
Besoknya.
Ruang musik.
Ayu, Jamia, dan Reky melihat Yuna dan Bayu menyanyi Kadi yang memainkan alat musiknya.
Kadi memainkan gitar "3 2 1 tring.. "
Yuna "ANDAIKAN SAJA KAU MAU MENGERTI
TENTANG PERASAANKU SELAMA INI
YANG 'TAK MENGINGINKAN KAMU TERUS MERASA
HATI DIPENUHI RASA CURIGA"
Bayu "COBA KAU PAHAMI KEADAANKU
'KU HANYA MENGUJI KESABARANMU
TERNYATA KAU TELAH SALAH MENILAIKU
KAU TINGGALKANKU UNTUK CINTA YANG BARU"
...----------------...
Ayu "Wahh, suara mereka berdua bagus banget" Bisik ke Jamia.
Jamia "Hmm" menatap Bayu.
...----------------...
Yuna "SESUNGGUHNYA AKU 'TAK RELA MELIHAT KAU DENGANNYA
SUNGGUH HATI TERLUKA
CUKUP PUAS KAU BUAT DIRIKU MERASAKAN CEMBURU
KEMBALILAH PADAKU"
Bayu "BUKAN 'KU MENARIK ULUR HATIMU
SALAHKAH JIKA 'KU MENGHARAPKANMU?
'KU TAHU HATIMU HANYA UNTUKKU
KAU BERSAMANYA PELARIAN SEMATA" Melihat kertas lirik lagu.
...****************...
Ruang bermain PS.
Aris, Anif,Felix dan Arya fokus bermain.
Arya "sejak kapan lu suka sama Yuna" Melihat monitor dan tangan sibuk memegang kontrol game.
__ADS_1
Felix "Sejak SMP, gw yakin lu juga tau itu" fokus
Aris dan Anif saling memandang.
Arya menggertakan giginya "Hahh"
Felix melihat Arya, dia berhenti bermain.
Arya "Fokus ke permainan lu njing" Sibuk.
Felix "Apa kemarin kalian bertengkar karena itu?" Menatap Arya.
Arya "Kagak, fokus ke permainan lu bangsat, nanti kita kalah"
Felix kemabli ke permainannya tapi ekspresinya mulai berubah, Felix pun mempercepat gerakan tangannya dan fokus pada musik dalam game, mereka pun memenangkan permainan.
...****************...
Ruang musik
"SESUNGGUHNYA AKU 'TAK RELA MELIHAT KAU DENGANNYA
SUNGGUH HATI TERLUKA
CUKUP PUAS KAU BUAT DIRIKU MERASAKAN CEMBURU
KEMBALILAH PADAKU" Bayu dan Yuna saling memandang.
Ayu dan Jamia berdiri sambil bertepuk tangan
Ayu "Woahhh, Marvelous, Marvelous" Tepuk tangan
Mereka semua tertawa kecil.
Reky "Kita bisa cari uang dengan suara kalian"
Yuna "Maksud lu apaan Asw" Kesal.
Mereka semua tertawa.
...****************...
Arya "Yeaaa memang, hahaha.. Ha. Ha" Melihat Felix yang sedang menatap Arya.
Arya "Lu kenapa liatin gw gitu amat" Melihat Felix.
Felix berdiri dan langsung keluar.
Arya "Lu mau kemana?" Melihat Felix yang keluar.
Anif ingin mengejar Felix tapi di tahan Aris.
Aris "Lu aja yang kejar Rya" Melihat Arya.
Arya "Emang niat gw kynk gitu" Berdiri lalu menyusul Felix.
__ADS_1
Anif "Gw khwatir"
Aris "Gw juga tapi mau gimana lagi, besok pagi kita harus kembali ke Amerika, mereka harus menyelesaikan masalah ini"
"Hahh" Anif berfikir "Ayo main lagi" Melihat Aris.
Aris tersenyum "Ayok"
Mereka berdua bermain lagi.
...----------------...
Felix menuruni tangga ke lantai 1 "Hahh" Duduk "(Jadi kemarin mereka bertengkar karena itu, hahh)" Memegang kepala.
Arya mencari Felix "(Dia kemana sih?)" Habis dari lantai 6.
Fredik "Lu ngapin di situ?" Melihat Felix.
Felix melihat Fredik "Keluar Yuk" Senyum.
Fredik "Kemana?"
Felix "Kemana aja"
Fredik "(Dia punya masalah ya) Ok"
Arya "Ketemu" Muncul di belakang Fredik.
Fredik terkejut "Apaan sih lu, kaget gw"
Arya "Hah" Memperbaiki rambutnya "Minggir" Mendorong Fredik.
Fredik "Wah orang tua ini"
Arya berbalik "Siapa yang lu bilang tua" Tajam
Fredik "Lah siapa lagi yang tua di sini, kalo bukan lu ORANG TUA" Memperjelas.
Arya "Hahh, lu emang jago bikin orang emosi ya" Kesal
Felix "(Emang dia selalu bnyak mulut gini?)" Kaget melihat Arya yang banyak bicara.
Fredik mengangkat kedua bahunya sambil tersenyum puas.
Tiba-tiba...
Fredik "Ahkkkkk , yakkkkk sakit bangsatttt" Menunduk kebawah karena rambutnya di tarik Arya ke bawah.
Felix berdiri "Ohh" Kaget.
Arya tersenyum puas "Inilah ajaran dari para wanita" Melepaskan rambut Fredik dengan mendorongnya, lalu Arya lari ke atas.
Fredik melihat Arya lari dia pun mengejar Arya "Woe orang tua kesini lu" Teriak.
Arya "Woe Lix, urusan kita belum selesai" Teriak dan terus berlari.
__ADS_1
"Hahh" Felix masih terkejut dengan pemandangan tidak biasa dari Arya "Itu beneran dia" Bingung.