KISAH KAMI.

KISAH KAMI.
Bab 37. Markas.


__ADS_3

Mereka berempat sampai di gubuk tua di tengah padang rumput.


Yuna keluar dari mobil di ikuti oleh kedua temannya yang duduk di belakang, lalu mereka berdua berdi di sebelah Yuna sambil melihat markas yang di katakan Bayu.


"Ini masih layak kan?" Tanya Ayu khawatir.


Ayu melihat sekitarnya.


"Sunyi" Kata Ayu pelan.


Bayu turun dari mobil sambil tersenyum kacil.


Jamia melihat sekitar.


"I will not hesitate to kill you if you have evil intentions" Kata Jamia.


Bayu tertawa kecil.


"Bukannya ini udah roboh ya?" Tanya Yuna.


Ayu dan Jamia kaget sambil melihat Yuna.


"You know about the..." Kata Ayu sambil melihat sebuah gudang yang ada di depannya.


"Ya, I know" Jawab Yuna.


"Ini juga dekat dengan sekolah" Lanjut Yuna.


"Dan di sana perbatasan antara sekolah yang punya masalah sama sekolah kita" Lanjut Yuna sambil menujuk pohon besar sebagai batasan.


"Kalo ngk salah di situ juga ada pos or markas, something like that" Lanjut Yuna.


"How you know about it?" Tanya Jamia.


"Ah, itu hmm" Jawab Yuna yang masih berfikir.


Plak.


Yuna dan Ayu kaget.


"Ahk" Jerit Bayu sambil memegang lengannya.


"What?" Kata Bayu binggung.


Jamia dan Bayu saling memandang


Yuna tertawa kecil.


"You fight again because of him?" Tanya Jamia sambil menujuk Bayu


Bayu kaget mendengar pertanyaan Jamia.


"No" Jawab Yuna sambil menggelengkan kepalanya.


"Ouh!!" Kata Jamia kaget.


Yuna dan Ayu tertawa


Jamia melihat Bayu,menatapnya tajam.


Dia saat yang sama.


...****************...


Asrama Eka.


Eka membuka kamarnya untuk membuang sampah.


Eka terdiam melihat sosok pria yang berdiri di depan pintu kamarnya, sambil tersenyum.


"Lama tidak bertemu" Kata Arya


Sampah yang di pegang Eka jatuh, Eka langsung memeluk Arya, setelah itu dia..


Plak, buk..


"Ahhk" Jerit Arya.


"Kenapa lu masih idup?" Kata Eka kesal sambuk memukul Arya.


"Anjirr, pertanyaan macam apa itu" Kata Arya kaget.


Kadi tertawa.


Kadi masuk ke dalam kamar Eka sambil membawa kembali sampa ke dalam.


Arya menahan tangan Eka.

__ADS_1


"Lu ngapain ke sini?" Tanya Eka keras.


"Anjirr" Kata Arya sambil celingak-celinguk melihat tetangga Eka.


"Masukk" Kata Arya sambil mendorong Eka masuk, aku Arya menutup pintu.


Mereka duduk di sofa dan mulai bercerita.


"Lu sudah nemuin dia?" Tanya Eka.


Arya hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


"Terus,rencananya mau nemuin dia kapan?" Tanya Eka.


Arya melihat Eka.


Kadi melihat ponselnya, dia melihat Yuna baru memasang story di IG nya, foto bersama ketiga temannya.


"Secepatnya" Jawab Arya


Eka melihat Arya.


"Rencananya gitu" Kata Arya sambil tersenyum kecil.


"Lu ngk ngasih kabar dia, berapa lama?" Tanya Kadi yang masih melihat postingan Yuna.


Arya dan Eka melihat Kadi.


Arya berfikir.


"I think.. 3 years" Jawab Arya.


"You never to chat her?" Tanya Kadi.


"No, i'm... Busy" Jawab Arya.


Kadi hanya mengangguk lalu meletakkan ponselnya.


