KISAH KAMI.

KISAH KAMI.
Bab 67. Markas Baru.


__ADS_3

Jamia sampai di Gudang Tua.


"Markas baru? Maksud?" Tanya Ayu


"Kita harus pergi dari sini" Jawab Jamia.


"Apa?! Kenapa?" Tanya Ayu.


Bayu yang paham pun mulai mengerahkan orang²nya.


"Aku sudah membawakan mobil untuk membuat barang" Kata Jamia.


"Baiklah " Jawab Bayu.


Yuna dan lainnya bingung.


"Nanti gw jelasin" Kata Jamia.


"Ok" Jawab Yuna.


"Ayu kau bawa yang cewe itu(Rin)" Kata Yuna.


Ayu mengangguk.


"Selesaikan satu persatu" Lanjut Yuna.


Mereka mulai memindahkan Rin ke dalam mobil milik orang Jamia.


Mobil Ayu pertama pergi.


Orang² Bayu mulai memindahkan barang, di bantu Fredik dan Felix.


Mereka memindahkan Arya ke dalam mobil Jamia.


"Ayo pergi" Kata Eka pada Yuna.


"Duluan saja, gw nyusul" Jawab Yuna.


Eka menatap Yuna khawatir, Yuna tersenyum.


Eka dan Jamia pergi.


Mereka memindahkan Yo ke dalam mobil Aris.


Aris, Anif dan Gita pergi.


Beberapa barang yang di muat pun sudah di bawa pergi.


"Reky, bawa obat² ini" Kata Yuna.


Reky mengambil beberapa dos obat di bantu Fredik, mereka berdua pergi naik mobil Agus, Felix mengikuti mereka dari belakang.


Dor.. Dor... Dor.. (Bunyi tembakan)


Geng dari Singapura mulai menembaki mereka.


Bayu deng cepat memegang Yuna.


"Seriusly" Kata Yuna kaget.


"Ayo pergi" Kata Bayu.


Mereka pun berlari keluar dari gudang.


"Mundur" Kata Bayu pada orang-orangnya.


Yuna dan Bayu masuk mobil.


"Gila mereka beneran pake senjata" Kata Yuna.


Bayu mengangguk.


"Kita alihkan mereka" Kata Yuna.


Bayu menatap Yuna.

__ADS_1


"Mereka pasti belum sampai" Lanjut Yuna khawatir, jika mereka pergi ke rumah itu mereka aan di serang saat di jalan, dan teman-temannya belum sampai di tujuan.


"Are you ok about it?" Tanya Bayu.


Yuna tersenyum, lalu mengangguk.


"Gw takut" Pikir Yuna.


Bayu berbalik arah, orang² Singapura itu mengejar mereka berdua.


Yuna memakai sabuk pengaman dan berpegang dengan kuat.


"Tolong lindungi kami" Doa Yuna.


Yuna menelfon Kadi.


"Ha.. " Jawab Kadi.


"Gw dikejar" Potong Yuna.


"Apa!!" Jawab Kadi kaget.


"Gw ngk bisa bicara lama² , HP gw.... " Kata Yuna terputus karena ponselnya mati.


"Halo" Jawab Kadi.


"Halo Yun" Lanjut Kadi.


"Yuna, Yun" Lanjut Kadi mulai panik


...----------------...


"Anjirr, HP gw mati" Kata Yuna.


"Udah, Ronald udah nunggu kita di depan" Jawab Bayu.


"Ouh, ok" Jawab Yuna mulai tenang.


Dor...(tembakan)


Mereka menembak kaca spion mobil Bayu.


"Anjirr kaca spion mahal gw" Kata Bayu kesal.


Yuna melihat kaca spion di depannya sudah hilang.


"Bangsat" Lanjut Bayu tambah kesal.


Yuna menahan untuk tertawa.


"Btw, lu ngk takut gw bawa mobil kynk gini?" Tanya Bayu.


Yuna tersenyum.


"Ini bukan pertama kalinya" Jawab Yuna.


"Oh!!?" Jawab Bayu terkejut.


Dor.. Dor... Dor...


Yuna tekejut, Yuna melihat ke belakang.


"Lu punya granat ngk?" Tanya Yuna.


Bayu tertawa kecil.


"Kita sampai" Jawab Bayu.


"Ha?" Kata Yuna binggung.


Yuna melihat ke depan, banyak Orang-orang Bayu memegang pistol dan senapan di pimpin oleh Ronald dan Reza.


"Wow" Kata Yuna.


Mereka memberi jalan untuk mobil Bayu masuk, dan mereka mulai balas menembak mobil orang² Singapura, lalu di belakang mereka polisi sudah berjaga-jaga.

__ADS_1


Yuna dan Bayu turun dari mobil.


Telfon masuk di ponsel Bayu.


"Halo" Jawab Bayu.


"Bagaimana keadaan kalian?" Tanya Jamia.


"Baik" Jawab Bayu.


"Huftt syukurlah" Balas Jamia.


"Mereka berdua baik² saja" Kata Yuna pada teman²nya.


"Sudah ada polisi" Jawab Bayu.


"Baiklah, cepat kesini" Balas Jamia.


"Iya, kita akan segera kesana" Jawab Bayu.


"Baiklah hati²" Balas Jamia.


Yuna menatap Bayu Yang tersenyum lebar saat berbicara dengan Jamia di telfon.


Bayu melihat Yuna.


"What?" Tanya Bayu.


"Nothing" Jawab Yuna sambil memalingkan wajahnya.


Ekspresi Yuna berubah.


"Tamat riwayat lu" Kata Yuna pelan.


Satu jam kemudian, mereka pun(geng Singapura) di tangkap, Yuna dan Bayu pulang ke rumah Bayu mengambil beberapa makanan dan pakaian Bayu.


Ronald dan Reza yang memberikan penjelasan tentang orang² Singapura itu pada polisi.


Bayu dan Yuna pun pergi ke markas baru mereka, betapa terkejutnya Yuna melihat markas baru itu adalah rumah yang sangat besar dan di keliling banyak orang² yang berpakaian hitam dan berbada besar.


Bayu keluar dari mobil, Yuna masih di dalam.


Bayu melihat Yuna dari kaca mobil.


"Ngapain ayo masuk" Kata Bayu.


"Salah rumah kali kita" Jawab Yuna.


Bayu melihat rumah besar yang memiliki perpaduan berwarna putih dan hitam juga berlantai 6 itu.


"Ini rumah siapa anjg?" Kata Yuna.


Beberapa orang menghampiri mereka, Yuna panik.


"Bay masuk mobil" Teriak Yuna panik.


Tiba-tiba Reza dan Ronald datang lalu berdiri di sebelah Bayu.


"Anjirr" Kata Yuna kaget melihat kedatangan Reza dan Ronald, Yuna berbalik belakang, bukan hanya mereka berdua yang datang tapi beberapa orang mereka juga datang.


"Anjg... JK, Al, Eka, Ayu kalian di mana" Kata Yuna.


Mereka saling berhadapan dengan bodyguard yang menjaga markas mereka.


Yuna pun memberanikan diri turun dari mobil, lalu dia masuk di antara orang-orang Bayu.


"Permisi pak" Kata Yuna pelan.


Mereka melihat Yuna, Yuna terkejut dengan tatapan mereka.


"Tolonggg" Pikir Yuna takut.


"Yunaaaa" Teriak Ayu dan Jamia.


"Oh" Yuna terkejut lalu dia melihat ke belakang bodyguard.

__ADS_1


Ayu dan Jamia berlari kecil ke arah Yuna.


__ADS_2