KISAH KAMI.

KISAH KAMI.
Menjenguk Yuna.


__ADS_3

Hari terakhir.


Rumah besar.


Teman² Yuna semua sibuk dengan latihan.


Jennie mengirim minuman berenergi untuk mereka.


Marlin mengirim makanan sehat pada mereka.


Jam 9.


Mereka makan malam bersama.


Mereka semua terlihat gugup, makan pun mereka tidak terlalu fokus.


Selesai makan.


Mereka pergi ke ruang rapat bersama orang yang mengajari dan mengamati perkembangan mereka dalam berlatih.


"Bagaimana menurut kalian perkembangan kami?" Tanya Bayu pada seorang pria berwajah tampan yang duduk di depannya.


"Sangat baik" Jawab Brox yang mengajarkan Tinju dan Judo.


"Benar sekali, apa lagi Reky" Lanjut Azkia seorang pelukis.


Reky tersenyum malu,teman²nya melihat ke arahnya.


"Jijik" Kata Gita dan Ayu.


Reky melirik mereka dengan tatapan yang tajam, yang lainnya tertawa kecil.


"Apa menurut kalian kita bisa menang?" Tanya Eka gelisah.


"Tentu saja bisa" Jawab Adelio yang mengajarkan Karate.


"Kalian hanya perlu fokus dan yakin pada diri sendiri" Lanjut Rafay pengajar Taekwondo.


"Dan kalian juga harus selalu ingat, kalian melakukan ini karena apa dan untuk siapa" Lanjut Hanna seorang perenang.


Mereka semua mengepalkan tangan.


Guru mereka tersenyum.


Besoknya.


Mereka ke sekolah.


Mereka fokus pada pelajaran, pulang sekolah mereka langsung mengerjakan tugas dari sekolah setelah itu mereka olahraga dan latihan sebelum pergi ke tempat pertandingan.


...****************...


Rumah sakit.


Yuna kesana kemari gelisah.


"Jangan terlalu memaksakan diri Yuna" Kata Rendi.


"Oh, Hai dokter" Sapa Yuna.


"Hello" Jawab Rendi.


"Ayolah ini sudah mau dua minggu, saya akan baik² saja" Kata Yuna bersemangat.


"Cepat istirahat" Kata Ibu Yuna.


Yuna,Rendi dan suster terkejut.

__ADS_1


"Ma" Panggil Yuna kaget.


"Jika Yuna kenapa² lagi, teman Yuna bukan hanya melawan Yuyun tapi juga melawan Yuri dan Yudha" Kata Ibu Yuna.


Mereka semua terkejut.


Yuna langsung berbaring di atas tempat tidurnya.


Tiba-tiba beberapa orang masuk.


Yuna terkejut.


"Kak Eisha" Kata Yuna kaget.


Ibu Yuna juga terkejut.


"Hai Yuna" Sapa Eisha kakak perempuan Eka.


"Asalamualaikum Bu" Lanjut Eisha menyapa Ibu Yuna.


Eisha mencium telapak tangan Ibu Yuna.


"Bagaimana kabar mu nak?" Tanya Ibu Yuna sembari memeluk Eisha.


"Alhamdulillah Bu, baik" Jawab Eisha membalas pelukan Ibu Yuna.


Yuna melihat orang berjalan di sebelah Eisha.


"Apa dia anak angkat itu?" Pikir Yuna.


Pria yang berjalan di sebelah Eisha tersenyum pada Yuna.


Ayah dan Ibu Jamia masuk.


"Oooo" Kata Yuna kagetkaget melihat Ayah Jamia.


"Ahk" Jerit Yuna.


Ayah dan Ibu Jamia langsung menghampiri Yuna.


"Are you ok, baby girl?" Tanya Jack.


Yuna menatap Jack dengan datar.


"I am 18 years old this June" Kata Yuna.


Orang tua Jamia terdiam.


Mereka tertawa.


Orang tua Ayu pun datang bersama Sri.


"Bagaimana kabarmu Yuna?" Tanya Sri.


"Alhamdulillah mba, usah baikan" Jawab Yuna.


Ibu dan Ayuh Yuna menyambut keluarga teman² Yuna.


Kedua kakaknya Yuna pun datang, bersama Banu Bararo (kakak Fredik) dan Erik Alex Elean (Saudara kembar Rendi)


Mereka duduk berbincang² Yuna memperhatikan mereka dari ranjangnya.


"Saya dengar akan ada pertandingan?" Kata Eisha.


"Benar sekali" Jawab Ibu Yuna.


Yuna melihat buah tangan yang di berikan keluarga teman²nya.

__ADS_1


"Kalo jual,bisa kaya aku" Pikir Yuna.


Yuna memotret buah yang mereka berikan dan orang yang datang menjenguknya, lalu di posting di IG nya.


...****************...


Rumah besar.


"Gayssssssssssss" Teriak Ayu.


Ayu yang berada dari lantai dua berlari turun ke lantai satu.


"Ahk" Ayun kesandung kakinya sendiri.


"Ponsel kuuuuuuu" Teriak Ayu pada ponselnya yang melayang.


Teman² berkumpul.


Tak.. Aris menangkap ponsel Ayu.


"Huaaaaa, thank you" Kata Ayu.


Ayu berlari ke arah Aris dan...


Ayu tersandung kakinya lagi, dia mau jatuh tapi segara di tahan Fredik.


"Lu bisa ngk jalan² tu hati" Kata Fredik dengan keras.


Ayu menatap nya marah.


"Sudah, jangan bertengkar" Kata Eka.


"Kamu kenapa Yu?" Lanjut Eka.


Ayu berubah ekspresi menjadi senang.


"Yuna... Yuna memposting sesuatu" Kata Ayu gembira.


Karena fokus pada latihan mereka semua tidak memegang ponselnya, Yuna juga di larang menghubungi teman-temannya.


Aris melihat ponsel Yuna.


"Oh, ini" Kata Aris.


Mereka semua mendekat.


"Oh, Banu" Kata Fredik melihat video pendek yang di posting Yuna.


"Erik" Kata Bayu.


"My parents" Kata Jamia.


"Apa yang mereka berdua lakukan di situ?" Kata Eka kaget melihat kakak dan saudara angkatnya.


"My parents too" Kata Ayu senang.


"Oh, Yuna memposting lagi" Kata Gita.


Mereka semua terkejut.


"Karlin" Kata Kadi.


"Jennie" Kata Jamia kaget.


"Tante sexy" Kata teman² mereka berdua.


Jennie dan Karlin adalah yang terakhir datang.

__ADS_1


__ADS_2