
Rumah besar.
Mereka mulai mempersiapkan apa yang akan mereka bawa ke tempat pertandingan.
Para wanita gugup.
"Kalian baik² saja?" Tanya Arya melihat keempat teman wanita yang khawatir.
Mereka hanya mengangguk.
Mereka pun naik mobil.
Aris, Anif dan Gita naik mobil bersama.
Ayu, Jamia dan Bayu satu mobil.
Arya, Kadi dan Eka satu mobil.
Felix, Fredik dan Reki satu mobil.
Lalu orang yang mengajari mereka naik mobil lainya.
Mereka naik mobil dengan gugup.
...****************...
Rumah sakit.
Yuna berganti pakaian.
Yuna pulang dulu ke rumahnya, dia mengisi barang yang dia perlukan tidak lupa membawa obatnya.
Teman-teman Yuna sampai di tempat pertandingan.
Mereka masuk ke dalam tempat latihan milik keluarga Yuna.
"Kenapa banyak orang?" Tanya Ayu kaget.
"Namanya juga pertandingan Yu" Jawab Felix.
"Tapi kita kan hanya menjalankan hukuman" Lanjut Ayu
"Iya, dengan melawan dan bertanding dengan sepupu Yuna" Jawab Kadi.
Jamia memegang tangan Ayu.
"Its ok, fokus saja sama tujuan kita" Kata Jamia menyemangati.
"Hufttt" Ayu mencoba untuk tenang.
"Sepertinya Gita dan Ayu pertama tanding" Kata Bayu.
Ayu dan Gita kaget.
Mereka melihat kolam renang besar.
"Hufttt" Ayu dan Gita menenangkan diri.
Mereka pergi ke tempat duduk mereka.
Mereka meletakkan tas.
__ADS_1
Yuyun dan anggotanya pun datang, mereka duduk di seberang kolam renang.
"Anjirr ini yang nnton keluarga kita semua" Kata Fredik.
Yuna sampai.
Yuna duduk di bantu Yuri.
Yuna melihat teman2nya dari atas.
"Mereka gugup" Kata Yuna khawatir.
Yuna berdiri.
"Woeeeeee semangattttttttt" Teriak Yuna.
Mereka semua melihat ke arah Yuna.
Teman-teman nya berdiri.
Mereka melambaikan tangan pada Yuna, mereka berpose love, Yuna juga membalasnya.
Keluarga mereka yang melihat itu tertawa.
"Ahk" Jerit Yuna sambil memegang lukanya.
"Oh" Kata teman² Yuna khawatir.
Yuna mengacungkan jempol.
"I'm fine" Kata Yuna pelan.
Yuna kembali duduk.
"Hufttttt...... Ngk.... Hanya perih" Jawab Yuna menahan sakit.
Orang tua mereka tersenyum.
Para peserta sedang pemanasan.
Beberapa orang juga masuk, keluarga dari Gita, Aris, Anif Reky dan orang kepercayaan teman-teman yang lain.
"Apa kau tidak sibuk?" Tanya Marina(Ibu Jamia) pada Jack tanpa melihatnya.
Jack memakai alat untuk menterjemahkan semua bahasa, yang di kelola oleh keluarga Elean dan Bararo.
Marina juga memakainya.
"Little" Jawab Jack.
"Why, do you miss me?" Tanya Jack sambil menatap Marina dengan lembut.
"Mimpi di siang bolong itu tidak baik, jadi bangunlah" Jawab Marina dingin.
Jack tertawa kecil, Jack menunduk lalu dia melihat kearah teman-teman Yuna.
Marina diam² tersenyum.
Ibu Ayu memegang tangan Ayah Ayu.
Ayah Ayu menatap Ibu Ayu dengan lembut.
__ADS_1
"Tenang Bu" Kata Ayah Ayu.
"Kenapa mereka memakai baju seperti seorang petinju?" Pikir Sri.
Yang maju pertama Ayu dan Gita melawan perenang dari pihak Yuyun.
Ayu dan Gita terkejut dengan lawannya.
"Wahhh, tiang listrik berjalan" Kata Ayu pelan tapi di dengar semua orang karena suara mergemanng.
Mereka semua tertawa.
Ayu terkejut dengan tawa semua orang.
"Apa, kenapa?" Tanya Ayu bingung.
Gita tersenyum gugup.
"Blo'on nya kambuh" Pikir semua teman Ayu.
"Baiklah bersiapp" Kata pelatih.
"Huftt" Ayu dan Gita membuka mantel yang mereka pakai.
Semua orang terkejut.
"Apa²an ituuu" Kata Yuna kaget.
Mereka tertawa kecil saat melihat gambar yang ada di baju bagian belakang Ayu dan Gita.
"Teman-teman laknat" Kata Yuna pelan sambil menunduk.
Ayu dan taman² membuat baju yang di belakangnya ada foto Yuna dan bertuliskan SEMUA DEMI YUNA, tapi itu milik Ayu sedangkan milik Gita YUNA THE BEST.
Mereka memasang foto yang sama tapi berbeda tulisan penyemangat mereka.
Keluarga mereka semua tertawa saat membaca tulisan yang tertulis.
Keluarga dari Anif, Aris, Gita dan Reky pun datang.
"Apa² an itu. Ngapain kita kesini si Ma? Buang² waktu" Kata Lina dengan Sinis.
Lina seorang model(Adik tiri Aris).
"Jaga ucapan mu" Bentak Maya(Ibu tiri Aris) seorang desainer dan juga model.
"Kamu pergi saja" Lanjut Maya marah.
"Hmp" Kata Lina kesal.
Dia melipat kedua tangannya di dada lalu memalingkan wajahnya.
Anif melihat Ibu dan Adik tiri Aris.
"Mereka datang" Bisik Anif pada Aris.
"Biarkan saja" Jawab Anif.
"Bersiap" Kata Wasit.
Ayu dan Gita bersiap, mereka memakai kacamata.
__ADS_1
"Hufttt" Ayu dan Gita menatap air.