
Mereka langsung istirahat.
Yuna pergi ke lantai 6 ,tepat di depan pintu Yuna terhenti.
"Hufttttt" Yuna menenangkan diri.
"Sial, balik ah" Pikir Yuna yang masih takut.
Yuna pergi ke arah lift dan...
"Ahhkkkkkk" Teriak Anif dan Yuna kaget karena berpapasan.
"Yuna" Panggil Anif kaget.
"Nif, lu ngapain di sini?" Jawab Yuna tak kalah kaget.
"Lu sendiri ngapain" Balas Anif.
Mereka berdua terdiam lalu saling memandang dan tertawa.
"Hahahah, are you ok?" Tanya Anif.
"Hahaha i'm fine, perih dikit" Jawab Yuna.
"Lu mau ngapain di atas?" Tanya Anif.
"Gw hanya mau hirup udara doank, cuman.... " Jawab Yuna terhenti.
Anif mendekati Yuna, lalu memegang pundak Yuna.
"Ayo balik" Kata Anif.
"Hmm" Jawab Yuna sambil mengangguk.
Dalam lift.
"Gw juga masih trauma" Kata Anif.
Yuna melihat Anif, lalu mengingat kejadian saat dia tertembak Anif ada di saat itu.
"Jangan sampai itu terulang lagi" Lanjut Anif sambil melihat kedua tangannya berdoa.
Yuna masih menatap Anif yang terlihat khawatir, Yuna juga sudah melihat rekaman saat dia tertembak dan bagaimana terkejut dan takutnya teman-temannya apalagi Anif yang pertama memeluk Yuna.
"Terima kasih" Kata Yuna pelan.
Anif menatap Yuna, tiba-tiba Anif menangis.
"Anjirr lu kenapa?" Tanya Yuna kaget.
Anif menutup wajahnya.
"Saat itu gw takut banget" Jawab Anif dengan suara serak.
Yuna menatap Anif dengan sedih, Yuna pun memeluk Anif sambil menepuk-nepuk pundaknya.
__ADS_1
"Gw tau, makasih ya" Jawab Yuna pelan.
Tangan Anif bergetar.
"Udah, semua udah baik² aja , gw juga udah baikan" Lanjut Yuna menenangkan Anif.
Pintu lift terbuka.
"WHAT ARE YOU TWO DOING?" Tanya Kadi.
Yuna dan Anif melihat ke luar lift, Kadi, Arya dan Bayu menatap mereka dengan kesal.
Anif menghapus air matanya di bantu Yuna, lalu mereka berdua tertawa.
"Gw di cuekin" Pikir Kadi dan Arya sedangkan Bayu tersenyum kecil melihat ekspresi Kadi dan Arya.
"Berapa lama rencana kalian di dalam?" Tanya Arya datar.
Yuna dan Anif saling memandang, mereka berdua pun keluar.
"Kalian dari mana?" Tanya Bayu dingin.
"Lantai 6" Jawab Yuna santai.
"What" Kata KAB.
"What were you two doing there?" Tanya Kadi.
"Berenang" Jawab Yuna bohong.
"Are you crazy!!" Kata Bayu kaget.
"Udah ah, gw mau tidur. Good night guys" Lanjut Yuna.
Yuna turun melalui tangga, keempat temannya hanya diam melihat Yuna pergi.
"Nif" Panggil Arya.
"Ya?!" Jawab Anif.
"Lu habis nangis?" Tanya Arya.
Mereka bertiga menatap Anif, Anif menyentuh matanya.
"Sepertinya begitu" Jawab Anif sambil tersenyum.
"Yuk balik, besok kita sekolah dan ada pertandingan juga" Lanjut Anif.
Anif berbalik masuk kedalam lift.
"Kalian mau lewat tangga?" Tanya Anif sambil melihat ketiga temannya hanya diam tidak ikut dia masuk.
Mereka pun masuk.
__ADS_1
"Apa Yuna suka sama Anif, Tidak mungkin sebaliknya" Pikir Arya sambil melirik Anif beberapa kali.
"Atau mereka berdua sudah menjalani hubungan?" Pikir Arya mulai kacau karena melihat pemandangan yang sangat dia benci.
"Sial" Kata Arya pelan.
Kadi yang paham dan Bayu yang dari tadi menatap Arya tau bagaimana perasaannya.
"Yuna pasti mau liat pemandangan dari atas" Kata Bayu membuka obrolan.
Anif mengangguk.
"Tapi dia takut, lalu kembali lagi ke bawah" Lanjut Bayu.
"Benar, dan kita bertemu saat dia mau menuju ke lift" Kata Anif.
"Oouhhh gitu" Jawab Bayu.
Bayu melihat Arya sambil mengangkat kedua alisnya, Arya tertawa kecil.
"Terus lu mau ngapain di atas?" Tanya Kadi.
"Gw mau jalan² doank, sebenarnya gw cuman mau sampai di lantai 5 eh malah keterusan so ge lanjut aja" Jawab Anif santai.
Pintu lift terbuka, mereka keluar.
"Besok pertandingan lu" Kata Kadi.
"Itu dia, sepertinya gw gugup dan gak bisa tidur gara² kepikiran gw, belum lagi nanti gw berhadapan sama keluarga Ayu'' Jawab Anif dengan ekspresi khawatir.
Bayu mendekati Anif.
"Udah tenang aja, kita semua akan menghadapi keluarga Ayu" Kata Bayu menenangkan Anif.
"Benar, lu bukan hanya dengan Aris tapi juga dengan kita" Lanjut Arya sambil tersenyum.
"Hm, thanks" Jawab Anif lega.
Mereka pun kembali ke kamar mereka masing-masing.
Arya dan Kadi satu kamar.
Felix dan Fredik
Aris dan Anif
Reky.
__ADS_1
Bayu