KISAH KAMI.

KISAH KAMI.
Jamia Ara Kenzi Valuenz


__ADS_3

"Jangan dulu sekarang deh" Kata Yuna pelan.


"Maaf tapi aku beneran belum siap" Lanjut Yuna.


Yuna berdiri untuk mengambil minuman.


"Kita kan hanya nanya tentang Al" Jawab Jamia.


Yuna berhenti.


"Sebelum bertemu dengan Al, gw bertemu orang lain dulu" Jawab Yuna.


Ketiga temannya terdiam.


"Gw juga belum siap" Pikir Ayu.


Mereka pun tidak melanjutkan permainan mereka, Bayu menyimpan botol itu di kamarnya.


Yuna berdiri di dekat jendela yang ada di atas, Ayu memperhatikan Yuna dari belakang.


Bayu dan Jamia di bawah sedang menonton tv.


"Hufttt" Ayu mendekati Yuna.


Ayu mengirim pesan pada Bayu dan Jamia di bawah untuk ke atas.


"Kita cerita yuk" Kata Ayu.


Yuna melihat Ayu yang sudah di depannya.


"What?" Tanya Yuna bingung.


Bayu dan Jamia naik, Yuna melihat Jamia dan Bayu.


Mereka bertiga saling memandang sedangkan Ayu duduk di jendela.


"Kenapa?" Tanya Jamia pelan.


Yuna mengangkat kedua bahunya.


Mereka bertiga melihat Ayu yang sedang melihat langit.


"Aku pernah jadian dengan Aris" Kata Ayu.


"Apa!!" Jawab Ketiga temannya terkejut.


Ayu tersenyum kecil, lalu melihat Yuna.


"Di antara Al dan laki-laki itu siapa yang kau suka?" Tanya Ayu.


Yuna terdiam.


"Gw, Aris, Anif dulunya sahabatan, kita tumbuh bersama, yahh beda setahun sih" Lanjut Ayu.


Ayu melihat langit lagi.


Ketiga temannya terdiam.


"Seharusnya gw ngk ungkapin perasaan gw ke dia" Lanjut Ayu.


Ketiga temannya menatap Ayu.


"Sehar.... " Kata Ayu.


"Arya" Potong Yuna.


Ketiga temannya melihat Yuna.


"Arya Kamandanu, adalah sahabat gw dan juga cinta pertama gw" Lanjut Yuna sambil tersenyum.


Yuna melihat Ayu, ketiga temannya terkejut.


"Arya adalah jembatan gw bisa bertemu dengan Al" Lanjut Yuna lagi.


Ayu tersenyum, Bayu dan Jamia mengangguk.


"Lalu Eka?" Tanya Jamia.


"Eka dan Arya itu tetangga gw, so kita udah temenan dari kecil" Jawab Yuna.


Ketiga temannya mengangguk.


Yuna mengabil ponselnya, lalu memperlihatkan foto seseorang pada Jamia.


Jamia terkejut melihat foto yang di perlihatkan Yuna,Jamia tersenyum.


Bayu juga melihat foto, Bayu menatap Yuna.


"Kenapa Yuna bisa punya foto pria itu? Apa hubungan Yuna dengannya?" Pikir Bayu resah.


"My father" Jawab Jamia.

__ADS_1


"Really!!" Kata Yuna terkejut lalu melihat Jamia.


Batu terkejut lalu menatap Jamia.


Jamia mengangguk sambil tersenyum.


"Siapa? Mana?" Tanya Ayu.


Ayu langsung berdiri dan melihat foto di ponsel Yuna.


"Waah ganteng" Kata Ayu.


"It's really you father!!?" Tanya Ayu.


Jamia mengangguk, Bayu menatap Jamia.


Ayu membandingkan foto ayah Jamia dan Jamia.


"Sedikit mirip sih" Kata Ayu.


Jamia tertawa kecil, ekspresi Bayu mulai berubah tidak suka.


"But.. Your Name?" Tanya Bayu.


"Ouh, aku menghilangkannya" Jawab Jamia.


"What" Kata ketiga temannya bingung.


Jamia tertawa kecil.


"Jack Ara Valuenz" Kata Bayu.


Jamia terkejut.


"You know!?" Kata Jamia kaget, Jamia tersenyum.


"Course" Jawab Bayu datar.


Jamia tertawa kecil.


"Jamia Ara Kenzi Valuenz, tapi Valuenz nya ku hapus" Kata Jamia.


Bayu dan Yuna terkejut.


"Why, nama itu keren loh" Kata Ayu.


Jamia melihat Ayu sambil tersenyum kecil.


"Yaaa" Jawab Jamia sambil mengangguk.


"Emang bapaknya Jamia kenapa?" Pikir Ayu bingung.


"Bukti" Kata Yuna sambil meminta bukti pada Jamia.


