KISAH KAMI.

KISAH KAMI.
Yuna Belum Sadar.


__ADS_3

Seminggu kemudian.


Yuna belum juga sadar.


Keluarga dari pihak ibu dan ayah Yuna selalu bergantian menjenguk Yuna, begitu juga dengan para murid ayahnya.


"Dok, anda bilang lukanya tidak terlalu dalam, tapi kenapa Yuna belum bangun juga?" Tanya Ibu Yuna khawatir.


Dokter melihat monitor, detak jantung Yuna naik begitu tinggi lalu turun lagi dengan cepat.


"Pasien mengalami syok karena tembakan yang tiba-tiba" Jawab Rendi.


"Hahh" Ibu Yuna terduduk.


Ayah Yuna menguatkan Ibu Yuna.


Yuri memegang tangan Rendi, Rendi melihat Yuri.


"Sudah, jangan di teruskan Dok" Kata Yuri pelan.


Yuri mencoba kuat untuk ibu dan Ayahnya.


Yuri keluar dari ruangan.


"Saya permisi" Kata Rendi mengikuti Yuri.


Yuri membuka pintu, tepat di depannya ada Yudha yang matanya merah habis menangis.


Yuri menatap mata kakaknya itu, air mata Yuri pun jatuh.


Yudha menarik Yuri ke pelukannya.


"Tenangkan dirimu" Kata Yudha sambil menepuk-nepuk pundak Yuri.


Pandangan Yudha dan Rendi bertemu, mereka berdua saling memberi hormat (menundukkan kepala), Rendi pergi.


Wali kelas Yuna datang menjenguk, otomatis Bayu, Ayu dan Jamia ikut.


Ayu dan Jamia menangis, Bayu menahan air matanya agar tidak jatuh.


Bayu melihat Ibu Yuna yang sedang di pelukan Ayah Yuna.


Eka, dan lainnya juga datang tapi mereka tidak masuk, mereka memberanikan diri menghampiri Yuri dan Yudha.


Mereka menceritakan kejadian yang terjadi pada mereka pada Yudha dan Yuri, tapi Yuri harus pergi karena harus menyelesaikan dinasnya.

__ADS_1


Arya memberikan rekaman CCTV mereka saat berada di rumah besar, dan yang terjadi pada Yuna sebelum insiden penembakan terjadi.


Yudha tertawa kecil melihat kelakuan adiknya itu, dan juga bangga pada adiknya, bagaimana dewasanya dan kekanakan Yuna saat menyelesaikan masalah yang terjadi pada mereka.


Kadi berlutut di depan Yudha.


"Maafkan Al kak, Al melanggar janji yang Al buat" Kata Kadi sambil menunduk dan menangis.


Mereka semua mengikuti Kadi, mereka semua berlutut dan meminta ma'af.


Saat itu guru dan orang tua Yuna keluar dari kamar Yuna, dan orang² yang ada di rumah sakit melihat kearah mereka.


Ayah dan Ibu Yuna tersenyum.


"Seharusnya kalian berlutut di hadapan kami" Kata Ibu Yuna.


Mereka semua melihat ke arah Ibu dan Ayah Yuna.


Bayu, Ayu dan Jamia langsung berlutut di hadapan orang tua Yuna.


Kadi melihat ke arah Yudha, Yudha memberi isyarat agar mereka ke sana.


Mereka semua lari ke arah orang tua Yuna, dan berlutut.


"Maafkan kami" Kata mereka.


Yuri dan Rendi kembali melihat Yuna, mereka berdua terkejut melihat pemandangan di depan mereka.


"Bayu!!" Kata Rendi.


Yuri tersenyum, dia mengambil ponselnya lalu memotret teman² Yuna, Yudha dan Rendi juga ikut memotret sambil tertawa kecil.


"Berdiri lah" Kata Ibu Yuna.


Mereka semua melihat Ibu Yuna.


"Berdiri" Lanjut Ibu Yuna.


Mereka semua berdiri.


"Kalian di larang mendekati Yuna" Kata Ibu Yuna.


Mereka semua terkejut, air mata mereka semua jatuh.


"Buk" Panggil Ayu yang sudah menangis.

__ADS_1


"Jangan gitu Bu... " Lanjut Yuna.


Teman laki-laki Yuna menunduk.


Ayu dan Eka memegang tangan Ibu Yuna dengan gemetar.


"Bu, maafin kita bu" Kata Eka.


"Ayu mohon bu, jangan larang kami bertemu Yuna Bu" Lanjut Ayu.


Yudha,Yuri dan Rendi mendekat.


Rendi melihat Bayu yang menunduk.


"Dia menangis! Saat ibunya meninggal ekspresi sedih pun tidak ada" Pikir Rendi.


"Ma" Panggil Yuri.


Ibu Yuna memeluk Ayu dan Eka, lalu menghapus air mata mereka.


"Jika kalian bisa melawan Yuyun, kalian bisa bertemu dengan Yuna" Kata Ibu Yuna.


Mereka terdiam.


Yudha dan Yuri kaget.


"Yuyun? Siapa?" Tanya Mereka.


Seorang wanita berjalan mendekat ke arah mereka.


"Saya" Jawab Yuyun.


Mereka semua melihat ke arah Yuyun.


"Dia Yuyun, sepupu Yuna" Kata Ibu Yuna.


"Dia memiliki 12 anggota 13 dengannya" Lanjut Ibu Yuna.


Yuyun tersenyum.


Teman² Yuna masih bingung.


"Kalian harus mengalahkan mereka" Kata Ibu Yuna.


Yuri dan Yudha terkejut.

__ADS_1


"Haaa" Jawab teman-teman Yuna kaget.


Yuyun tersenyum, Ayah Yuna tertawa kecil.


__ADS_2