
Besoknya.
Eka Dan Eisha Melayani Ayah Mereka, Dengan Menyediakan Makanan Untuk Abizar. Eka Menyiapkan Tempat Makan Dan Minumnya Sedangkan Eisha Yang Memasak.
Kedua Ibu Mereka Yang Melihat Itu Pun Terharu,Ibu Eka Tidak Henti-hentinya Berdoaa Dalam Hatinya. Asker Dan Edis Masih Bingung , Sedangkan Yuna Dan Lainya Tersenyum Melihat Ayah Dan Kedua Anak Perempuan Yang Berinteraksi Dengan Canggung.
Eka Dan Eisha Duduk Di Sebelah Kakan Dan Kiri Abizar.
"Ayo Makan Ayah, Ini Eisha Yang Masak" Ujar Eisha Sambil Melihat Abizar.
"Benar Dan Eka Yang Menyiapkan Alat Makanannya" Senyum
"Aku Tau" Canggung.
Yuna Menahan Tawanya,Abizar Melihat Yuna
"Apa Ada Yang Lucu?" Tanya Abizar Sambil Menatap Yuna
"Ya?" Yuna Terkejut
Semua Orang Melihat Yuna, Yuna Melihat Mereka. Yuna Mengambil Ponsellnya
"Yuna Permisi, Mama Menelfn" (Bohong)
Yuna Berdiri Dari Tempat Duduknya.
"Halo Ma, Iya Ma,Yuna Baik-baik Aja Kok" Melirik Ke Belakang, Berjalan Cepat
Mereka Semua Tertawa Melihat Tinggkah Yuna.
"Paman Bisakah Kami Makan Di Sana?" Tanya Jamia Sambil Melihat Ke Arah Yuna Pergi
"Kenapa? Makan Di Sini Saja" Jawab Abizar
"Tapi Makanan Yuna" Bayu Melihat Makanan Yuna.
"Nanti Juga Dia Kembali" Ujar Abizar Datar.
"Pamann" Manja Jamia
"Haaa,Baiklah" Jawab Abizar.
Mereka Semua Terkejut Abizar Menjetujui Permintaan Jamia. Abizar Sangat Tidak Suka Makan Terpisah-pisah
"Terima Kasih Paman" Jamia, Bayu Dan Ary Berdiri Menyusul Yuna, Bayu Tidak Lupa Membawa Makan Yuna. Pelayan Pun Membantu Mereka Membawa Makanan Yang Lain.
"Semangat" Bisik Arya Pada Kadi
Kadi Menganguk Sambil Tersenyum.
"Ayahmu Kalah Dengan Sikap Manja" Bisik Ibu Kedua Eka
"Hee, Benarkah?" Eka Terkejut
"Siapa Suruh Kamu Pake Acara Ngambek Lalu Pergi Ke Indonesia Sampe Ngak Pulang-pulang"
"Yee, Aku Kan Marah Sama Ayah. Kata-kata Ayah Waktui Itu Buat Aku Sakit Hati"
"Jika Kamu Bersikap Manja Pada Ayah Mu Pasti Dia Akan Luluh"
"Siap,Akan Selalu Eka Lakukan. Terima Kasih Ma"
Ibu Kedua Eka Terkejut Dengan Panggilan Yang Di Lontarka Eka Padanya.
"Kenapa? Anda Kan Ibu Eka Juga. Umi" Melihat Ke Rah Ibunya
"Mama" Melihat Ibu Yang Di Sampingnya.
Ibu Ke Dua Eka Tidak Sanggup Menahan Air Mata, Dia Menunduk
"Oh" Eka Terkejut.
Mereka Semua Melihat Ke Arah Eka Dan Ibu Keduanya.
"Maaf Kalo Ngak Suka Eka Manggil Gitu" Membujuk
"Bukan Itu" Mencoba Menenangkan Diri
"Lalu?"
__ADS_1
Ibu Eka Tertawa Kecil
"Dia Terharu Itu" Ujar Ibu Eka.
"Ha? Ahh, Bikin Takut Aja" Eka Mememluk Ibu Keduanya.
"Putriku" Panggil Ibu Kedua Eka Yang Juga Membalaas Pelukan Eka.
Selesai Makan, Abizar, Eisha ,Dan Kedua Istrinya Siap Untuk Pergi Bekerja. Ibu Eka Seorang Fasion Lalu Ibu Keduanya Seorang Makeover.
"Yuna" Panggil Abizar
"Iya Paman" Yuna Menghampiri Abizar.
"Katakan Pada Ibu Dan Ayahmu Sudah Waktunya"
"Ha?"
"Katakan Saja Pada Mereka Begitu"
Abizar Mengulurkan Kedua Tangannya Pada Kedua Istrinya,Saat Ibu Eka Mau Meraih Tangan Abizar Eisha Mendahuliunya,Tangan Abizar Yang Satunya Lagi Di Raih Eisha.
"Ayo Kita Pergi Ayah" Ujr Eisha Sambil Mengandeng Lengan Abizar.