"Kenapa Yuna dan Bayu kaget ampe segitunya?" Pikir Ayu.


Jamia tersenyum.


"Pantas saja dia tau tentang dunia bawah" Pikir Bayu.


Jamia memberikan ponselnya yang berisi fotonya bersama ayah dan ibunya.


Ketiga temannya melihat foto Jamia.


"Oh God" Kata Yuna.


"Beneran bapaknya" Lanjut Yuna masih terkejut, Yuna memperlihatkan pada Ayu dan Bayu foto Jamia dengan Ayahnya.


Bayu memalingkan wajahnya.


"Tidak mungkin, aku menyukai.... " Pikir Bayu mulai kesal.


"Sudah setahun kita berteman" Kata Yuna.


"Kamu tidak memberitahu kita tentang ini" Lanjut Bayu keras, sambil memperlihatkan foto Jamia bersama ayahnya.


Ketika temannya terkejut.


"Your's don't asking me" Jawab Jamia pelan.


Ayu melihat ketiga temannya bingung.


"Emang Ayahnya kenapa?" Tanya Ayu.


Ketiga temannya melihatnya,


"Hahhh, goblok" Kata Yuna dingin.


Bayu memalingkan wajahnya dengan kesal.


"Anjirr, gw gagal paham" Jawab Ayu.

__ADS_1


Jamia tertawa kecil, Jamia melihat Bayu.


"Ada apa dengannya?" Pikir Jamia.


Mereka pun pindah ke ruang tengah.


Ketiga teman Jamia masih fokus pada foto Jamia.


Sambil melihat foto Jamia, Ayu dan Yuna mengajukan banyak pertanyaan pada Jamia, semua tentang Jamia, mereka sampai melupakan masalah Yuna dan cerita Ayu.


Ayu mencari tentang Ayah Jamia di google dan youtube, lalu mendengar cerita Yuna dan Jamia Ayu pun paham siapa Ayah Jamia.


"Anjirr, teman gw anak konglomerat" Pikir Ayu.


Jamia hanya tertawa meliat wajah terkejut Yuna dan Ayu,sedangkan Bayu hanya diam.


"Aku ingin pulang" Pikir Bayu.


Mereka menghabiskan seharian di gudang tua itu dengan mendengar cerita Jamia sampai Jam 5,sedangkan Bayu fokus ada ponselnya.


Ayu dan Yuna,tidak ada hentinya terkejut dengan cerita Jamia.


Sampai jam 7 mereka makan bersama lalu selesai makan mereka membersihkan gudang tua itu, Jam 9 mereka pun kembali ke rumah mereka masing-masing.


Sampai mereka pulang pun Bayu hanya diam, dia berbicara pun tidak seperti biasanya.


Jamia sampai di rumahnya.


Saat Jamia sampai di rumahnya dia senyum² sendiri, pembantunya yang melihatnya pun binggung.


"Sepertinya ada hal baik terjadi" Pikir Bi Ija sambil tersenyum.


"I'm back" Kata Jamia.


"Welcome baby" Kata Ibunya.


"Mom, you in home?" Tanya Jamia bingung melihat ibunya ada di rumah.


"Ya, i'm lazy in the office so i back home" Jawab Ibunya sambil minum jus lemon.


"Your work?" Tanya Jamia.


"In my room" Jawab Ibu Jamia.


Jamia mengangguk.


"Ok, i go to my room" Kata Jamia.


"Makan malam?" Tanya Ibu Jamia.


"I'm full" Jawab Jamia.


"Ouh ok" Jawab Ibu Jamia.


"Good night mom" Kata Jamia.


"Good night darling" Jawab Ibu Jamia.


Kamar Jamia.


"Huftt" Jamia menaruh tasnya lalu dia duduk di depan komputer.


Jamia melihat fotonya bersama ketiga temannya, fokus Jamia tertuju pada Bayu.


"Kenapa ya dengan Bayu?" Pikir Jamia sambil menyalakan komputernya.


"Dia banyak diam tadi" Pikir Jamia sambil melihat e-mail yang di kirimkan ayahnya.


...****************...


Ruang kerja Bayu.


Bayu sedang berdiri di balkon di ruang kerjanya sambil merokok.


"Huftttt" Bayu melihat langit malam.


"Ternyata dunia ini sangat kecil" Pikir Bayu sambil mengisap rokoknya.


"Hufttt" Bayu melihat ke bawah.


Ketiga sepupu Bayu melihat Bayu berdiri di balkon sambil merokok.


"Apa dia sedang merokok?" Tanya Reza.


"Ya, sepertinya begitu" Jawab Erik.


" Dia merokok lagi!!" Kata Ronald.


Reza dan Erik mengangguk.


"Sesuatu terjadi" Pikir Mereka bertiga.

__ADS_1


__ADS_2