
Kamar Ayu.
Ayu kesana-kemari sambil melihat ponselnya.
"Aahkkk lama banget sih Yuna ngasih kabarnya" Kata Ayu kesal.
"Apa aku ke rumahnya aja" Pikir Ayu
"Ayuuu" Panggil Ibunya.
"Iya Buu" Jawab Ayu.
Ayu meninggalkan ponselnya lalu bergegas turun kebawah.
...****************...
Kamar Jamia.
Jamia menyibukkan dirinya dengan tugas dari ayahnya dan bermain game.
"Jangan pikirkan dia,Jangan pikir dia" Kata Jamia sambil bermain game.
...****************...
Kamar Yuna.
Yuna menceritakan kemana dia pergi dan masalah yang terjadi pada ibunya.
"Lalu bagaimana dengan yang lainnya?" Tanya Ibu Yuna.
"Lainnya?" Tanya Yuna bingung.
Yuna hanya menceritakan masalah teman barunya.
"Bagaimana dengan Arya?" Tanya Ibu Yuna.
Yuna terdiam lalu memalingkan wajahnya sambil tersenyum.
"Ibu dengar dia sudah kembali" Lanjut Ibu Yuna.
Yuna terdiam.
Tiba-tiba Kadi masuk sambil ngos-ngosan, Yuna dan Ibunya kaget melihat Kadi.
"H.. Hai.. M.. Mom" Sapa Kadi.
"Al!!" Jawab Ibu Yuna kaget.
"Nape lu?" Tanya Yuna.
"Can.. I.. Talk.. With your daughter?" Tanya Kadi.
Yuna dan Ibunya saling memandang, lalu melihat Kadi lagi.
Ibu Yuna berdiri, lalu pergi keluar tapi pintunya tidak di tutup.
"Thank you mom" Kata Kadi.
Ibu Yuna hanya tersenyum lalu menggelengkan kepalanya.
Kadi pun masuk.
"Anjirr, lu masuk pake sepatu" Kata Yuna keras.
"Sorry" Jawab Kadi.
Kadi duduk di kursi belajar Yuna, Kadi mengambil air yang ada di atas meja, Yuna menggelengkan kepalanya.
Kadi memberikan ponselnya pada Yuna.
"Untuk apa ni?" Tanya Yuna binggung.
"Liat aja" Jawab Kadi.
Yuna mengambil ponsel Kadi lalu membuka sebuah video, sedangkan Kadi mengatur pernafasannya
"Ini bukan video aneh² kan" Kata Yuna.
"Anjirr, lu pikir gw apaan, gw ngk simpan video kynk gitu" Jawab Kadi kesal.
"Ya iya, karena lu langsung buat" Balas Yuna.
"Lah tu tau lu" Jawab Kadi.
__ADS_1
"Anjirr" Balas Yuna.
Yuna membuka sebuah video, ada beberapa orang mengobrol.
"Apaan sih ni, bahasa apa ini?" Tanya Yuna bingung.
"Udah liat aja" Jawab Kadi.
Video
"Aku ..... ..... ...... Dia"(Singapore)
"Gw kgk ngarti anjirr" Kata Yuna.
Seseorang menyerahkan sebuah foto, Yuna menghentikan videonya, lalu melihat foto yang seorang berikan pada orangnya.
"Kynk gw kenal yang di foto, tapi siapa... " Kata Yuna bingung.
"Liat baik²" Jawab Kadi.
"Ini udah baik²" Balas Yuna.
"Ini lu Al?" Tanya Yuna.
"Kalo gw, dah mati duluan tu orang" Jawab Kadi.
Yuna memperbesar foto.
"Arya ya?" Tanya Yuna.
"Hmm" Jawab Kadi.
"Kynknya tu anak punya masalah sama beberapa geng di Singapura" Lanjut Kadi.
"BE..BE..RAPA" Jawab Yuna kaget.
Yuna melihat video lagi.
"Au,cepat banget habisnya" Kata Yuna.
Kadi mengambil ponselnya.
"Aku sudah mencari tau, ternyata dia meretas komputer milik geng besar yang mengedarkan narkoba di Singapura" Jawab Kadi.
"Hmm, Ayah Arya pemilik perusahaan komputer dan mereka... " Kata Kadi.
