
Jamia, Ayu dan Yuna turun ke bawah.
Yuna "Kita bilang dulu sama Eka rencananya, agar dia ngk salah paham"
Ayu dan Jamia mengangguk.
Ruang keluarga lantai 3.
Yuna mengumpulkan mereka semua yang tersisa di rumah.
Ayu duduk di sebelah Aris, Anif dan Gita, Jamia dan Eka yang lainnya sudah tidur. Yuna juga memberi pesan pada penjaga gerbang, beritahu kalo Arya dan lainnya kalo sudah pulang.
Yuna melihat Jamia, Jamia mengangguk lalu berdiri.
Jamia "Gw rencana mau deketin Al"
Mereka semua terkejut, Eka menatap Yuna.
Jamia berjongkok di depan Eka "Ayo kita buat mereka nembak kita" Senyum.
Eka bingung "Maksudnya?"
Yuna berfikir "JK, kynk harus ada bnyk yang terlibat"
Mereka semua melihat Yuna.
Ayu "Hahh.... Selingkuhan gw pekanya itu minta ampun"
Aris menatap Ayu "Selingkuhan???!"
Jamia duduk "Hahh, benar juga"
Eka "Tunggu ini maksudnya apa sih?"
Gita "Mia mau kalian berdua buat Al dan Bay cemburu" Melihat Eka.
Ayu tertawa "Dia sama kynk gw" Menunjuk Eka "LOADING, Hahahahaah"
Mereka semua tertawa, Yuna berfikir keras.
Yuna "(Al ama JK kadang mereka ngk sepaham, takutnya mereka malah saling angkat senjata, sedangkan Eka ama Bayu... Bayu bisa aja sih... Hahh)" Berfikir.
Anif melihat Yuna "Kenapa ngk saling mengakui aja sih"
Yuna tersenyum "Gw juga maunya gitu, tapi harga diri ni perempuan tinggi Nif jadi agak susah, dan para laki-lakinya pada lamban" Resah.
Gita melihat Yuna "Lu udah bicara ama dua laki-laki lamban itu?"
Yuna "Belum" Berfikir "Ok, gw bicara dulu ama mereka kali ya"
Anif dan Gita mengangguk.
__ADS_1
Eka melihat Yuna "Maaf ngerepotin"
Yuna tersenyum "Udah biasa" Berdiri "Nasib punya anak banyak" Berjalan pergi.
Mereka semua tertawa.
Arya dan lain sampai.
Kadi "Brengsek ya lu Bay" Kesal
Bayu tertawa sambil berlindung di sebelah Felix.
Fredik "Anjg memang lu" marah.
Arya "Janc**" Marah
Bayu dan Felix tertawa.
Yuna dan lainnya turun(Di beritahu Arya dan lainnya sudah datang)
Yuna "Kenapa ini?"
Bayu lari ke arah Yuna "Yunaaaaaa, liat mereka tuh" Nunjuk Kadi, Arya dan Felix.
Yuna "Kenapa ini"
Fredik "Si bangsat itu.. Dia asal ngambil terus kita yang bayar, anjg" Marah.
Anif "Wahh, ini Baju btw lu kok tau ukuran tubuh Gita?" Menatap dingin Bayu.
Mereka semua menatap Bayu.
Plak... (Gita memukul kepala Anif)
Gita "Lu ngk punya mata, ngk liat ini kebesaran" Kesal.
Mereka tertawa kecil.
Anif "Ah,, hahah.. Ma-maaf" Memegang kepala.
Bayu "Emang enak.. Blee" Mengejek Anif "Ah, Eka ini" Senyum.
Eka menatap Bayu "Ini apa?" Bingung.
Bayu "Buka aja" senyum.
Jamia dan Kadi melihat Eka dan Bayu dengan kesal.
Yuna tersenyum bangga "(Memang anak gw itu terbaik kalo soal pertemanan)" Melihat Bayu.
Eka mengambil buku "Oh" Terkejut.
__ADS_1
"Buku?!!" Kadi melihat buku yang di pegang Eka, lalu melihat Eka.
Bayu "Gw asal ambil aja, yang penting ada dokternya gitu dan lumayan tebal"
Eka memeluk Bayu "Lu terbaik"
Mereka semua terkejut.
"HEYYY" Teriak Kadi terkejut.
Mereka semua melihat Kadi.
Yuna menahan tawa.
Fredik "Lu kenapa?" Bingung.
Kadi melihat Eka "Itu.. Gw yang beliin" Senyum kecil.
Arya melihat Kadi "What.....?"
Bayu "Apaan lu beliin" Melihat Eka "Ini uang Arya" Senyum.
Mereka semua tertawa, Kadi memalingkan wajahnya karna malu.
Bayu "Ah, ini yang di beliin Al" Pergi ke arah Ayu "Ini" Senyum.
Ayu membuka "Sepatu!!" Air mata jatuh, Ayu memeluk Bayu, Aris terkejut "Kamu memang terbaik dalam memilih" Ayu pergi ke arah Kadi "Terima kasih" Peluk.
Kadi tertawa kecil "Sama²" Mengelus kepala Ayu.
Aris "(Ahk, my heart 💔)" Sedih.
Bayu melihat Felix, Felix maju mendekati Bayu.
Bayu "Ini untuk Yuna" Senyum.
Yuna "Thanks" Senyum "Wait, sebanyak ini?"
Bayu "Lu kan suka baca buku"
Yuna "Iya sih, tapi kan di ruang baca ada?"
Bayu "Ini ngk ada, gw udah nanya ama pengurus ruang baca" Senyum.
Yuna tertawa kecil "Okok thanks"
Kadi "Itu juga untuk gw kan" Melihat Buku yang di pegang Yuna.
Bayu melihat Kadi "100👉😘" Senyum.
Kadi "Asw" Menatap Bayu datar.
__ADS_1
Mereka tertawa.