KISAH KAMI.

KISAH KAMI.
Arya Dan Yuna.


__ADS_3

Ruang keluarga tinggal Anif dan Gita yang lainnya pergi ke ruang bermain PS(PlayStation).


Anif melamun memikirkan hubungan Arya, Yuna dan Felix.


Gita fokus pada ponselnya.


Anif "Hahh.. "


Gita "Kenapa Nif?" Melihat Anif


Anif "Oh, ngk hanya lagi mikirin sesuatu" Senyum.


Ayu "Tentang apa?" Baru masuk bersama Aris.


Ayu duduk di sebelah Gita, Aris duduk di sebelah Ayu.


Anif "Pas lu ada di sini Yu, gw mau nanya" Melihat Ayu.


Ayu "Apa?"


Anif "Menurut lu bagaimana perasaan Yuna sama Arya?" Menatap Ayu.


Mereka terkejut, Ayu terdiam.


Ayu "Entahlah, itu urusan mereka" Bersandar.


Anif "Tapi... "


Ayu memalingkan wajahnya.


Aris "Cukup Nif" Menatap Anif.


Anif "Gw hanya... "


Gita "Kalo gitu gw yang nanya, gimana perasaan kamu sama aku?" Menatap Anif.


Ayu "Hm mampus lu" Senyum.


Anif senyum "Aku menyukaimu"


Gita "Suka seperti apa?" Menatap Anif.


Anif mendekatkan wajahnya pada Gita "Menurut mu seperti apa" Senyum.


Ayu melihat Anif dengan jijik, Ayu berdiri.


Ayu "Aku melihat kamu seperti kotoran" Kesal.


Mereka terkejut dengan perkataan Ayu.


Anif "Apa lu bilang" Menatap Ayu


Ayu "Jijik bodok" Pergi keluar.

__ADS_1


Anif "Wahh, anak itu" Kesal.


Aris dan Gita tertawa.


Aris "Ayo kita ke UKS" Memegang tangan Ayu.


Ayu melihat Aris "UKS?" Bingung.


Anif berdiri lalu memberikan tangannya untuk membantu Gita berdiri "Ah, benar pasti dia sedang di obati" Melihat Gita.


Gita meraih tangan Anif "Siapa?" Berdiri.


...----------------...


UKS


Yuna "Ar lu kenapa?" Melihat tangan Arya yang sedang di obati Eka.


Arya "Ngk apa kok Yun, tadi aku.. HP gw ke lempar ke cermin jadi.. " Senyum.


Eka menunduk, mereka semua berkumpul.


Mereka semua berkumpul.


Ayu "Itu bohong kan" Bisik Ayu pada Jamia.


Felix "Terus gimana tangan lu?" Melihat Arya.


Arya menatap Felix "Fine" Datar.


Yuna "Huft" Mereka semua melihat Yuna, Arya pun kaget dengan hembusan nafas kasar Yuna.


Arya "Maaf Lix, tapi gw beneran baik² aja" Cepat memperbaiki keadaan.


Felix "Ah, iya santai aja" Senyum.


Yuna "Eka" Melihat Eka.


Eka "Ya" Melihat Yuna.


Yuna "Dia baik² aja kan" Datar.


Eka "Ah, iya" Selesai ngobati tangan Arya.


Yuna "Tolong yang lain keluar dulu, gw mau bicara dengan Arya" Melihat teman-temannya.


"Ok" Mereka semua keluar.


Kadi menutup pintu.


Eka memegang tangan Kadi.


Kadi "It's okay" Memegang tangan Eka.

__ADS_1


Mereka pergi ke ruang keluarga.


...----------------...


Ruang UKS


Yuna "Lu kenapa sih?" Menatap Arya.


Arya menunduk lalu melihat Yuna sambil tersenyum sedangkan Yuna menatap Arya dengan dingin.


Arya kaget dengan tatapan Yuna "Yun.. Aku.. " Mata berkaca²


Yuna mendekat lalu duduk di depan Arya "Udah berapa lama kita bersahabat?" Melihat Arya.


Arya berfikir "Dari umur aku 6 tahun"


Yuna tersenyum "Kalo begitu, aku 5 tahun, di antara Eka dan Al ,kamu yang banyak tau tentang aku Ar. Apa yang ku suka dan tidak suka, baik burukku pun kau tau" Menatap mata Arya.


Arya tersenyum "Kamu juga tau... "


Yuna memotong "Tidak" Senyum.


Arya terkejut.


Yuna "Tidak ada yang aku ketahui tentang mu Ar, mau itu luar atau dalam, tidak ada yang aku tau. Bagaimana sifat dan sikapmu tidak ada yang aku tau" Senyum.


Arya "Yuna" Memegang tangan Yuna.


Yuna "Aku sampai bingung, manakah sifat asli mu. Apakah Arya yang aku kenal, yang selalu tersenyum padaku sampai membuat aku jatuh cinta padanya" Senyum "Atau Arya yang memiliki tatapan dingin sampai membuat aku merinding" Menatap Arya.


Arya "Yuna apa maksud mu?" Memegang tangan Yuna erat.


Yuna "Keluarga mu saja yang aku kenal bukan orang tua kandung mu kan" Senyum.


Arya menatap Yuna.


Yuna tersenyum "Kamu menyembunyikan semuanya, dan bodohnya aku, aku menunggu kamu mengatakannya tapi.. "


Arya "Yuna" Menatap Yuna untuk berhenti.


Yuna tersenyum, Yuna memegang pipi Arya lalu menyentuh mata Arya "Inilah tatapan yang tidak pernah ku lihat"


Arya berdiri lalu berjalan membelakangi Yuna "Aku akan kembali ke Amerika"


Yuna tersenyum "Pergilah"


Arya berbalik, melihat belakang Yuna.


Yuna berdiri lalu menatap Arya dengan dingin "Saat kamu keluar dari rumah ini, jangan pernah kembali lagi"


Arya terkejut "Yun" Tajam.


Yuna berjalan keluar.

__ADS_1


Yuna berbalik "Seperti yang kau lakukan, PENGECUT" Tajam.


__ADS_2