KISAH KAMI.

KISAH KAMI.
Kantin 2


__ADS_3

Saat Ayu dan Yuna berpisah dari Jamia, perasaan Yuna gk enak, Yuna ingin menyusul Jamia sebelum itu dia mengantar Ayu di tempat pemesanan makanan.


Mereka berdua pun sampai di tempat untuk memesan makanan.


"Aku lihat Jamia dulu ya" Bisik Yuna pada Ayu.


Ayu kaget "Kenapa?" Tanya Ayu bingung


"Ngak, dia kan gk terlalu fasih dalam bahasa kita" Jawab Yuna cemas.


Ayu pun mengangguk.


"Iya juga ya. Ya udah pergi aja" Jawab Ayu.


"Sebentar ya nanti aku balik lagi" Kata Yuna sambil berjalan pergi meninggalkan Ayu.


Yuna pergi mencari Jamia.


Yuna sampai dia tempat Jamia, dia melihat Jamia sedang meminta maaf pada seseorang.


Jamia sangat panik.


"I'm really sorry, i.. I.. Aku tidak sengaja" Kata Jamia terbata-bata.


Jamia bingung belum lagi banyak orang yang melihat dia.


"Aaaahhh, sudah ku duga,pantas saja perasaan ku gk enak" Pikir Yuna.


Yuna pun pergi menghampiri Jamia.


Yuna menarik Jamia di belakangnya, Jamia terkejut melihat Yuna yang sudah ada di depannya.


"Maafkan teman saya kak, dia gk sengaja" Kata Yuna sambil mengambil botol minuman yang Jatuh.


"Kak, gk apa-apa" Tanya Yuna pada Pria itu.


Pria itu menunduk sambil memegang perutnya yang sakit.


Jamia menarik-narik tangan Yuna, Yuna berbalik melihat ke arah Jamia,Jamia masih terlihat panik.


" It's okay" Kata Yuna menenangkan Jamia


" I'm in here" Lanjut Yuna sambil tersenyum.


Pria itu mengangkat wajahnya melihat ke arah wanita yang menyikunya, Yuna berbalik melihat keadaaan orang yang di siku oleh temannya.


Pandangan Yuna dan pria itu bertemu,mereka berdua bengong.


"Yuna" Pikir Pria itu sambil menahan rasa sakit.


"Hmm!! Al(Kadi) " Pikir Yuna yang terkejut melihat Pria yang ada di depannya.


Yuna melihat ekspresi Kadi yang menahan sakit, Yuna pun tersadar.


" Are you ok" Tanya Yuna sambil memegang lengan Kadi untuk membantunya.


Tiba-tiba Yuna di dorong oleh Leli.


"Ahk" Jerit Yuna.

__ADS_1


Yuna terlepar syukurlah Jamia langsung memegang Yuna.


Jamia dan Kadi terkejut.


"Yun" Panggil Kadi, tapi Kadi di tahan oleh Leli.


"Are you okay?" Tanya Jamia pada Yuna.


Yuna hanya mengangguk.


Yuna juga terkejut karena dorongan keras Leli yang tiba-tiba.


Yuna melihat ke arah Leli "Apa aku harus membalasnya atau... " Pikir Yuna sambil melihat ke arah Leli dengan tatapan psycho nya.


Yuna memiliki kepribadian ganda. Yuna bisa sangat baik pada seseorang dan dia memiliki pemikiran yang bisa membuat orang merinding.


"Kamu gk apa-apa Al(Kadi) " Tanya Leli manja.


Leli baru sampai di kantin, untuk membeli minuman Yuni dan Wanti, Leli melihat ke arah Yuna, Yuna membalas melihat ke arah Leli sambil tersenyum kecil.


"Harus ku apakan ya dia" Pikir Yuna lagi.


Kadi melepaskan pegangan Leli, dia menuju ke arah Yuna.


"Are you okay?" Tanya Kadi sambil memegang bahu Yuna.


"Ah, iya aku baik-baik saja" Kata Yuna sambil memperbaiki seragam nya yang di bantu oleh Jamia.


"Tapi.. " Lanjut Yuna sambil melihat ke arah Leli yang penuh dengan kebencian.


Mereka yang ada di kantin menatap Yuna dan Kadi binggung, begitu juga dengan Jamia.


"Apa ada yang sakit" Tanya Kadi lagi.


Kadi melihat Leli dengan marah,Kadi ingin memarahi Leli tapi di cegah Yuna,Kadi berbalik melihat Yuna.


"Orang-orang pada lihatin kita" Kata Yuna pada Kadi pelan.


"Ha!!?" Kata Kadi bingung.


Kadi melihat sekitarnya.


Yuna merasa risih "Pergi yuk" Ajak Yuna.


"Ok, mari" Jawab Kadi, tanpa banyak bicara.


Mereka pun meninggalkan tempat itu tapi tidak lupa membeli minuman yang sudah di pilih mereka, Yuna memegang tangan Jamia.


Leli yang melihat Yuna dengan marah, Yuna yang melihat itu hanya tersenyum kecil.


"Drama nya akan menarik" Pikir Yuna sambil berjalan pergi.


Mereka pun mencari tempat untuk mereka duduk.


Di saat yang sama.


Ayu menunggu Yuna dengan cemas, karna pesanan mereka mau tiba tapi tidak ada yang membawakan satunya lagi.


"Yuna mana sih" Pikir Ayu sambil melihat ke arah Yuna pergi.

__ADS_1


"Lama bangat baliknya" Pikir Ayu lagi cemas.


Ayu melihat sekitarnya


"Mana banyak orang pula" Pikir Ayu.


Dua pesanan sudah di berikan tinggal satu lagi.


"Yuna Asw, kamu di manaaa" Teriak Ayu dalam diam.


Bayu menghampiri Ayu.


"Perlu bantuan? " Tanya Bayu pada Ayu.


Bayu yang dari tadi melihat Ayu hanya sendiri dan terlihat bingung, dia mencoba untuk menawarkan bantuan.


Ayu terkejut, dia melihat ke arah Bayu.


"Neng ini semua pesanan sudah siap" Kata penjual.


Ayu Semangkin panik.


"Ini gimana cara bawannya" Pikir Ayu.


Bayu tersenyum kecil


"Mari aku bantu" Kata Bayu tapi dia cegah Ayu.


"Eehh gk usah" Cegah Ayu.


Bayu melihat ke arah Ayu.


"Emangnya kamu bisa bawah semua?" Tanya Bayu.


Ayu tersenyum polos


"Ngak" Jawab Ayu sambil menggelengkan kepalanya.


"Kamua bawa satunya,aku satunya" Kata Bayu.


Ayu mengangguk, mengiyakan.


"Ayo cepat, banyak orang ngantri tu" Kata Bayu.


"Ah iya" Jawab Ayu.


Mereka berdua pun pergi mencari tempat untuk duduk.


Ayu melihat ke arah Bayu .


"Dia tinggi" Pikir Ayu


"Hm, tampan juga" Pikir Ayu lagi.


Bayu yang merasakan di tatap oleh Ayu, Bayu pun tersenyum


"Berhenti melihatku" Kata Bayu yang mengagetkan Ayu.


Ayu langsung memalingkan wajahnya. Mereka berdua tersenyum malu.

__ADS_1



__ADS_2