Jawab Felix berpura-pura bingung.
Bayu dan Aris sama² berdiri, mereka melihat Aris dan Bayu.
Bayu duduk kembali, Aris tersenyum kecil Bayu membalasnya.
"Saya Aris Fransisco" Kata Aris.
Di lanjutkan oleh Anif dan Gita.
"Saya Anif Wijayanto" Kata Anif
"Saya Bergita Nayo" Lanjut Gita.
Mereka bertiga duduk kembali.
Kadi menepuk tangan Eka pelan.
Eka berdiri.
"Saya Eka Hafika Assegaf" Kata Eka.
Anif melihat Eka sambil tersenyum kecil.
"So beautifull name" Kata Karlin.
"Thank you Miss" Jawab Eka.
"Pilih kasih" Bisik Ayu.
"Tau" Bisik Yuna.
Ayu dan Yuna cemberut.
Mereka semua melihat Bayu.
Bayu berdiri.
__ADS_1
"Hello, my is Bayu Alexander Elean" Kata Bayu.
"Oho, So you're Brain Alexander Elean's son!?" Tanya Jennie.
"You can say that" Jawab Bayu.
Chiko tersenyum.
"Are you the illegitimate child?" Tanya Chiko sambil tersenyum.
Reza dan Ronald berdiri tapi di tahan Yuna, mereka melihat Yuna.
"Shutt" Kata Yuna.
Bayu tersenyum.
"My father is indeed a player, but his children are only me and my two brothers" Jawab Bayu.
"Unlike you who have more than 10 siblings but from different mothers" Lanjut Bayu.
Ketiga temannya bertepuk tangan, sedangkan kedua sepupunya kaget mendengar jawaban Bayu yang begitu tenang.
Chiko berdiri sambil memukul meja dengan keras lalu menatap Bayu dengan marah.
Ketiga teman Bayu dan kedua sepupunya berdiri sambil menatap Chiko, saat Ayu berdiri Aris, Anif dan Gita juga berdiri, Eka juga ikut berdiri karena melihat Yuna, Reky ikut berdiri karena Aris dan Anif berdiri.
Chiko terkejut melihat mereka semua berdiri sambil menatapnya, sedangkan Bayu tersenyum bangga.
"Oho, you lost my nephew" Kata Karlin.
Jennie dan Kadi tertawa.
"Shitt" Kata Chiko kesal dia pun pergi keluar.
"Don't forget to close the door" Kata Jamia.
Chiko menatap Jamia dengan kesal, Jamia tidak menghiraukannya dia malah kembali duduk lalu meminum tehnya dengan elegan, Jennie tersenyum melihat kelakuan keponakannya.
Mereka semua kembali duduk.
Mereka diam beberapa saat.
"Ok everyone, i..." Kata Jennie.
"Baiklah Mari kita istirahat" Potong Jamia.
Jamia dan Jennie saling memandang.
"You two please sleep in the guest room on the second floor" Kata Jamia pada Jennie dan Karlin.
"Yang laki-laki lantai tiga dan perempuan lantai 4" Lanjut Jamia.
__ADS_1
Mereka pun bubar.
Jennie dan Karlin menuju kamar tamu lantai 2,yang lain menuju lantai 3 dan 4.