"Hahhh" Kata Kadi lalu melihat Arya.


"I don't want to scare you but.. " Kata Kadi.


"Kita lihat saja nanti" Lanjut Kadi.


"What do you mean?" Tanya Arya.


"Yuna" Kata Eka.


Kadi dan Arya melihat Eka.


"Lu ngk berfikir dia masih sama kan?" Tanya Eka.


Arya terdiam sedangkan Kadi melihat Arya


Eka tersenyum kecil.


Arya berdiri berjalan kearah jendela,sambil membawa minumannya.


Kadi dan Eka melihat Arya.


Arya mengingat kebersamaannya bersama Yuna, bagaimana Yuna hanya menghabiskan waktunya bersama ketiga temannya itu dan yang paling banyak dengan Arya.


"To be honest, I thought her was still the same, but seeing the togetherness with her new friends..." Kata Arya.


Kadi dan Eka mengangguk sambil minum anggur non alcohol.


"I have also found out who is beside her" Lanjut Arya.


Kadi dan Eka melihat Arya.


"They are all very good" Kata Eka.


Arya berbalik melihat Eka.


"have you met them?" Tanya Arya.


"Course, Yuna, invite them to meet me" Jawab Eka.


"How about you?" Tanya Arya pada Kadi.


"Good, at first I didn't like him, but he seems like a nice guy" Jawab Kadi.


"Kalo teman perempuannya baik, lebih baik dari Eka" Lanjut Kadi.


Eka kaget dengan kata Kadi.


"Bangsat" Kata Eka sambil melempar bantal sofa pada Kadi.

__ADS_1


Kadi mengejek Eka.


"But hes gengster" Kata Arya sambil mengerutkan alisnya.


Kadi tersenyum kecil.


"How about you? You're worse than him" Jawab Kadi.


Arya terdiam sambil tersenyum kecil sambil melihat minumannya.


"You two are the same" Kata Eka sinis.


Kadi dan Arya saling memandang lalu tersenyum kecil.


...****************...


Markas.


"So, how you know about it?" Tanya Ayu.


"I came here with Al, he told me everything" Jawab Yuna.


"Dan ini, aku melihatnya udah roboh" Lanjut Yuna.


Mereka melihat gudang yang di depan mereka.


"When you come here with Al?" Tanya Jamia.


Yuna berfikir.


"I don't remember" Jawab Yuna.


Bayu tersenyum kecil, lalu menuju ke arah gudang.


Bayu memasukkan sandi lalu membuka pintunya.


"Selamat datang" Sambut seseorang dari dalam.


Ketiga temannya kaget.


"Siapa mereka?" Tanya Ayu.


Ayu bersembunyi di belakang Jamia.


Bayu berbalik.


"Welcome" Kata Bayu pada ketiga temannya.


Yuna maju kedepan di ikuti oleh Jamia dan Ayu dari belakang.


"Woah" kata Yuna kagum.


"Woaaahh" Kata Ayu.


Ayu maju kedepan.


"Nice" Kata Jamia.


"Hmm" Kata Yuna sambil mengangguk.


"Aaaa aku suka banget" Kata Ayu.


Yuna pergi ke arah ayunan, Jamia duduk di kursi yang ada di tengah ruangan sedangkan Ayu naik ke atas.


Bayu tersenyum melihat teman-temannya.


"Kalian suka?" Tanya Bayu.


"Sangat" Jawab mereka bertiga.


Mereka bertiga saling memandang sambil tertawa kecil.


Ting(pesan masuk di ponsel Yuna)


"Besok kesini'' Pesan Eka.


"Ok" Pesan Yuna.


Yuna memandang ketiga temannya lagi.


...****************...


Asrama Eka.


"Besok dia akan datang" Kata Eka.


"Hm" Jawab Arya sambil tersenyum.

__ADS_1


"I miss you so much....Yuna" Pikir Arya sambil meminum anggur yang dari tadi di pegangnya.


__ADS_2