
Liburan akhir tahun.
Mereka semua berlibur ke luar negeri.
Para wanita,mereka tinggal di rumah Jack dan para pria tinggal di rumah besar ke dua bersama Kadi dan lainnya.
"Selamat datang di rumah kami" Julio membuka pintu.
"Wah, gila rumahnya besar sekali" Ayu takjub dengan rumah Jack.
Eka dan Gita mengangguk.
Jack tersenyum puas.
Julio dan Jessi juga takjub dengan perubahan rumah mereka.
"Sepertinya rumah ini baru di renovasi ya Dadd" Yuna melihat Jack.
Jack kaget "Ha?!! it is like this rumahnya" Gugup.
Jamia dan Yuna tertawa kecil.
"Yah..I changed it a little" Jack melihat tangga.
"The changes so much Dadd" Jessi melihat sekeliling.
"Haaaa,, GO to your room girls" Kesal.
Mereka semua tertawa.
Pelayan satu persatu mengambil barang mereka.
Yuna menahan barangnya yang akan di ambil pelayanannya "I can do it"
Jamia melihat Yuna "Biarkan mereka mengerjakan perkerjaan mereka Yun, lu mau mereka di pecat"
"He?" Yuna terkejut, dia langsung melepaskan barang dan menyerahkan pada pelayan "Segitunya"
Jamia mengakat kedua bahunya "Itulah peraturan di rumah ini"
Yuna kaget.
"Benar, Yun" Eka melihat seorang pria yang memperhatikan para pelayan yang berkerja
"Kamu lihat pria itu, dia memperhatikan pekerjaan pelayan"
__ADS_1
Yuna dan Jamia melihat seorang pria paruh baya yang berdiri di depan sebuah ruang sedang memperhatikan para pelayan.
"Dia Barley, kepala pelayan di rumah ini" Jamia berjalan ke arah tangga.
Yuna dan Eka mengejar Jamia.
"Bisa di bilang dialah yang mengontrol para pelayan di rumah ini" Lanjut Jamia.
"Wuooaahh" Yuna melihat Barley
Barley merasakan tatapan Yuna, dia pun menunduk sebagai rasa hormat, Yuna pun membalas menunduk.
Barley terkejut lalu tersenyum, Jamia tersenyum melihat Yuna.
"Dia sangat imut kan?(B.Belanda)" Jamia melihat Barley.
Barley tersenyum lalu menunduk "Sangat (B.Belanda)"
Yuna dan Eka saling memandang.
Mereka melanjutkan perjalanan ke arah kamar mereka.
Yuna melihat Jamia
"Apa dia baru saja bilang Egg(telur)?" Bingung.
"ERG?" Eka melihat Jamia.
"Artinya sangat" Melihat Eka.
"Itu Bahasa apa?" Yuna melihat Jamia.
"Belanda" Melihat Yuna.
"BELANDA" Yuna dan Eka terkejut
"Berapa bahasa yang lu kuasai sih?" Eka melihat Jamia.
Jamia tersenyum sambil mengakat kedua bahunya.
"Kita harus belajar Yun" Eka melihat Yuna.
Yuna mengangguk "Kita ngk boleh ketinggalan"
Jamia tertawa kecil melihat tingkah kedua temannya.
__ADS_1
Mereka semua langsung tertidur karena lelah.
Jam 2.20 Yuna keluar dari kamarnya, dia mengelilingi rumah Jack, sampai lah dia di sebuah lorong,di ujung lorong itu di terangi lampu yang tidak terlalu terang.
Ada beberapa orang yang menjaga di ujung lorong itu, Yuna ingin ke sana tapi takut jika itu mengganggu.
Bodyguard Jack yang melihat Yuna, mereka melaporkan itu pada Jack.
Jack berdiri lalu pergi ke arah Yuna yang sudah pergi ke arah lain.
"Yuna" Panggil Jack.
Yuna berbalik "Oh, hay Dadd" Senyum.
"What are you doing this late at night?" Menghampiri Yuna.
"Nothing Dadd, i just wanna see your home. Home tour" Senyum.
Jack tertawa kecil.
"Btw Dadd" Menatap Jack.
"Ya" Menatap Yuna.
"(Huft, apa aku harus bilang sekarang?)" Menatap Jack.
"Hey, you wanna say something?" Tatap.
Yuna tersenyum "Dadd, how you feeling about Bayu?"
Jack terdiam "How you filling about him?" Bertanya balik.
"Oh come on Dadd, i ask you frist" Cerutu Yuna.
Jack menghampiri Yuna lalu memegang kepala Yuna "GO to sleep" Berjalan pergi sambil di ikuti oleh kedua bodyguard.
"Dia akan kesini" Yuna berbalik melihat Jack.
Jack berhenti.
"He is very kind, and also very concerned about your eldest daughter, Dadd" Lanjut Yuna.
Jack berbalik "But he... " Menatap Yuna.
"I know Dadd. Can you take to earphones?" Tatap.
__ADS_1
Bodyguard memeberikan Jack earphone penerjemah.