Eisha Membawa Abizar Pergi, Mereka Semua Menahan Tawa Melihat Eisha.
"Ekaa Ikuttt" Teriak Eka
Mereka Semua Terkejut.
"Kamu Mau Apa Ikut?" Tanya Eisha
Eka Mengandeng Tangan Abizar Satunya,
"Ikut Aja"
"Iya Untuk Apa?" Tanya Eisha.
"Ya Ikut Aja Gitu" Jawab Eka
"Kita Tu Mau Kerja, Bukan Main"
"Kamu Kan Ngak Paham Bisnis" Ujar Eisha
Eka Terdiam
"Itu..Eka Akan Belajar"
Abizar Melihat Kedua Anaknya Yang Sedang Berdebat Tapi Tanganya Masih Tetpa Di Gandeng Kedua Anak Perempuannya Sambil Tersenyum.
"Bukannyaa Kau Mau Belajaar Kedokteran?"
Mereka Semua Melihat Eka Yang Terdiam
"Itu...Eka Akan Belajar Keduanya"
Abizar Menahan Tawanya.
"Kamu Ngak Akan Bisa,Jadi Gila Kamu Nanti"
"Bisa"
"Tidak"
"Bisa"
"Tidak"
"Hentikan Kalian Bedua" Abizar Menghembuskan Nafas Kasarnya.
Tiba-tiba Eka Memeluk Abizar,Setelah Mememeluk Eka Melihat Ayah Dan Kedua Ibunya.
"Setelah Selesai, Mari Kita Bicara" Ujar Eka.
"Itu Akan Sangat Panjang" Jawab Abizar.
"Kita Punya Banyak Waktu" Ujar Eisha.
"Benar, Kami Juga Mau Mendengarnya" Lanjut Asker.
__ADS_1
Mereka Semua Melihat Asker.
"Kalo Begitu Yuna Akan Kembali Ke Idonesia"
"Apa Kenapa?" Tanya Eisha Kaget
"Saya Tidak Mau Jadi Pajangan" Jawab Yuna
"Benar, Kami Juga" Ujar Jamia.
"Al Juga Mau Pulang Dulu,Untuk Mempersiapkan Semua"
"Mempersiapkan Apa?" Tanya Yuna
"Iya,Katakan Pada Ayahmu Salam Dariku" Jawab Abizar Pada Akdi.
Mereka Semua Terkejut.
"Baik Paman" Jawab Kadi.
"Lampu Hijau" Bisik Arya.
"Lalu Yuna"
"Iya Paman?"
"Katakan Pada Rang Tuamu Yang Ku Katakan Tadi"
"Baik"
Abizar Dan Lainya Pergi Ke Kantor , Yuna Dan Lainya Bergi Ke Kamar Masing-masing Mengatur Pakaian Mereka.
Tok..Tok..Tok..
"Yun" Panggil Eka Takut.
"Hmm" Jawab Yuna Sibuk Dengaan Pakaiannya
"Maaf" Ujar Eka.
Jamia Dan Lainya Memantau Dari Luar Kamar.
"Saat Kalian Menikah Lagi,Hilangkan Sikapmu Sperti Itu Eka"
"Baik, Itu Tidak Akan Terjadi Lagi"
"Mau Itu Dari Keluargamu Atau Suami Ku Kelak,Jangan Seperti Itu"
"Baik, Maaf"
"Jika Bukan Karna Mengingat Pesan Orang Tua Ku Dan Permintaan Paman,Aku Mungkin Sudah Menaparmu Dan Menjambakmu"
Mereka Semua Terkejut, Sedangkan Eka Membeku Tidak Berani Menjawab Yuna, Dia Hanya Menunduk Diam
"Seharunya Kau Datang Padaku Yang Menaynakan Semuanya"
"Itu, Aku Datang Tapi..."
"Tapi?"
"Aku Harus Mengumpulkan Keberanian Diri Dulu, Karna Aku Tau Kau Pasti Sangat Marah" Jawab Eka Takut
"Lalu?" Tanpa Melihat Eka
" Itu,,,Aku Dan Kak Eisha Mencarimu Malamnya ,Lalu Ayah..."
"Seharusmya Kau Harus Lebih Cepat Dari Ayahmu"
"Ma-maaf" Menunduk
Yuna Berhenti Dari Aktifitasnya Membersikan Barangnya Lalu Melihat Eka Yang Sedang Menunduk Menahan Tangis.
"Sejujurnya,Aku Mulai Merasa Kesal Padamu Dari Awal. Saat Kau Menjawab Semua Perkataan Ku Dan Kak Eisha Dengan Kasar, Belum Lagi Tambah Dengan Ayahmu. Sikapmu Kepada Sudara Laki-lakimu Aku Sangat Kesal Padamu,Sangat Marah Padamu Tapi Aku Menahanya"
Mereka Semua Terdiam
"Hufttt" Yuna Berbalik Melanjutkan Aktifitasanya.
"Maaf Yun" Eka Mendekati Yuna.
__ADS_1
"Huft" Yuna Pun Memeluk Eka.