KISAH KAMI.

KISAH KAMI.
Bab 42. Bertengkar Hebat.


__ADS_3

Sampai di kamar Eka.


Kadi duduk di meja makan Eka mengambil P3K, lalu duduk di depan Kadi, Arya berdiri di pintu.


Kadi melihat Eka bingung.


"Mau apa?" Tanya Kadi.


"Tangan" Kata Eka.


Kadi menggerakkan tangannya.


"Ahk" Jerit Kadi.


Eka mengambil tangan Kadi dengan pelan.


"Sejak kapan?" Kata Kadi sambil melihat tangannya.


Eka mulai mengobati tangan Kadi, saat mau di perban Arya keluar sambil berlari,Eka dan Kadi kaget.


"Mau kemana dia?" Tanya Eka.


"Sial, jangan bilang dia mau kejar Yuna" Kata Kadi.


"Ha?!!" Kata Eka.


Belum selesai Eka membalut luka Kadi, Kadi sudah pergi menyusul Arya.


"Woe tunggu belum selesai" Teriak Eka.


"Sial" Kata Eka.


Eka pun pergi mengejar kedua temannya.


Mereka turun melewati tangga.


Yuna sudah sampai di depan.


Yuna mencoba tenang, dia memperbaiki riasan nya agar tidak di ketahui oleh Bayu.


Kadi dan Arya sampai di depan,mereka berdua tepat di belakang Yuna.


Kadi menahan Arya.


"Lu mau ngapain?" Tanya Kadi.


Mereka berdua melihat Yuna.


Arya melepaskan tangannya.


"Ahk,Anji**" Jerit Kadi.


Kadi menahan Arya memakai tangannya yang luka.


"Yuna" Panggil Arya sambil memegang tangan Yuna.


Yuna kaget.


"Ha!?" Kata Yuna.


Arya memegang tangan Yuna kuat.


Yuna berusaha melepaskan tangannya.


"Ini gw Arya" Kata Arya keras.


"Iya, gw tau" Jawab Yuna kaget.


"Gw sahabat lo" Kata Arya.


Arya maju mendekati Yuna.


Yuna mundur.


Kadi menghampiri mereka.


"Iya" Jawab Yuna.


Arya memang kedua pundak Yuna.


"Terus kenapa lu kynk gini" Kata Arya.


Yuna kaget.


"Ar" Kata Kadi sambil menahan tangan Arya.


"Lu kenapa sih?" Tanya Yuna.


"Seharusnya gw yang nanya" Kata Arya keras.


Yuna dan Kadi melihat tingkah Arya terkejut.


"Kenapa lu ngehindarin gw, kita baru bertemu Yun" Kata Arya.


Arya memegang bahu Yuna kuat.


"Ahk" Jerit Yuna.

__ADS_1


Kadi mendengarnya.


"Lepas Ar" Kata Kadi sambil menahan tangan Arya.


"Kenapa lu cuekin gw" Kata Arya.


Remasan Arya makin kuat.


"Ar, lepas sakit" Kata Yuna.


"Ar lepas" Kata Kadi sambil memegang lengan Arya.


"Minggir" Kata Arya sambil mendorong Kadi.


"Kenapa lu berubah Yun?" Lanjut Arya sambil menatap Yuna tajam.


Yuna menahan sakit.


"Ar, sakit Ar" Kata Yuna berusaha melepaskan diri dari Arya.


"Arya" Teriak Eka.


Eka melepaskan tangan kiri Arya yang memegang Yuna dan...


Plak.


Eka menampar Arya.


Yuna dan Kadi kaget.


"Lu gila ya" Kata Eka marah.


Arya melihat Eka marah.


"Gw nanya doang, kenapa dia kynk gitu ke gw" Kata Arya kesal.


Teman-teman Yuna datang dan melihat mereka bertengkar.


"Seharusnya dia yang nanya kynk gitu ke lo anj**" Jawab Eka marah.


Arya melihat Eka.


"Lu ngilang, ngk pernah ngasih kabar ke dia selama 3 tahun, tiba-tiba lu datang dan nanya kenapa dia kynk gitu ke lo, emang lu ngk sadar diri" Kata Eka marah.


"Ka... " Panggil Yuna pelan.


Arya terdiam.


"Bangsat, Anji** lo" Kata Eka sambil mendorong Arya.