"Udah ngk usah dijelaskan, malas gw" Potong Yuna.
"Inti masalahnya aja" Lanjut Yuna.
"Lu benci ya sama dia?" Tanya Kadi.
"Hufttt, sedikit" Jawab Yuna.
"Ayolah jangan benci² dosa" Balas Kadi.
Yuna menatap Kadi datar.
"Oke, kenapa dia bersikap kasar kita pada waktu itu karena dia dikejar sama mereka" Kata Kadi.
"Arya takut mereka akan mencelakai kita" Lanjut Kadi.
"Dan lu, yang paling kita jaga" Lanjut Kadi lagi.
"Emang gw kenapa? dan kenapa dia meretas komputer milik mereka?" Tanya Yuna.
"Yun, dunia lu beda ama kita"Jawab Kadi.
Yuna terdiam.
"Lu ngerti kan masuk gw" Lanjut Kadi.
"Gw juga heren bisa²nya lu punya temen yang.... " Kata Kadi.
"Kayk dajjal" Potong Yuna datar.
Kadi tertawa kecil.
"Terus kenapa Ar meretas komputer milik mereka?" Tanya Yuna.
"Kepala Polisi Singapore meminta Ar melakukan itu" Jawab Kadi.
"Ha? Di bayar? " Tanya Yuna.
__ADS_1
"Mungkin" Jawab Kadi.
"Wah, pasti banyak tu" Lanjut Yuna.
"Anjirr" Balas Kadi.
Yuna mengeluarkan ponselnya, lalu menunjukkan foto ayah Jamia pada Kadi.
"Lu kenal dia?" Tanya Yuna.
"Ya i know, why?" Jawab Kadi cepat.
Yuna tersenyum kecil.
"Ternyata bumi ini sangat kecil" Kata Yuna.
Kadi melihat Yuna.
"Lu tau ngk, kecelakaan keluarga Elean?" Tanya Yuna.
"Tau" Jawab Kadi.
Yuna tersenyum kecil.
"Wait, kita lagi bicarain Arya, lu malah bahas kecelakaan keluarga Elean" Lanjut Kadi.
"Gw, harus menyelesaikan masalah gw satu persatu" Jawab Yuna.
"Emang lu punya masalah sama keluarga Elean, mereka ganggu lo ya?" Tanya Kadi.
Kadi berdiri dengan ekspresi kesal.
"Kagak" Jawab Yuna sambil menarik tangan Kadi.
Kadi duduk kembali.
"Terus?" Tanya Kadi.
"Apa pria ini ada sangkut pautnya dengan kecelakaan keluarga Elean?" Tanya Yuna.
"No, orang yang menyebabkan kecelakaan keluarga Elean sudah di tangkap semua" Jawab Kadi.
"Dan orang ini serta om gw yang mengurus semuanya" Lanjut Kadi.
"Really" Jawab Yuna kaget sambil berdiri.
Kadi terkejut.
"I.. Iya Jack Valuenz dan Om gw Kenzo Karel bestie'an cok, emang kenapa?" Tanya Kadi.
Yuna terkejut.
"Bayu bangsat bodoh, tolol memang dia, anji** ,dajjal" Kata Yuna kesal.
Kadi bingung.
"Kenapa sih Yun?" Tanya Kadi sambil mengerutkan alisnya.
"Ok, masalah satu sudah kelar, sekarang masalah Arya" Kata Yuna kembali duduk.
Kadi masih bingung.
"Jadi, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Yuna.
"Kita harus nyelametin dia" Jawab Kadi.
"Emang dia udah ketangkep?" Tanya Yuna.
"Udah" Jawab Kadi.
"Anjirr, kenapa ngk bilang dari tadi goblok" Balas Yuna.
Yuna berdiri, lalu memasukan apa yang di perlukan ke dalam tasnya, dia sampai membawa baju ganti.
Kadi melihat itu bingung.
"Lu mau kemana?" Tanya Kadi.
Yuna tidak mendengarnya.
"Ngk cukup, tapi sebelum itu... " Kata Yuna.
Yuna melepaskan semua yang di pegangnya, lalu turun ke bawah, Kadi yang masih bingung hanya mengikuti Yuna turun ke bawah.
__ADS_1