
1 hari lagi waktu bertanding teman² Yuna dan Yuyun sepupu Yuna.
Ayu ingin menanyakan apa yang terjadi pada Eka kemarin, cuman karena situasi lagi tidak memungkinkan dan juga mereka masih fokus pada pertandingan untuk bisa bertemu dengan Yuna.
...****************...
Rumah sakit.
Yuna berusaha bergerak, di bantu suster dan ibunya.
"Yuna bisa Ma" Kata Yuna pelan.
Ibunya tidak menghiraukannya.
5 menit kemudian Yuna duduk lagi di ranjangnya, keluarga Yuna juga menjenguk Yuna.
"Yo sepupu" Sapa Sigit, anak dari adik ayah Yuna.
"Gimana keadaan mu Yun?" Tanya Zein umurnya sama seperti Yuna.
"Hmm, baik" Jawab Yuna.
Yuna melihat Ibunya yang sibuk bicara dengan Yuyun.
"Hufttt" Yuna memalingkan pandangannya.
Yuna khawatir pada teman²nya.
Yuri dan Yudha sudah menceritakan pada Yuna tentang hukuman teman²nya, Yuri juga memperlihatkan video dan foto teman² Yuna saat minta maaf pada Yudha dan orang tua mereka.
"Tenang aja, teman² mu ngk akan mati" Kata Indra kakak Sigit.
Yuna tersenyum.
"Yuna tidak mengkhawatirkan mereka, Yuna khawatir pada Yuyun dan anggotanya" Jawab Yuna bohong.
"Oho, emang sekuat apa teman² Yuna?" Tanya Devi.
"Sangat kuat" Jawab Yuna.
"Hahhh, jadi rindu mereka" Kata Yuna.
Sepupunya hanya tertawa kecil.
Ayah Yuna adalah yang tertua dari semua saudaranya, sedangkan Ibu Yuna yang paling adik dari semua saudaranya.
Orang yang menjenguk Yuna pun pulang, tinggal Ibu, Ayah dan kedua kakak Yuna.
Ibu Yuna sedang mengupas apel, Yuri sedang makan apel sedangkan Yudha dan Ayah Yuna sedangkan membicarakan pekerjaan.
Yuna melihat semua anggota keluarganya.
"Maafiin Yuna" Kata Yuna.
Yuna menunduk.
Mereka melihat Yuna.
"Maaf, Yuna.. Yuna sok jadi pahlawan" Lanjut Yuna.
"Yuna juga ngk bilang apa yang terjadi sama Yuna" Lanjut Yuna mulai menangis.
"Yuna minta maaf, buat Mama, Papa dan Kakak khawatir" Lanjut Yuna.
Keluarga Yuna melihat Yuna dengan ekspresi sedih.
"Yuna niatnya mau nolong doang" Lanjut Yuna.
__ADS_1
"Ngk taunya malah jadi gini" Lanjut Yuna.
"Aaa.. Duhhhh.. Aduhhh sakit" Kata Yuna sambil memegang lukanya.
Keluarganya tertawa.
Teman² Yuna melihat Yuna dari luar lewat kaca.
"Syukurlah, dia udah baikan" Kata Eka sedih.
"Hmm, pingin peluk Yuna" Kata Ayu.
"Sabar, nanti juga kita bisa peluk dia" Jawab Anif.
"Kita harus latihan dengan benar agar bisa melawan sepupunya itu" Lanjut Fredik.
Mereka semua mengangguk.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Saat permintaan maaf teman² Yuna.
Yuri mengantarkan wali kelas Yuna dan teman² kelasnya di depan RS.
Wali kelas mereka melihat kebelakang.
"Nanti mereka akan menyusul Buk" Kata Yuri.
"Baiklah" Jawab Wali kelas Yuna.
"Kalian harus mengalahkan Yuyun dan anggotanya" Kata Ibu Yuna pada teman² Yuna.
Mereka semua kaget, Yuyun tersenyum.
