
Malamnya.
Ruang keluarga di lantai bawah, mereka semua sibuk dengan ponsel mereka satu persatu.
Arya menyimpan ponselnya "Lix keluar Yuk" Melihat Felix
Mereka semua terkejut.
Yuna "Mau apa lu?" Tajam ke arah Arya.
Arya "Kagk Yun, sumpah" Melihat Yuna.
Felix "(Hahh.. Gw juga ngk bisa terus menghindar) Ayo" Melihat Arya.
Yuna memandang Felix, Felix tersenyum ke arah Yuna.
Yuna "Jangan macam² kalian berdua"
Arya "Siap mom" Senyum.
Mereka semua melihat Felix dan Arya.
Bayu dan Kadi khawatir.
Fredik "Ikut dong" Berharap.
Arya "Bay, gw pake mobil biru ya" Melihat Bayu.
Bayu "Ok" Mengangguk.
Fredik "Lah, klo lu pake mobil itu ngk ada tempat buat gw dong"
Reky "Itu berarti mereka ngk ngajak lu gblok" Melihat ponsel.
Felix dan Arya pergi.
Fredik "Yak, lu beneran ngk ngajak gw"
Felix dan Arya berbalik melihat Fredik "NGK" Berjalan pergi.
Fredik emosi lalu dia berdiri "Yakk lu berdu.... "
Gita "Lu keluar aja ndiri" Fokus ponsel.
Ayu "Tau, gitu aja repot" Fokus ponsel.
Fredik "Rek, keluar yuk"
Reky "Malas ah" Berdiri.
Aris "Lah tadi bilang malas"
Reky "Gw mau ke kamar gblok" Datar
__ADS_1
Aris "Lu biasa anjg" Kesal.
Reky acuh lalu pergi ke lantai 2.
Fredik "Ini beneran ngk ada yg mau ikut?" Melihat yang lainnya.
Kadi berdiri "Yuk bareng gw"
"Gw juga" Bayu berdiri.
Eka melihat Kadi, Jamia melihat Bayu.
Yuna "Batas jam 11"
"Siap" KBF pun pergi.
Ayu "Jangan lupa oleh-oleh" Teriak.
Bayu "Oookkkk"
Ayu "Sayang banget ama Bayu" Senyum.
Aris "APA❓❓❓" Kaget.
Yuna berdiri "Bukan apa², Ayu emang selalu begitu ama Bayu"
Aris kesal tapi dia tidak bisa apa², karna Ayu memang manja dan itu bukan hanya pada Bayu tapi pada semua, tapi pria yang paling dekat adalah Bayu.
Jamia "Lu mau kemana?" Melihat Yuna.
Eka berdiri "Yun"
Yuna melihat Eka "Hm"
Eka gugup "Ke lantai 6 yuk" Senyum.
Yuna tersenyum "(Akhirnya) ayok" Senyum.
Jamia "Gw bisa ikut ngk?" Berharap.
Yuna tersenyum "Gantian aja" Melihat Jamia "Tapi kalo lu, kita butuh Ayu" Melihat Ayu.
Ayu "Aku?!! Kenapa?" Bingung.
Jamia tersenyum "Ok"
Yuna dan Eka pun pergi.
Jessi "Sist's" Melihat Jamia.
Jamia menoleh "Hm?"
Jessi "Maybe soon dad will get married"
__ADS_1
Jamia kaget "What? What do you mean?"
Jessi "This is just my guess"
Jamia "Hahh.. " Berfikir "Who do you think that woman is?" Melihat Jessi.
Jessi "Hahh.. So much"
Jamia terkejut "Seriusly, how much?"
Julio "Tak terhingga" Melihat kedua kakanya.
Anif tertawa "Tak terhitung Julio"
Julio "That is what I mean" Senyum.
Mereka tertawa.
...****************...
Arya dan Felix pergi ke toko membeli beberapa cemilan dan minuman untuk menemani perjalanan mereka.
Sampai di teman peristirahatan pinggir jalan yang bersebelahan dengan Laut.
Arya memikirkan mobil, lalu ke luar sambil membawa minuman mereka berdua, di ikuti Felix sambil membawa makan mereka.
Mereka berdua duduk sembil melihat laut, beberapa wanita dan pria melihat mereka berdua.
Felix "(Semoga mereka ngk mikir macam²) Hah.."
Arya melihat Felix "Napa lu?" Bingung.
Felix "Lu ngk ngerasa resah gitu di liatin, kesal gw" Gelisah
Arya tertawa "Udah biasa gw, malah gw bikin apa yang ingin mereka liat" Senyum.
Felix bingung "Maksud lu?"
Arya melihat orang² yang melihat mereka "Sayangnya ini di Indonesia"
Felix tambah bingung "Ha?"
Arya tertawa "Kalo di Amerika, gw ama Al selalu keluar malam dan di liatin kynk gini tapi pikiran mereka.. " Melihat Felix, Felix juga menatap Arya penasaran "Kita berdua pasangan" Senyum.
Felix kage "Apa!!? Ew.. Jangan bilang... " Menjauhkan wajahnya.
Arya melihat Felix "Kita ciuman" Senyum
"ANJ**" Felix terkejut.
Arya tertawa keras "Tatapan mereka semua mengartikan kita pasangan cok, kalo di sini karena kita ganteng belum lagi mobil mewah itu" Menunjuk mobil Bayu.
Felix melihat mobil mereka yang terparkir sedang di liatin banyak orang, ada juga yang sedang berfoto-foto dengan mobil mereka.
__ADS_1
Felix memperbaiki duduknya "Benar juga" Melihat laut.
Mereka berdua tertawa.