
Mobil Bayu.
Yuna hanya diam sambil melihat ke luar jendela, sedangkan kedua temannya melihatnya dari belakang.
"Hufftttt" Yuna mencoba tenang.
Yuna melihat jam, jam menujukan pukul 01.30
"Bay,jam 2 lu balapan kan?" Tanya Yuna sambil melihat Bayu yang sedang menyetir.
"Ah, iya" Jawab Bayu kaget.
Yuna mengangguk.
"Gw, ngk ikut ya" Kata Yuna pelan.
"Iya ngk apa- apa" Jawab Bayu.
"Sial" Pikir Bayu sambil melihat ekspresi Yuna.
Yuna melihat ke luar jendela lagi.
Bayu kesal.
...****************...
Asrama Eka.
1 jam kemudian mereka hanya duduk diam.
"Terus gimana?" Tanya Eka.
"Biarkan dia tenang dulu" Jawab Kadi.
"JANGAN MENGGANGGUNYA" Lanjut Kadi sambil melihat Arya.
"Biarkan dia tenang, dia pasti akan menghubungi kita" Lanjut Kadi.
"Benar, dia akan menghubungi kita layaknya tidak terjadi apa-apa" Kata Eka sambil menghapus air matanya.
Arya hanya mengangguk pelan.
"Sial" Pikir Arya.
Eka menangis, Kadi menenangkan Eka.
"Tunggu dia ngehubungin kita" Kata Kadi sambil menepuk-nepuk pelan pundak Eka.
"Dan jika kita bertemu dengannya, bersikap biasa saja layaknya tidak terjadi apa-apa" Lanjut Kadi.
Kedua temannya mengangguk.
"Maafin gw Yun" Pikir Arya sambil memegang kepalanya.
...****************...
Mereka pun sampai di gudang tua.
Yuna keluar dari mobil, ketiga temannya dengan cepat menghampirinya.
Yuna melihat teman-temannya.
Mereka saling memandang,tiba-tiba...
"Lama banget sih" Kata Ayu keras.
"Cepetan woe" Kata Ayu.
Bayu dan Jamia kaget dengan suara Ayu.
Yuna tersenyum kecil.
"Minggir" Kata Ayu.
Ayu memasukkan sandi lalu membuka pintu.
"Asalamualaikum" Teriak Ayu.
Yuna tersenyum.
"Walaikumsalam" Jawab Yuna pelan.
Ayu dan Yuna saling memandang, mereka berdua tertawa di ikuti oleh kedua temannya.
"Lapar ngk?" Tanya Jamia.
Yuna mengangguk sambil tersenyum kecil.
"Yaudah, tunggu gw masak dulu" Kata Jamia.
"Thanks" Kata Yuna sambil tersenyum.
Pandangan Yuna tertuju pada tv.
"Bay" Panggil Yuna.
"Hmm" Jawab Bayu sambil melihat Yuna.
"Gw pinjam kamar lo ya" Kata Yuna
"Ouh iya, tunggu gw beresin dulu" Jawab Bayu.
"Gw aja" Kata Yuna.
Ayu menghampiri Yuna sambil memberikan Yuna tisu Yuna melihat Ayu, mereka berdua saling memandang lalu tersenyum.
"Sana pergi" Kata Ayu.
Yuna mengangguk.
Yuna pergi ke kamar.
Ayu menghapus air matanya, Jamia menghampiri Ayu.
__ADS_1
"Hahhh, sepertinya untuk melawan orang kuat itu aku perlu banyak bantuan" Pikir Bayu.
"Should I use my father's power" Pikir Jamia.
"Jangan ikut campur" Kata Ayu.
Jamia dan Bayu kaget lalu melihat Ayu.
"Biarkan, itu urusan mereka, tugas kita adalah menghiburnya jangan bahas apapun tentang masalahnya" Lanjut Ayu.
"Agaplah kita tidak pernah melihat pertengkaran itu, paham" Lanjut Ayu lagi lalu melihat Bayu dan Jamia.
Bayu dan Jamia hanya mengangguk.
Yuna tiba-tiba keluar membuat ketiga temannya kaget.
"Perlu sesuatu?" Tanya Ayu.
Yuna tersenyum kecil sambil menggelengkan kepalanya.
Yuna melihat tv,teman-temannya mengikutinya.
"Bay, lu harus menang" Kata Yuna.
"Ha?!" Kata Bayu kaget.
Yuna melihat Bayu sambil tersenyum.
"Pulangin tu punya orang" Kata Yuna sambil menunjuk tv.
Ketiga temannya kaget.
"How you..!!" Kata Jamia kaget.
"Keliatan bekas" Jawab Yuna sambil tertawa kecil.
Ketiga temannya tertawa kecil tiba-tiba Ayu berbalik membelakangi Yuna.
"Masuk gih" Kata Ayu.
Ayu melihat Yuna, mengingat yang terjadi padanya.
Bayu melihat Ayu yang menangis.
Yuna tersenyum.
"Ok, harus menang ya" Kata Yuna.
Bayu menggertakan giginya.
"Hmm, siap" Jawab Bayu sambil tersenyum kecil.
Yuna melihat ketiga temannya sambil tersenyum lalu masuk ke dalam.
...****************...
