KISAH KAMI.

KISAH KAMI.
Kemarahan Yuri.


__ADS_3

Bayu dan lainnya sampai, Eka dan Ronald langsung menghampiri mereka.


Eka langsung memeluk Kadi dan Arya.


"Gimana ketemu?" Tanya Ronald.


Eka melepaskan pelukannya, lalu menatap mereka dengan penuh harap.


Bayu, Arya, Jamia dan Kadi terdiam dengan ekspresi kesal.


"Udah" Jawab Reza.


"Terus?" Tanya Ronald.


"Dia langsung bunuh diri" Jawab Reza.


"What?!!" Kata Ronald dan Eka kaget.


Bayu dan lainnya emosi.


"Yuna?" Tanya Jamia.


"Yuna sudah di pindahkan" Jawab Ronald.


Mereka menuju ke ruang Yuna.


Yuri melihat ketiga teman lama Yuna.


"Kak" Panggil mereka bertiga.


Yuri menatap mereka dengan marah.


"Dia baik² saja" Kata Rendi.


Semua orang melihat dokter.


"Apa lukanya parah?" Tanya Yuri.


"Aku sudah mengobatinya" Jawab Rendi.


"Jawab gw, APA LUKANYA PARAH?" Kata Yuri dengan suara bergetar.


"Tenang" Jawab Rendi sambil menatap tajam Yuri.


"Gimana bisa gw tenang, yang di dalam adik gw dan gw ngk tau dia luka karna apa'' Kata Yuri marah sambil menatap Rendi tak kalah tajam.


Rendi terkejut dengan tatapan Yuri.

__ADS_1


Yuri sangat menyukai Rendi, tapi Rendi tidak.


"Dok" Panggil Lisa pada Yuri.


Lisa teman Yuri tapi dia seorang suster.


"Minggir" Kata Yuri sambil mendorong Rendi.


Yuri masuk ke dalam.


"Yuri" Panggil Rendi.


Rendi ikut masuk ke dalam, dua suster berjaga di luar.


Yuri terhenti, Rendi juga terhenti di sebelah Yuri.


"Apa yang terjadi padanya Ren?" Tanya Yuri pelan.


Yuri mendekati Yuna, Rendi mengikutinya dari belakang.


"Dek, itu bukan kamu kan" Pikir Yuri yang mulai menangis.


Yuri sampai di kasur Yuna.


Tubuh Yuri bergetar, Yuri menangis.


"Kamu kenapa dek?" Kata Yuri sambil menangis.


Yuri melihat Rendi, pandangan mereka bertemu.


Yuri memegang lengan Rendi.


"Dia kenapa Ren? Apa yang terjadi ama adik gw Ren?" Tanya Yuri.


Tangan Yuri gemetar sambil meremas lengan Rendi.


Rendi mengambil tangan Yuri, lalu dia menggenggamnya.


"Dia tertembak" Jawab Rendi pelan.


Yuri terkejut.


"Tem.. Tembak" Kata Yuri.


Yuri melihat Yuna, Rendi melepaskan tangan Yuri pelan.


Yuri duduk di kursi, lalu memegang tangan adiknya dengan gemetar.

__ADS_1


"Seharusnya kakak melarang kamu bergaul lagi dengan mereka" Kata Yuri sambil menunduk.


"Seharusnya gw dengerin kata kak Yudha" Pikir Yuri.


Saat Yuna di kejar oleh beberapa mafia karna di sangka Yuna adalah anak dari ayahnya Kadi, Yudha sudah melarang Yuna berteman dengan mereka, tapi Yuri membantahnya, Kadi juga sudah berjanji itu tidak akan terjadi lagi sampai Kadi pergi mengurus orang² yang menargetkan Yuna.


"Biarkan dia istirahat dulu" Kata Rendi.


Rendi memegang pundak Yuri.


Yuri mengangkat wajahnya, Yuri menghapus air matanya, Tiba-tiba ponselnya berdering.


Yuri melihat ponselnya, Yuri terdiam.


Rendi melihat panggil masuk di ponsel Yuri yang bertuliskan K'Yudha🥴.


Yuri menangis lagi, Yuri tidak berani menjawab.


"Aku harus bilang apa?" Pikir Yuri sambil menunduk.


Rendi mengambil ponsel Yuri, Yuri terkejut.


"Hallo" Jawab Rendi.


"Hallo, ini siapa?" Tanya Yudha.


"Saya dokter Rendi teman pemilik ponsel ini" Jawab Rendi.


Yuri berdiri, Rendi mengisyaratkan diam pada Yuri, Yuri menggelengkan kepalanya.


"Ah, di mana Yuri?" Tanya Yudha.


"Yuri sedang mengontrol pasiennya" Jawab Rendi.


"Ah baiklah, jika Yuri sudah kembali tolong sampaikan padanya hubungi saya kembali" Kata Yudha.


"Baik, saya akan sampaikan" Jawab Rendi.


"Terima kasih" Kata Yudha.


Yudha mematikan ponselnya.


Rendi mengembalikan ponsel Yuri, Yuri mengambil ponselnya.


Yuri pergi keluar dengan marah, Rendi mengejarnya.


Yuri membuka pintu,mereka semua terkejut.

__ADS_1


Yuri mengepalkan tangannya, lalu melihat teman Yuna satu persatu.


Ketiga teman lama Yuna takut, mereka mundur kebelakang.


__ADS_2