
Kamar Bayu.
Jam 8 pagi.
"Dia belum bangun?" Tanya Ronald pada pembantunya yang baru keluar dari kamar Bayu.
"Belum tuan" Jawab pembantunya.
"Hufttt" Ronald.
Ronald pergi kebawa bersama pembantu.
Satu jam kemudian Ronald pergi lagi ke kamar Bayu.
Bayu sedang duduk sambil minuman obat pereda mabuk.
"Lu ngk sekolah?" Tanya Bayu.
Ronald menghampiri Bayu.
"Kagk, gw sibuk ngurus orang mau mati" Jawab Ronald.
Bayu tersenyum kecil.
...----------------...
Semalam
Ronald dan Reza sampai di Bar,Mereka berdua mencari Bayu tapi 2 menit kemudian Reza malah bergabung dengan teman²nya minum.
"Bangsat" Kata Ronald yang melihat Reza minum.
Ronald pun bertemu Bayu di ruang VIP bersama beberapa wanita.
"Yo bro" Sapa Bayu yang sudah mabuk.
Ronald menggelengkan kepalanya.
Ronald membawa Bayu keluar dari ruangan itu,mereka mau sampai di pintu Bar tapi Ronald kebelet jadi meninggalkan Bayu sebentar.
Ronald keluar dari kamar mandi menuju ke arah Bayu, tapi Bayu sudah tidak ada, Ronald panik,dia berlari keluar.
"Sial, dia sudah pergil" Kata Ronald kesal.
Ronald berlari ke arah Reza, lalu menariknya pulang.
"Woeee" Teriak Reza.
"Kenapa lu?" Tanya Reza.
"Bayu pergi" Jawab Ronald.
"Lah terus" Balas Reza.
"Bayu mabuk, dia nyetir sendiri" Jawab Ronald.
"Ha?!!" Jawab Reza kaget.
Mereka berdua bergegas menuju tempat parkir mobil,Bayu hampir menabrak pohon dengan cepatnya Reza memberhentikan mobilnya tepat di depan mobil Bayu, Bayu menabrak mobil Reza.
...----------------...
"Syukurlah lu bawa mobil gk cepat semalam " Kata Ronald ketus.
"Seandainya lu bawa mobil cepat semalam kayak di tempat balapan, mungkin sekarang kita sudah di syurga" Lanjut Ronald.
Bayu tersenyum kecil.
"Neraka kali" Jawab Bayu pelan.
"Ya itu elu,bangsat" Balas Ronald kesal.
Bayu tertawa kecil.
Bayu memegang kepalanya.
"Lu udah buat izin kan buat gw" Lanjut Bayu.
"Udah" Jawab Ronald ketus.
"Apa gw harus hubungi mereka?" Tanya Ronald.
Bayu terdiam.
"Tidak perlu, mereka juga.. Mungkin sibuk" Jawab Bayu.
Bayu menunduk.
"Jika mereka tau, bisa langsung ke neraka gw" Pikir Bayu.
"Hufttt, baiklah" Jawab Ronald.
Bayu pun berbaring.
Ronald keluar dari kamar Bayu sambil membawa gelas yang habis di pakai Bayu.
Ronald menutup pintu kamar Bayu.
"Sorry Bay?" Pikir Ronald.
Ronald pergi menuju ke tempat orang-orang Bayu berkumpul, mereka melihat Ronald.
"Siapa yang punya nomor teman Bayu?" Tanya Ronald pada orang-orang Bayu.
Mereka semua saling memandang.
"Kalian semua ngk punya?" Tanya Ronald mulai kesal.
Seseorang mengangkat tangannya.
"Punya" Jawab Agus gugup.
"Tapi cuma punya Yuna" Lanjut Agus.
"Yuna... Aaa yang jago berkelahi itu ya?" Tanya Ronald.
Agus mengangguk.
Ronald tersenyum kecil.
Ronald pun mengambil nomor telfon Yuna, setelah itu dia pergi ke kafe miliknya.
...****************...
Kantin sekolah.
"Tunggu" Bisik Yuna pada kedua temannya.
