KISAH KAMI.

KISAH KAMI.
Bab 73. Masalah Pertama.


__ADS_3

Mereka pun menyelesaikan makan mereka,setelah itu mereka menuju kamar mereka.


Tiba-tiba Yuna berhenti.


"Btw,gimna yang tadi?" Tanya Yuna.


Mereka semua memandang Yuna.


"Tanahnya atas nama gw dan elu" Jawab Jamia.


"What!!" Kata Yuna terkejut.


"Lalu rumahnya, atas nama gw dan Aris" Lanjut Kadi.


Ekspresi Ayu dan Yuna tiba² berubah.


Yang lainnya hanya diam.


Kadi gugup.


"Jelaskan" Kata Yuna dingin.


Kadi menelan ludah.


"Huftt, gini" Kata Kadi.


Yuna menatap Kadi, mereka semua gugup.


"Tanah dan rumah di pake nama asli pemilik tanahnya" Lanjut Kadi.


"Terus" Jawab Yuna datar.


"Mampus, seseorang bantuin gw kek" Pikir Kadi.


"Aris kan teman Ayu" Kata Jamia.


Yuna menatap Jamia.


"Gw tau, terus" Jawab Yuna.


"Yun, santai" Kata Eka.


Eka memegang pundak Yuna, tapi Yuna berjalan pergi.


"Kita ke ruang rapat" Kata Yuna dingin.


"Akting gw bagus ngk ya?" Pikir Yuna.


Yuna dan Ayu berjalan duluan ke ruang rapat, di ikuti teman² mereka dari belakang.


"Udah gw bilang kan" Kata Jamia sambil menatap Kadi.


Mereka berjalan dengan gugup,mereka pun masuk lalu duduk.


Yuna duduk di kursi pertama, lalu dia berdiri.


"Sebelumnya gw minta maaf, gw mungkin terlalu berlebihan dan sok dalam urusan tanah ini" Kata Yuna tegas.


Mereka semua melihat Yuna.


"Tapi..." Lanjut Yuna.


"Yun" Panggil Kadi.


Kadi berdiri, Yuna melihat Kadi.


"Gw minta maaf" Kata Kadi.


"Ngk, lu ngk perlu minta maaf Al, gw sama sekali ngk keberatan masalah tanah dan rumah ini mau itu atas nama siapa atau siapa" Jawab Yuna.


"Sejujurnya gw ngk perduli, gw cuma mau,ada di mana teman² gw ada, dan kita nyaman di tempat itu tanpa ada masalah atau merasa tertekan" Lanjut Yuna.

__ADS_1


Ayu menunduk, teman² lama Ayu melihatnya, mereka semua melihat Yuna.


Felix dan Fredik saling memandang, mereka berdua pun berdiri.


Mereka semua menatap mereka.


"Kita keluar dulu" Kata Felix.


Yuna tersenyum kecil.


"Tunggu sebentar ya" Kata Yuna pelan sambil tersenyum.


Felix mengangguk sambil tersenyum.


"Btw lu juga punya masalah kan sama Al" Kata Yuna.


"He!?" Jawab Felix kaget.


Kadi menatapnya, Felix memalingkan wajahnya.


"Gw nyelesain masalah ini dulu, baru kita lurusin masalah kalian, ok" Kata Yuna.


Felix hanya mengangguk, Felix dan Fredik pun keluar.


Yo dan Rin juga ikut keluar.


Kadi kembali duduk.


"So, ada yang ingin mengatakan sesuatu?" Tanya Yuna.


Arya berdiri, Yuna kaget dia langsung memalingkan wajahnya.


"Kenapa harus lu ajng" Pikir Yuna kesal.


"Hufttt" Yuna kembali duduk.


"Sebelum terima kasih dan maaf" Kata Arya.


"Terima kasih untuk kalian semua karna sudah membantu, dan maaf.. " Lanjut Arya.


Arya melihat ketiga temannya, Eka dan Kadi melihat Arya sedangkan Yuna hanya melihat meja.


Arya menunduk.


"Maaf untuk kalian bertiga, Eka, Al dan.... " Kata Arya.


Arya melihat Yuna, mereka semua melihat Yuna.


"Lanjut" Kata Yuna.


"Sorry Yun" Kata Arya.


"Gw benar-benar minta maaf" Lanjut Arya.


Eka menangis, Kadi menahan untuk tidak menangis sedangkan Yuna hanya diam tanpa ekspresi apapun.


Mereka semua melihat Yuna.


"Gila, dia ngk punya ekspresi apa²" Bisik Reky.


"Gw takut, Ayu akan sebenci itu sama kita" Bisik Anif pada Aris.


Aris dan Anif melihat Ayu, Ayu hanya diam sambil memainkan jari² tangannya.


"Gw ngk nyangka mereka akan sampai ke sini" Lanjut Arya.


"Gw... " Kata Arya.


"Sudah cukup" Potong Yuna.


Mereka semua melihat Yuna.

__ADS_1


Arya menunduk, Yuna berdiri lalu berjalan menghampiri Arya.


Yuna memeluk Arya, Eka dan Kadi menghampiri mereka, mereka pun berpelukan.


Yang lainnya tersenyum melihat mereka, Ayu sampai menangis, lalu Ayu memeluk Jamia.


"Ahhk" Jerit Arya karena lukanya di tekan Yuna dengan sengaja.


Eka dan Kadi terkejut, mereka segera melepaskan pelukan, Yuna juga melepaskan pelukannya.


"Are you ok?" Tanya Kadi dan Eka.


"Hmm" Jawab Arya sambil melihat Yuna.


Yuna menatap Arya datar, Arya hanya tersenyum sambil menahan sakit.


"Jangan di ulangi lagi" Kata Yuna dingin.


"Baik" Jawab Arya.


"Jangan ada rahasia di antara kita" Kata Yuna.


Ketiga temannya mengangguk.


Mereka kemabli ke tempat duduk.


"Lanjut, siapa lagi?" Tanya Yuna.


"Huftt" Aris, Anif dan Gita berdiri.


Mereka bertiga saling memandang, semua orang melihat mereka.


"Woah" Kata Yuna kaget.


"Sepertinya ceritanya panjang" Kata Yuna sambil tersenyum, lalu melihat Ayu.


Bayu dan Jamia tertawa kecil.


"Asw lu bertiga" Kata Ayu pelan penuh tekanan.


Ketiga temannya tertawa kecil.


"Ok, yang lainnya keluar" Kata Yuna.


"Apa? Kenapa?" Tanya Reky.


Yuna menatap Reky dengan dingin.


"Emang lu ada kaitannya dengan masalah mereka?" Tanya Yuna datar.


"Ngk" Jawab Reky gugup.


"Gw teman mereka" Lanjut Reky sambil melihat Aris.


"Terus" Jawab Yuna.


Kadi menghampiri Reky, Kadi memegang pundak Reky.


"Ayo keluar" Kata Kadi.


"Terus dia?" Tanya Reky sambil menunjuk Yuna.


Yuna tersenyum.


"Gw perantara" Jawab Yuna santai.


"Apa!!" Kata Reky kesal.


"Udah ayooo pergi" Kata Kadi sambil menyeret Reky keluar bersamanya.


Eka dan Bayu membantu Arya keluar.

__ADS_1


Mereka semua keluar, tinggal Ayu, Yuna, Aris, Anif dan Gita di dalam.


__ADS_2