"Ka" Panggil Yuna sambil memegang bahu Eka.


"Telfon, ngechat dia aja lu ngk pernah,tiba-tiba lu datang dan.." Lanjut Eka.


Kadi memegang bahu Yuna.


"Ahk" Jerit Yuna.


Arya dan Eka melihat Yuna.


"Are you ok?" Tanya Kadi.


Yuna menahan sakit.


"Yun" Panggil Arya pelan.


Teman-teman Yuna menghampiri mereka.


Bayu memakaikan jaket pada Yuna.


"Guys" Kata Yuna kaget.


"Ayo pergi" Ajak Bayu pelan.


"Beraninya lu sentuh dia" Kata Arya marah.


"Stop Ar" Kata Yuna.


"Cukup" Kata Yuna dingin.


Arya terdiam.


"Yun... " Kata Arya.


"Al, Ka, gw balik dulu" Kata Yuna pelan.


"Hmm hati-hati" Kata Eka.


"Gw titip dia ke kalian" Kata Kadi.


Bayu menatap mereka dingin, Bayu membawa Yuna pergi.


Arya mau menyusulnya tapi di tahan oleh Eka.


Eka melihat Arya dengan marah.


"Kami pergi dulu" Kata Ayu pamit.

__ADS_1


Eka dan Kadi mengangguk.


"Ka" Panggil Arya pada Eka sambil mencoba melepaskan tangannya.


Yuna dan teman-temannya pergi.


Eka membawa Arya kembali ke asramanya.


Arya dusuk di sofa.


"Bangsat, lu kenapa sih hahh" Kata Eka marah.


Kadi melanjutkan mengobati lukanya sendiri sambil menatap Arya dengan dingin.


Arya terdiam


"Gw.. Gw.. " Kata Arya.


"Gw apa hahh" Kata Eka sambil mendorong Arya.


"Maaf" Kata Arya.


"Gw rindu dia Ka" Kata Arya sambil melihat Eka dengan ekspresi sedih.


"Terus ngapain lu nyakitin dia" Kata Kadi.


"Gw.... Gw ngk trima dia ngehindarin gw" Jawab Kadi.


"Terus kelakuan lo slama ini apa sama dia" Kata Eka marah.


"Lu ngk pernah ngabarin dia" Lanjut Eka.


"Lu tau kan alasan gw" Jawab Arya.


"Tapi dia ngk tau alasan lo" Kata Eka.


"Gw ngk mau dia kena masalah gara-gara gw" Jawab Arya.


"Lu ngk nganggap gw" Kata Kadi.


Arya melihat Kadi.


"Lu juga tau siapa teman-temannya kan" Lanjut Kadi.


Arya terdiam sambil memalingkan wajahnya.


"Sekarang gimana?" Kata Eka.


"Seharusnya lu ngk usah balik" Lanjut Eka.


Kadi dan Arya kaget sambil melihat Eka.


Eka menangis.


Kadi berdiri di ikuti oleh Arya.


"Kalo gw tau lu cuman bikin rusuh, seharusnya lu ngk usah balik" Kata Eka sambil menghapus air matanya.


"Ka" Kata Kadi.


"Kita baik-baik saja saat ngk ada lo" Kata Eka.


Kadi menghampiri Eka.


Arya memalingkan wajahnya sambil menahan untuk tidak menangis.


"Gimana gw ketemu dia nanti" Kata Eka keras sambil menangis.


"Lebih baik lu ngk usah balik kalo cumn mau nyakitin dia" Kata Eka.


Arya melihat Eka.


"Gw.. " Kata Arya.


"Emang lu belum puas nyakitin dia dengan ngk memberi kabar selama 3 tahun" Potong Eka.


"Gw ngk bermaksud" Jawab Arya.


"Tapi nyatanya lu nyakitin diaaa" Teriak Eka.


"Ka, udah Ka" Kata Kadi menenangkan Eka.


"Huft" Arya memalingkan wajahnya.


Kadi memeluk Eka.


"Kita harus ngapain Al" Kata Eka sambil menangis dalam pelukan Kadi.


Eka mengingat masa kecil mereka.


Arya menghapus air matanya.


"Sorry" Kata Arya.


Kadi memenangkan Eka.


Eka duduk di sebelah kadi,tapi membelakangi Arya sambil meletakkan kepalanya di bahu Arya

__ADS_1


__ADS_2