Yuna minum air lalu pergi ke tempat yang lebih tenang.
"Ya bagaimana" Jawab Yuna.
"Sorry mengganggu" Balas Ronald.
...----------------...
__ADS_1
Ayu dan Jamia melihat Yuna dari jauh.
"Aku mau denger" Kata Ayu.
"Me too" Lanjut Jamia.
...----------------...
"No problem" Jawab Yuna.
"So? How about him?" Tanya Yuna.
Ronald tersenyum kecil.
"Langsung ke intinya,tidak mau basa basi dulu?" Tanya Ronald.
"Maaf saya sibuk untuk itu" Jawab Yuna.
Ronald tertawa kecil.
"So?" Tanya Yuna.
"He drunk" Jawab Ronald.
"What!!" Balas Yuna terkejut.
"Ya, overnight he go to party and he drinking so much so he.. . " Jawab Ronald.
"Oh god, so how are things now?" Tanya Yuna.
"Maybe, still a little dizzy" Jawab Ronald.
"Ou ok, we go there" Balas Yuna.
Oh, secepat itu?" Jawab Ronald sambil tersenyum.
"Hmmm" Jawab Yuna dingin.
"Thanks for information" Lanjut Yuna.
"Ya your welcome, and... " Jawab Ronald yang terputus karena Yuna sudah mematikan telfonnya.
Ronald melihat ponselnya.
"What the.. " Kata Ronald.
Ronald tersenyum.
Yuna kemabali pada kedua temannya.
"How? No i mean who?" Tanya Ayu.
"Bayu's cousin" Jawab Yuna.
Yuna duduk kembali.
"What he.. " Kata Jamia.
"Bayu mabuk" Potong Yuna.
"What!!" Kata Ayu dan Jamia kaget.
"Why?" Tanya Ayu.
Yuna mengangkat kedua bahunya.
Brrr(Pesan masuk)
"Se.. " Kata Yuna terhenti karena getaran ponselnya.
Yuna melihat ponselnya.
Yuna terkejut melihat foto yang di kirim Ronald.
Yuna membalikkan ponselnya, lalu dia minum air.
"Siapa Yun?" Tanya Jamia.
Yuna melihat Jamia sambil tersenyum.
"Biasa selingkuhan gw"Jawab Yuna.
"Ha?" Kata Ayu dan Jamia bingung.
"Masa berlaku anda akan segera habis" Jawab Yuna bohong.
Jamia dan Ayu saling memandang lalu tertawa kecil, Yuna pun ikut tertawa.
Yuna melirik ponselnya.
Mereka pun kembali Ke kelas.
Yuna duduk sendiri di belakang, sambil berfikir.
"Kenapa dia ngirim foto ayah JK" Pikir Yuna.
Yuna melihat Jamia, Jamia pun berbalik melihatnya, Yuna memasang wajah sedih karena duduk sendiri, Ayu ikut berbalik, Yuna melihat Ayu.
"Bleee" Ejek Ayu.
Yuna menatap Ayu dengan kesal.
Jamia tertawa kecil.
Pulang sekolah.
Jamia sudah masuk mobil, saat Ayu mau masuk dalam mobil..
"Gw ngk ikut" Kata Yuna.
"Au, kenapa?" Tanya Ayu.
"Aku harus mengantar ini ke kakakku" Jawab Yuna sambil memperlihatkan amplop pada kedua temannya.
"Ya udah, nanti kita antar" Kata Jamia.
"Aku bermalam" Jawab Yuna.
"Besok kan libur" Lanjut Yuna.
Kedua temannya mengangguk.
"Lah, terus lu naik apa?" Tanya Ayu.
"Gw antar" Jawab Felix di belakang Yuna.
Mereka bertiga melihat Felix dengan kesal, mereka bertiga saling memandang.
"Boleh Yun, mumpung gratis" Bisik Ayu.
Yuna tertawa kecil.
"Gratis kan?" Tanya Jamia dari dalam mobil.
Ayu dan Yuna terkejut dengan Pertayaan Jamia, mereka berdua saling memandang lalu tertawa kecil.
__ADS_1
"Iya gratis" Jawab Felix.