"Mom, di antara kami ada yang tidak bisa beladiri" Jawab Kadi.
"Siapa?" Tanya Ibu Yuna.
"Lalu apa yang kalian bisa?" Tanya Ibu Yuna sambil melihat ketiga teman Yuna yang tidak bisa beladiri itu.
"Ha?" Jawab mereka bertiga bingung dan gugup.
"Ayu bisa renang Mom" Jawab Ayu pelan.
"Gita juga" Lanjut Gita.
"Ooh" Jawab Ibu Yuna mengangguk.
"Lalu kamu?" Tanya Ibu Yuna pada Reky.
"Saya seni" Jawab Reky gugup.
"Seni?" Tanya Ibu Yuna.
"Melukis" Jawab Reky.
Saat SMP kelas 3 Ayu dan Gita memenangkan lomba renang gaya bebas, sedangkan Reky dia seorang seniman, dia pandai dalam menggambar.
"Ouh, hebat. Ternyata teman baru Yuna ini semuanya pandai" Kata Ibu Yuna.
Mereka semua tersenyum bangga.
"Yang satunya Seni, duanya perenang" Lanjut Ibu Yuna sambil melihat GAR(Gita,Ayu,Reki)
Mereka bertiga tersenyum.
"Satunya anggota geng, duanya mafia" Lanjut Ibu Yuna melihat BJK(Bayu,Jamia,Kadi).
__ADS_1
Bayu dan Jamia terkejut, Kadi menunduk.
"Satunya hacker, satunya keluarga sangat berpengaruh di Arab" Lanjut Ibu Yuna melihat Arya dan Eka.
Mereka berdua menunduk.
"Duanya keluarga ilmuan, satunya anak model, satunya lagi anak kedua dari pemilik toko emas terbesar" Lanjut Ibu Yuna lagi sambil melihat FFAA(Felix, Fredik, Aris, Anif)
Mereka berempat terkejut.
"Bagaimana bisa, Ibu Yuna tau?" Pikir FFAABJ kaget.
"Kok bisa ya YUNA TERLUKA" Kata Ibu Yuna penuh tekanan.
Mereka semua terkejut lalu menunduk.
"Sudah ku duga akan keluar kata mutiara itu" Pikir ketiga teman lama Yuna.
"Kalian ingin bertemu dengan Yuna kan?" Tanya
Ibu Yuna.
"Iya" Jawab mereka semua penuh harap.
"kalo begitu, waktu kalian berlatih hanya seminggu, senin depan pertandingan kalian akan di mulai waktu sore hari jam 5 selesai jam 9 malam" Kata Ibu Yuna tegas.
Mereka semua terkejut.
Ibu dan Ayah pergi meninggalkan teman² Yuna yang masih terkejut dan berfikir.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Rendi melihat teman² Yuna, dia pun memotret mereka lalu di kirim ke Yuri.
Yuri tertawa meliat pesan dari Rendi, Yuri melirik ke arah pintu.
"Kenapa kak?" Tanya Yuna.
Yuri hanya memperlihatkan pada Ibu Yuna.
Mereka berdua tertawa.
"Apa sih?" Tanya Yuna lagi sambil menghapus air matanya.
Ibu Yuna melihat ke arah pintu, teman² Yuna bersembunyi, mereka semua langsung lari keluar.
Di luar RS.
"Anjirr kaget gw" Kata Reky.
Mereka semua ngos²an.
Mereka saling memandang lalu tertawa.
Kamar Yuna.
Mereka melihat ke arah pintu.
"Siapa Ma?" Tanya Yudha.
Yuri menghampiri Yudha dan Ayahnya.
"Liat" Kata Yuri sambil memperlihatkan foto di ponselnya.
"Kasihan" Kata Ayah Yuna.
"Teman² Yuna ya!?" Tanya Yuna.
__ADS_1
"Hmm" Jawab Ibu Yuna.
Yuna melihat pintu lalu tersenyum sedih.