KISAH KAMI.

KISAH KAMI.
Wanita Kesayangan Bayu.


__ADS_3

Tempat balapan.


Bayu sampai di tempat balapan.


Sebelum pergi ke tempat balapan dia mengantar kedua temannya ke tempat peristirahatannya.


"Kalian berdua tunggu sini" Kata Bayu


Kedua temannya mengangguk.


Bayu memanggil orangnya untuk menjaga kedua temannya.


"Kalo kalian butuh sesuatu, bilang mereka aja" Lanjut Bayu.


Ayu melihat Bayu sambil mengerutkan alisnya.


Bayu melihat Ayu.


"Emang you mau ambil sendiri? Tau tempatnya di mana? Di culik baru tau rasa kau" Kata Bayu nyolot.


"Yeee, biasanya aja kale, ngk usah marah-marah" Jawab Ayu cemberut.


"Huftt, sorry" Kata Bayu pelan.


"Bay" Teriak sepupu Bayu.


Bayu berbalik sambil melambaikan tangannya.


"Yaudah gw pergi dulu" Kata Bayu pada kedua temannya.


"Hmm,semangat" Jawab Jamia.


Bayu tersenyum sambil mengangguk.


"Harus menang" Kata Ayu.


Bayu menatap Ayu dengan datar lalu pergi sambil memberi kode pada orangnya untuk menjaga kedua temannya.


"Dasar pilih kasih, ke Jaken senyum kyank bulan lah ke gw.. " Cerutu Ayu.


Orang-orang Bayu melihat Ayu.


Ayu berdiri dekat dengan Jamia sambil menggandeng lengan Jamia.


"Mukanya kynk kambing" Lanjut Ayu pelan.


Jamia tertawa kecil di ikuti oleh orang-orang Bayu.


Tempat balapan.


Reza Elean sepupu Bayu, melihat Ayu dan Jamia.


Bayu mempersiapkan mobilnya, Reza mengahampirinya.


"Bawa cewek lu'' Kata Reza.


Bayu hanya diam dan sibuk dengan mobilnya.


"Kasih kek gw satu" Lanjut Reza.


Bayu melihat Reza dengan dingin.


"Cari mati kau" Kata Seseorang dari belakang.


Reza berbalik, melihat Erik Elean sepupu mereka.


"Itu para wanita kesyangannya" Kata Erik.


Reza tersenyum.


"Haihh, sepertinya sepupu kita ini benar-benar sudah berubah" Kata Reza.


"Benar, aku pikir cuman cerita doang'' Lanjut Erik.


Mereka berdua tertawa kecil.


Bayu melihat mereka dingin.


Balapan pun di mulai.


" Bayuuu semangat " Teriak Ayu.


"Semangat" Teriak Jamia.


Bayu melihat kedua temannya sambil tersenyum.

__ADS_1


"Bayu ganteng banget yaa" Kata Ayu.


Jamia hanya mengangguk.


Ayu melihat Jamia yang terpana melihat Bayu.


"Jangan terlalu di liatin" Kata Ayu.


Jamia kaget lalu melihat Ayu.


"Nanti dia keselek" Lanjut Ayu sambil tersenyum.


Jamia memukul Ayu pelan sambil tersenyum.


"Apa sihh" Kata jamia.


Mereka berdua tertawa kecil.


...****************...


Gudang tua.


Yuna terbangun karena lapar.


Yuna pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka, lalu dia pun pergi mencari makanan.


Yuna membuka kulkas, dia melihat ada makan yang tertutup, dia mengambil makanan itu.


"Selamat menikmati" Tulis Jamia di kertas kecil.


Yuna tersenyum membacanya.


"Thanks" Kata Yuna.


"Mau apa kalian?" Suara seseorang dari luar.


Yuna kaget, Yuna meletakkan makanan di kulkas lalu dia berlari ke jendela yang ada di atas untuk melihat siapa yang di luar.


