
Dari kamar Jamia, Ibunya masih tersenyum, pembantunya yang melihat itu pun bingung.
"Apa ada yang hal baik terjadi pada Nona(Jamia)" Tanya Bi Ija (pembantu)
Bi Ija adalah pengurus rumah tangga yang tinggal bersama dengan Ibu Jamia selama 7 tahun.
Bi Ija yang mengurus semua keperluan Jamia, saat masuk sekolah di Indonesia.
"Hmm" Jawab Ibu Jamia yang tiba-tiba air matanya jatuh.
Bi Ija pun terkejut.
"Loh Bu, Kenapa menangis?" Tanya Bi Ija sambil menaruh piring untuk Ibu Jamia.
"Tidak apa-apa Bi" Kata Ibu Jamia sambil menghapus air matanya.
Bi Ija berdiri di sebelah Ibu Jamia sambil menepuk-nepuk pelan pundak Ibu Jamia untuk memenangkannya.
"Saya sempat khawatir bagaimana ekspresinya nanti saat pulang sekolah" Kata Ibu Jamia.
"Apakah dia akan sedih, marah, atau wajahnya.. " Lanjut Ibu Jamia sambil menghapus air matanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jamia pertama kali ke Indonesia saat dia memasuk Sekolah menengah.
Bahasa yang belum fasih membut Jamia susah mendapatkan seorang teman. Lingkungan yang baru membuat Jamia tidak nyaman.
Setahun kemudian saat Jamia SMP kelas 2,Jamia mendapatkan 2 orang teman. Yang satunya hampir menjadi pasangannya tapi sayangnya Jamia pindah ke Jepang saat ujian pertengahan tahun,dan satunya lagi adalah teman sebangku nya.
Saat awal pertama Jamia masuk sekolah,setiap pulang dari sekolah, ekspresi Jamia akan terlihat murung dan sangat pendiam karena dia juga masih merasa canggung dengan Ibunya.
Jamia tidak menceritakan apa yang terjadi di sekolah kepada Ibunya agar tidak membuatnya khawatir, jika Ibunya bertanya dia hanya akan Menjawab "Good" dan langsung pergi mengunci diri di kamarnya, dia hanya akan keluar jika waktunya makan.
Karna khawatir dengan Jamia, setiap kali dia pulang sekolah nampak tidak senang, Ibunya pun memindahkan Jamia ke Jepang, pada waktu itu Ibunya punya pekerjaan di Negri Sakura itu.
Tapi sayangnya lebih parah.
Dunia yang sangat asing bagi Jamia, dari segi wajah dan Bahasa sangat jauh berbeda dari Jamia.
Saat sekolah di Jepang Jamia hanya duduk diam di dalam kelasnya, sambil melihat ke luar jendela.
__ADS_1
Jamia merindukan kedua temannya.
Murid yang melihat Jamia,menganggap Jamia itu aneh, belum lagi Jamia memakai rok dengan lapisan celana yang panjang.
Sampai Jamia kelas 3,pada akhir tahun pelajarannya di Jepang, Ibu Jamia di panggil ke sekolah karna Jamia bertengkar denga teman kelasnya, sampai temannya itu harus di bawa ke ruang UKS,karna wajahnya penuh dengan luka pukulan yang di akibatkan oleh Jamia.
Sampai di rumah Jamia.
"What you doing" Bentak Ibu Jamia.
"Kamu membuat anak orang sampai seperti itu,are you a thug!" Lanjut Ibu Jamia kesal.
Jamia berbalik melihat ke arah Ibunya.
"It's not my fault" Jawab Jamia yang juga kesal.
"Them..... Forget it, you can't understand" Lanjut Jamia.
"what i don't understand" Jawab Ibu Jamia.
"Everything" Jawab Jamia.
"What!!" Jawab Ibu Jamia.
"You(Mom) only care about your job like him (Dad)" Jawab Jamia lagi.
"You don't understand me, you don't care about me" Kata Jamia lagi sambil menahan air matanya agar tidak jatuh.
"Do you (mother) know how I feel, how miserable I was at that school" Lanjut Jamia lagi.
Ibu Jamia menahan air matanya.
"What you say.. " Jawab Ibu Jamia terkejut.
"Di saat aku sudah memiliki teman kau malah memindahkan ku di sini(Jepang)" Lanjut Jamia kesal
Ibu Jamia terkejut
"Kamu.. Sudah memiliki teman!" Tanya Ibu Jamia.
Jamia tersenyum sinis.
__ADS_1
"See, you don't know anything about me" Jawab Jamia.
"Who am I close to, who is my friend, what am I doing at school you never know" Lanjut Jamia.
Ibu Jamia tercengang mendengar apa yang di katakan Jamia.
"How will I know if you don't tell me anything" Jawab Ibu Jamia.
Bi ija dari dapur sedang menyiapkan makanan terkejut karna suara pertengkaran dari ruang tamu.Bi Ija bergegas ke ruang tamu sambil mengantarkan makanan untuk kedua majikannya.
Jamia menatap Ibunya.
"Bukankah kau seorang Ibu!?" Jawab Jamia dingin.
Ibu dan pembantunya terkejut mendengar apa yang di katakan Jamia.
"Apa yang terjadi?" Pikir Bi Ija bingung.
"What!!" Jawab Ibu Jamia kaget sekaligus kesal.
Jamia menatap Ibunya dengan dingin.
"I heard that a mother knows anything about her child without her child's telling her, just by looking into her child's eyes the mother will know what her child is thinking, right?" Jawab Jamia.
"Ah, is that just a story" Lanjut Jamia lagi.
Ibu Jamia terdiam.
Jamia berbalik untuk pergi ke kamarnya, tapi sebelum dia melangkah pergi.
"It's better if I live with him (Dad), even though I rarely get attention, but at least he knows who is close to me and who is my friend" Lanjut Jamia dengan dingin dan langsung pergi menuju ke kamarnya.
Ibu Jamia terdiam sambil melihat Jamia dari belakangnya yang pergi meninggalkannya.
Ibu Jamia terduduk di lantai, pembantunya menaruh makanan di meja lalu menghampiri Ibu Jamia.
"Bu.." Panggil Bi Ija sambil memeluk majikannya itu.
"Apa yang harus saya lakukan Bi" Kata Ibu Jamia sambil menangis dalam pelukan pembantunya.
Saat di US, Jamia selalu di ikuti oleh bodyguard ayahnya, lalu saat Jamia pulang ke rumah selalu di tanya-tanya oleh ayahnya sampai membuat Jamia tidak nyaman.
__ADS_1
Ibunya takut membuat Jamia tidak nyaman, jadi Ibunya jarang menanyakan bagaimana Jamia di sekolah, dan tidak mencari tau siapa yang dekat dengannya agar Jamia tidak merasa tertekan tinggal bersamanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...