KISAH KAMI.

KISAH KAMI.
Aris Kesal.


__ADS_3

Ayu dan Bayu mengurus yang di luar di bantu oleh Aris, Anif, Reky dan Gita, sedangkan Yuna dan Eka mengurus Arya.


Ayu melihat Rin(Orang Arya).


"Kita pindahkan dia di atas" Kata Ayu.


Mereka melihat Ayu.


"Di atas masih luas" Lanjut Ayu.


Aris melihat sekitar, banyak orang dan Rin seorang wanita.


"Ok" Jawab Aris.


Mereka semua mengangguk.


Anif melihat Aris, lalu memalingkan wajahnya sambil tersenyum kecil.


"Mau hampir 3 tahun, tapi si bangsat ini masih mengerti apa yang Ayu pikirkan tanpa perlu Ayu menjelaskan" Pikir Anif.


Gita melihat Anif.


Ayu berlari ke atas untuk membersihkan tempat tidur mereka lalu menyediakan tempat untuk Rin, Bayu mengikuti Ayu, Aris juga mengikuti tapi di tahan Anif.


Aris melihat Anif, Anif menggelengkan kepalanya, Aris kesal lalu dia melihat ke atas.


Ayu dan Bayu pun turun, mereka bersiap memindahkan Rin di atas, Eka dan Yuna keluar dari kamar.


"Infus" Kata Yuna pada Eka.


Eka pun berlari ke atas membantu mereka, Ronald masuk membawa 2 dokter dan 4 orang suster.


Ronald dan Yuna saling memandang.


"Are you ok?" Tanya Ronald khawatir melihat Yuna yang terlihat lemas.


Yuna tersenyum.


"I'm fine" Jawab Yuna.


Yuna melihat jam tangannya.


"Jam 5!! Gw udah makan belum ya?" Pikir Yuna.


Bayu dan lainnya turun ke bawah, lalu dokter dan suster mulai melihat keadaan Arya dan kedua orangnya.


Saat para dokter mengobati mereka, Yuna duduk di sofa, di ikuti oleh Eka dan Ayu mereka berdua duduk di sebelah kiri kanan Yuna, lalu Bayu duduk di sebelah Ayu, Ronald duduk di tangan sofa di sebelah Bayu.


Aris kesal melihat itu,Yuna tersenyum kecil melihat ekspresi kesal Aris, Aris melihat Yuna.


Mereka berdua saling memandang, Yuna mengangkat sebelah alisnya, lalu melirik Ayu dan Bayu yang duduk berdekatan sambil tersenyum kecil, lalu melihat Aris.


"Dasar iblis" Pikir Aris sambil tersenyum melihat ke arah Yuna.


Eka dan Ayu menaruh kepala mereka di bahu Yuna, Bayu menepuk-nepuk pelan pundak Yuna, lalu dia fokus pada ponselnya.

__ADS_1


Aris dan ketiga temannya duduk di sofa lainnya.


Tiba-tiba ponsel Yuna berdering.


"Ini beberapa markas orang Singapore itu" Pesan Felix.


Ayu dan Eka melihat pesan itu, lalu mereka melihat Yuna,Yuna langsung mengirim lokasi itu pada Jamia dan Kadi.


...****************...


Mobil Kadi.


Kadi duduk di belakang sambil melihat ponselnya.


Tiba-tiba pesan masuk dari Yuna.


"Ini markas mereka" Pesan Yuna.


"Sorry" Pesan Yuna lagi.


Kadi tersenyum,Tiba-tiba ada sesuatu jatuh di pipinya.


"Anjirr, air dari mana ini" Kata Kadi kaget.


"Anda baik² saja?" Tanya BB(orang Kadi).


Kadi terdiam lalu menghapus air matanya, lalu dia tersenyum.


Kadi menatap BB dari kaca spion depan dengan tajam.


BB terkejut.


"Siap Bos" Jawab BB.


Mereka melaju.


...****************...


Mobil Jamia.


Yuna juga mengirim lokasi yang lainnya pada Jamia.


"Are you ok?" Pesan Jamia.


"Maybe 😅" Pesan Yuna.


Jamia mengerutkan alisnya.


"Hancurkan semua markas mereka, sampai markas besarnya yang di Singapore" Kata Jamia kesal.


"Siap" Jawab Roy.


Mobil Jamia dan Kadi melaju ke markas yang di kirim Yuna.


"Btw, bagaimana Yuna tau markas mereka?" Pikir Kadi dan Jamia.

__ADS_1


...****************...


"Lu bisa ke sini ngk?" Pesan Yuna pada Felix.


"Bisa, gudang tua?" Pesan Felix.


"Hmm,btw tolong bantu gw" Pesan Yuna.


"Apa?" Pesan Felix.


...----------------...


"Fast respon" Kata Ayu sambil tersenyum.


"Huftt, gw juga mau" Balas Eka.


Eka dan Ayu tersenyum,Yuna hanya menggelengkan kepalanya dan yang lainnya melihat ke arah mereka bertiga.


...----------------...


"Tolong beliin makanan ya, untuk 10 orang" Pesan Yuna.


Felix dan Frederik terkejut.


"Ok, lalu minumannya?" Pesan Felix.


"Ngk usah, makanan aja" Pesan Yuna.


"Siap" Pesan Felix.


Felix dan Frederik dengan cepat pergi membeli makan.


Yuna, Eka dan Ayu saling memandang lalu mereka tertawa kecil.


Dokter sudah selesai memeriksa, Eka, Yuna dan Ayu berdiri melihat dokter keluar dari kamar Arya, dokter satunya turun dari atas.


"Mereka tidak apa², hanya ada beberapa memar dan luka yang tidak serius, kalian tidak usah khawatir" Kata salah satu dokter.


30 menit kemudian.


Felix dan Frederik datang tapi di cegah oleh orang Bayu di luar.


"Berisik" Kata Yuna pelan sambil melihat Bayu.


Bayu dan Ronald keluar.


"Biarkan mereka masuk" Kata Bayu dari belakang orang² yang mencegah Felix masuk.


Mereka pun memberi jalan pada Felix.


Tiba-tiba ada seseorang datang.


"Permisi" Kata seseorang dari belakang Felix dan Frederik.


Mereka semua berbalik.

__ADS_1


__ADS_2