"Felix!?" Kata Yuna melihat orang yang berdiri di depan orang-orang Bayu.


"Seharusnya kami yang bertanya, siapa kalian?" Tanya Fredik.


"Dasar bocah-bocah ini'' Kata salah satu orang Bayu.


Felix celingak-celinguk.


Yuna tidak perduli, dia turun, pergi ke dapur.


Yuna memanaskan makan yang di masak Jamia, setelah selesai dia pun duduk di depan tv sambil makan.


Yang di luar masih bertengkar.


"Huftt" Yuna pun keluar.


"Wow berisik" Teriak Yuna.


Mereka semua melihat Yuna.


"Maafkan kami" Kata salah satu orang Bayu.


Yuna hanya mengangguk.


"Yuna" Panggil Felix.


"Kamu di culik ya Yun?" Tanya Fredik.


"Di culik pala lu pe'a" Jawab Yuna.


Orang-orang Bayu bingung.


"Sedang apa lu di situ?" Tanya Felix.


"Makan, lapar" Jawab Yuna.


Yuna melihat orang-orang Bayu.


"Apa kalian lapar?" Tanya Yuna.


Mereka menggelengkan kepalanya.


Tiba-tiba, salah satu perut orang Bayu berbunyi.


Yuna tersenyum kecil sedangkan orang Bayu yang lainnya menggelengkan kepalanya.


"Ma.. Maaf" Kata orang Bayu sambil tersenyum malu.

__ADS_1


"Masuk aja, di dalam ada indomie, tapi belum di masak" Kata Yuna.


"Kami tidak ap... " Kata salah satu orang Bayu.


"Udah masuk aja" Potong Yuna.


Mereka saling memandang.


"Sebelum Bayu datang" Lanjut Yuna.


Mereka pun mengangguk.


"Terima kasih" Kata orang Bayu.


Mereka pun masuk.


"Lalu kita? " Tanya Fredik.


Yuna melihat Fredik.


"Pulang sono" Jawab Yuna.


"Jahat banget sih" Kata salah satu teman Felix.


"Maaf, saya kan ngk undangan anda sekalian" Kata Yuna judes.


"Mereka semua laki-laki Yun" Kata Felix sambil melihat orang-orang Bayu.


"Hmm, i know" Jawab Yuna.


"You know, so!" Kata Felix.


"So what?!" Jawab Yuna.


"Kalo gitu, kita bisa masuk" Kata salah satu teman Felix.


"Ya ngk lah" Jawab Yuna ketus.


"Why?" Tanya Fredik.


"Aku tidak bisa mempersilahkan kalian masuk" Lanjut Yuna.


"Why?" Tanya Felix.


"Aku perlu izin ketiga temanku" Jawab Yuna.


Felix melihat Yuna.


Yuna hanya terseyum.


...****************...


Tempat balapan.


Bayu selesai balapan.


Bayu menghampiri kedua temannya.


"Sorry, gw posisi kedua" Kata Bayu.


Kedua temannya tersenyum.


"Tidak apa-apa" Jawab Jamia.


"Setidaknya kamu tidak di posisi terakhir" Lanjut Ayu.


"Itu kamu" Jawab Bayu.


"Asw" Jawab Ayu.


Kedua temannya tertawa.


Sepupu Bayu memperhatikan mereka bertiga.


Reza tersenyum kecil.


"Seorang Bayu bisa tertawa sebaik itu" Kata Erik.


"Yahh, semoga Paman tidak serangan jantung melihat perubahan anaknya" Lanjut Reza.


Mereka berdua pun tertawa,lalu pergi.


Bayu Elean sosok pria dingin, hampir sama dengan Alkadrie, tapi Bayu sangat manis dengan para wanita, wanita yang dekat deng Bayu tidak terhitung.


Bayu sudah terkenal dari di kelas 2 SMP, dia menjadi seorang ketua Geng saat dia kelas 3 SMP.

__ADS_1


__ADS_2