Kamar Bayu.
"Arya bangsat" Kata Yuna.
Yuna mengingat kelakuan Arya.
"Tatapan matanya beda dengan yang itu... " Pikir Yuna.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sarti dan Yuna sedang berjalan menuju ke kelas.
Sarti teman sebangku Yuna saat SMP.
Saat mereka sedang berjalan, mereka mendengar suara orang bertengkar.
"Kamu mendengarnya?" Tanya Yuna.
"Hmm" Jawab Sarti.
Lalu Sarti pergi ke arah suara di ikuti oleh Yuna.
"Arya" Kata Yuna.
"Shuttttt" Kata Sarti sambil menutup mulut Yuna.
Mereka bersembunyi.
"Itu Arya kan!?" Tanya Yuna pelan.
"Diam kita lihat dulu" Jawab Sarti.
Mereka melanjutkan melihat pertengkaran Arya deng seorang wanita.
"Berhenti mengikuti ku" Kata Arya marah.
"Aku suka sama kamu" Jawab wanita yang bersama Arya.
...----------------...
"Siapa perempuan itu?" Tanya Yuna.
"Kamu ngk kenal dia!?" Tanya Sarti balik
"Haruskah" Jawab Yuna.
"Huft, dia Zein Wo Mei" Kata Sarti.
"Ohh" Kata Yuna sambil mengangguk.
"Yang terkenal cantik budi pekerti itu ya" Lanjut Yuna.
"Hmmm" Jawab Sarti.
"Kenapa mereka bertengkar?" Tanya Yuna.
Sarti diam fokus pada Arya dan Zein, Yuna pun fokus
__ADS_1
...----------------...
"Terus" Jawab Arya dingin.
"Kamu jahat banget sih" Lanjut Zein.
"Kita kan udah pernah...." Lanjut Zein.
Arya dengan cepat menutup mulutnya, lalu melihat sekitarnya, Yuna dan Sarti dengan cepat bersembunyi.
Zein berusaha membuka tangan Arya yang menutupi mulutnya.
Arya melihat Zein dengan dingin.
"Hahhhh, wanita ini.. "Pikir Arya.
Yuna dan Sarti melihat mereka lagi.
Yuna terkejut dengan tatapan Arya.
"Apa dia memiliki tatapan seperti itu?!" Pikir Yuna.
Yuna berhenti melihat mereka lalu menarik Sarti pergi.
"Tunggu, belum selesai" Kata Sarti.
Yuna menarik Sarti.
Mereka sampai di kelas.
"Gimana sih, itu lagi seru-serunya tau" Kata Sarti sambil duduk.
"Kenapa sih Yun?" Tanya Sarti.
"Kaget ya" Lanjut Sarti sambil tersenyum kecil.
Yuna melihat Sarti.
"Jangan ngeliat gw knyk gitu, ini bukan pertama kalinya kok" Lanjut Sarti.
Yuna terkejut.
"Apa maksud lo?" Tanya Yuna.
"Gw aja binggung, dia selalu menolak wanita dengan dingin terkadang pakai cara lembut, terkadang juga pake cara kasar tapi para wanita pada gatal memang, heran gw, udah di tolak kynk gitu, masih aja gatel" Kata Sarti.
Sarti dan Yuna saling memandang.
"Tapi kalo lo, dia.... " Kata Sarti.
"Yuna" Panggil Arya.
Yuna dan Sarti melihat ke arah pintu, terlihat Arya melambaikan tangannya sambil tersenyum.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Karena rasa sukaku pandanya, melupakan waktu itu" Pikir Yuna sambil menghapus air matanya.
Yuna tidak pernah berfikir buruk tentang Arya, dan dia juga tidak tertarik mencari tau apa dan dengan siapa Arya bertemu atau lakukan.
Yuna menangis sampai tertidur.
...****************...
Ayu berjongkok sambil menangis.
"Lu kenapa" Tanya Bayu ikut berjongkok di sebelah Ayu sambil memegang bahu Ayu.
"Pura-pura baik-baik saja itu sakit" Kata Ayu.
Jamia memberikan Ayu tisu.
Jamia dan Bayu melihat kamar Bayu.
Jamia memeluk Ayu.
Jam 02.10, ketiga teman Yuna bersiap untuk pergi ke tempat balapan.
Ayu pergi untuk pamitan pada Yuna.
Ayu mengetuk pintu tapi tidak ada jawaban dari dalam, Ayu cemas.
"Tidur kali dia" Kata Bayu.
Jamia mengangguk sambil memegang bahu Ayu.
"Ayo pergi, udah terlambat nih" Kata Bayu.
"Yaudah" Jawab Ayu.
Mereka pun pergi.
...****************...
Mobil Bayu.
Jamia duduk di depan, Ayu duduk di belakang.
Ayu mengirim pesan pada Yuna.
"Woe, kita udah pergi" Pesan Ayu.
Jamia juga mengirim pesan pada Yuna.
"Aku udah masak, kalo udah dingin panasin aja" Pesan Jamia.
Bayu menelfin orangnya, untuk menjaga Yuna dari luar.
Bayu mengirim pesan pada Yuna
"Itu orang-orang gw" Pesan Bayu.
Mereka pun pergi.
__ADS_1