Jamia melihat Yuna sambil mengacungkan jempolnya, mereka bertiga tertawa.
Felix melihat mereka bertiga, Felix tersenyum.
"Kenapa ngk dari dulu, gw gabung dengan mereka" Pikir Felix.
"Mungkin sekarang,gw udah deket baget sama dia" Pikir Felix sambil melihat Yuna.
Ayu pun masuk ke dalam mobil Jamia sedangkan Yuna naik di motor Felix.
"Woe hati-hati bawannya" Teriak Ayu.
"Iya" Jawab Felix.
"Awas teman gw punya goresan sedikit aja, gw bacok lu" Kata Jamia.
Kedua temannya terkejut lagi, mereka berdua tertawa.
Mobil Jamia pun pergi, diikuti oleh Felix dari belakang, saat di perempatan mereka berpisah.
"Pelan bawanya" Kata Yuna.
"Ok" Jawab Felix sambil tersenyum.
Yuna melihat dari kaca spion motor Felix, mobil Jamia sudah jauh.
"Berhenti" Kata Yuna.
"What!!?" Jawab Felix kaget.
"Why?" Tanya Felix bingung.
"Udah berhenti" Jawab Yuna.
Felix memberhentikan motornya,Yuna turun dari motor lalu Yuna mengeluarkan ponselnya.
"Kenapa sih Yun?" Tanya Felix bingung.
"Tunggu sebentar" Jawab Yuna.
Yuna masuk di sebuah kafe, pas Felix berhenti di depan kafe.
Yuna menelfon seseorang.
"Halo" Jawab Ronald.
"Anda di mana?" Tanya Yuna dingin.
"Kita harus ketemu" Lanjut Yuna.
Felix melihat Yuna.
"Kenapa ekspresinya marah gitu" Pikir Felix.
"Ok" Jawab Ronald sambil tersenyum kecil.
Ronald memberikan alamat kafe miliknya.
Yuna mematikan ponselnya.
"Apa gw pulang dulu" Pikir Yuna.
"Ayo pergi" Kata Yuna pada Felix.
Felix hanya mengangguk.
Felix mengantarkan Yuna di asrama kakaknya.
"Thanks" Kata Yuna.
Yuna berlari pergi ke arah kamar kakaknya.
...----------------...
Kamar Yuri.
Yuna berganti pakaiannya.
Yuna menelfon Ayu.
"Yo" Jawab Ayu.
"Dimana lu?" Tanya Yuna.
"Baru sampai rumah" Jawab Ayu.
"Gw mau urus sesuatu, so lu jaga Jamia dulu" Balas Yuna.
"Bayu ya?" Tanya Ayu.
"Hmm" Jawab Yuna.
"Kenapa harus lu?" Tanya Ayu dingin.
"Actually i no wan't, rencananya gw mau kita kesana bareng cuman.... " Jawab Yuna.
"Cuman??" Lanjut Ayu.
"Nanti gw cerita" Jawab Yuna.
Ayu terdiam.
"Yu, lu percaya gw kan?" Tanya Yuna
Ayu masih diam.
"Yuu" Panggil Yuna.
"Iya, jangan aneh² lu" Jawab Ayu.
"Kagk, gw juga tau anjirr" Balas Yuna.
"Ok" Jawab Ayu.
"Ok, gw mau pergi, jaga dia" Balas Yuna.
Yuna mematikan telfonnya.
"Semoga semua baik² saja" Pikir Ayu.
Satu jam kemudian Yuna keluar,Yuna terkejut karena Felix masih ada di situ.
"Ngapain lu?" Tanya Yuna.
"Bukannya lu mau pergi lagi?" Tanya Felix.
"Hufttt" Yuna memadang Felix dengan dingin, Felix menelan ludah.
"Gw hanya mau bantu" Kata Felix gugup.
"Jangan bilang kedua teman gw" Jawab Yuna.
"Beres" Jawab Felix sambil tersenyum.
__ADS_1
"Hufttt" Yuna menggelengkan kepalanya.
Yuna pun naik motor Felix, mereka pergi ke alamat yang di berikan Ronald.