
Rika duduk di kursi utama, sebelah kiri Rika ada para pria, sebelah kanannya para wanita.
Mereka semua saling memandang dan tegang.
"Rumah dan tanah ini mau di atas namakan siapa?" Tanya Rika.
Mereka memandang Kadi dan Jamia.
"Tanah ini milik keluarga Karel" Kata Rika.
Jamia terkejut, Jamia melihat Kadi mereka berdua saling memandang, Kadi tersenyum puas.
"Cih" Kata Jamia kesal sambil memalingkan wajahnya.
Teman-teman mereka tertawa kecil.
"Lalu rumah milik keluarga Valuenz" Lanjut Rika.
Bayu kesal jika mendengar nama belakang Jamia, Yuna menyadari itu.
Bayu dan Yuna saling memandang, Bayu langsung tersenyum.
"Jadi...?" Tanya Rika.
"Yun gimana?" Tanya Fredik.
"Napa gw?" Jawab Yuna.
"Lu kan emak" Kata Fredik.
"Kapan gw ngelahirin elu anjg" Jawab Yuna kesal.
Fredik kaget.
Mereka semua tertawa.
"Menurut lu gimana Yun?" Tanya Jamia.
Yuna menatap Jamia datar.
"Gw minta pendapat lu doank" Lanjut Jamia.
"Hufttt" Yuna berfikir.
"Gimana di balik aja?" Jawab Yuna.
"Maksudnya?" Tanya Rika.
"Tanah atas nama JK, rumah atas nama Al" Jawab Yuna.
"Ha? Bukannya sama aja?" Tanya Reky.
"Memang sama, tapi yang banyak memiliki hak adalah Jaken" Jawab Yuna santai.
Rika, Bayu, Jamia ,dan Eka tersenyum.
"Ha?" Kata mereka ber sembilan bingung.
"Rumah berdiri di atas tanah milik Jaken, jadi... " Jawab Yuna.
"Tapi rumah milik gw" Potong Kadi.
"Rumah ini berdiri di atas tanahnya,jika JK minta tanahnya kembali, otomatis rumah ini harus di bongkar bukan" Jawab Yuna.
Kadi terdiam, Yuna tersenyum.
"Atau mau di pindahkan?" Lanjut Yuna.
Kadi menatap Yuna lalu tersenyum bangga.
Tiba-tiba ada suara tepuk tangan dari balik pintu, mereka semua terkejut lalu melihat ke arah pintu, seseorang masuk.
__ADS_1
"Anjirr mayat hidup" Kata Yuna kaget.
"Gw masih hidup Yun" Jawab Arya.
Kadi dan Eka dengan cepat menghampiri Arya, Yuna hanya diam melihat mereka.
"Ouh,lalu kapan rencananya mau mati?" Tanya Yuna.
Mereka semua terkejut dengan pertanyaan Yuna.
Arya hanya diam.
"Yun" Tegur Eka.
Yuna berbalik.
Eka dan Kadi membantu Arya duduk.
"Aku harus bisa mengendalikan diriku" Pikir Yuna.
...----------------...
Sebelum Rika datang,Arya sudah sadar.
"Ahk" Jerit Arya.
Arya berusaha bangun,suster yang menjaga Arya membantunya.
"Apa anda perlu sesuatu?" Tanya Suster.
Arya hanya menggelengkan kepalanya.
"Saya akan memangil mereka" Lanjut Suster.
Arya menahannya.
"Baiklah" Kata Suster.
Arya pun berjalan perlahan-lahan,memutari tempat tidurnya ,di bantu oleh suster.
Hampir sejam Arya berjalan, suster membawakan makanan,dia pun makan.
Setelah itu Arya membersihkan dirinya lalu mengganti pakaian juga perbannya, lalu dia istirahat sebentar.
Rika pun datang, Arya pun keluar dari kamarnyakamarnya mencari keberadaan orang rumah.
...----------------...
Ayu berdiri.
"Maaf saya permisi sebentar" Kata Ayu.
"Ouh, iya silakan" Jawab Rika.
"Yuna, temenin aku ke kamar mandi" Lanjut Ayu manja.
Yuna tersenyum kecil.
"Ayo" Jawab Yuna.
"Permisi" Kata Yuna.
Yuna dan Ayu pun pergi, mereka berdua saling memandang lalu tersenyum.
Mereka semua melihat Yuna dan Ayu pergi.
Mereka berdua ke lantai 6.
Ayu melihat kolam renang.
"Mandi Yuk" Ajak Ayu.
__ADS_1
"Ok, kita beres² dulu" Jawab Yuna.
Mereka berdua pergi membersihkan diri lalu pergi berenang bersama.
Ayu duduk di kursi santai.
"Rumah kita besar banget ya" Kata Ayu.
"Rumah orang anjirr" Jawab Yuna.
Mereka berdua tertawa.
...****************...
Ruang rapat.
"Jadi bagaimana?" Tanya Rika.
"Tanahnya atas nama aku, Yuna dan Ayu, bagaimana menurut mu Al?" Jawab Jamia.
Kadi mengangguk.
"Lalu tanah?" Tanya Rika.
"Atas nama ku" Jawab Kadi.
"Dan Bayu" Lanjut Jamia.
"What!!?" Kata Kadi dan Bayu kaget.
Kadi dan Jamia saling memandang.
"Bagaimana kalau nama kalian semua?" Tanya Rika.
"Tanah atas nama semua perempuan dan rumah atas nama semua laki-laki" Lanjut Rika.
"Tidak" Jawab Jamia.
Jamia melihat Aris dan Anif.
"Aku tidak mengenal mereka" Kata Jamia.
"Tapi.... " Kata Kadi.
"Hanya Ayu yang mengenal mereka itu pun... " Potong Jamia.
"Gw juga kenal sama mereka" Kata Kadi.
"Tapi gw ngk, dan juga mereka punya masalah sama teman gw" Jawab Jamia.
Mereka berdua berdiri saling memandang dengan kesal.
"Al udah Al" Bujuk Aris.
"JK udah" Bujuk Eka.
Eka menelfon Yuna.
"Hola" Jawab Yuna.
"Lu di mana anjg, ini mereka mau berantem" Kata Eka.
"Apa!!" Jawab Yuna terkejut.
Yuna langsung mengambil baju mandi lalu menuju ke lift.
"Woe tunggu" Teriak Ayu.
Ayu mengambil baju mandi lalu pergi menyusul Yuna
Brakk.. (Bunyi pintu di buka dengan keras).
__ADS_1
Mereka semua terkejut lalu melihat ke arah pintu.