
Kamar Jamia.
Jamia sedang mengerjakan pekerjaan yang di berikan ayahnya.
"Kenapa sih dia(Bayu) ?" Pikir Jamia.
"Apa yang di pikirannya sampai membuatnya mabuk" Pikiran Jamia.
"Ahkkk, manusia itu, gara² dia aku tidak fokus" Teriak Jamia.
Jamia berfikir.
"Do i really like him?" Pikir Jamia.
Brrrr(Telfon masuk)
"Hai" Jawab Jamia.
"Hey,are you ok? Tanya Ayu.
"Hmm maybe" Jawab Jamia.
Jamia pergi ke balkon kamarnya.
"Ke markas yuk?" Ajak Ayu.
"Ok" Jawab Jamia.
"Yuna?" Tanya Jamia.
"Dia ada urusan keluarga" Jawab Ayu.
"Ouh" Jawab Jamia.
Jamia berfikir.
"Kita jalan² besok, lu traktir" Kata Ayu.
Jamia tersenyum kecil.
"Ok, help me spend my money" Jawab Jamia.
"With pleasure my queen" Jawab Ayu.
Mereka berdua tertawa.
...****************...
Yuna dan Felix sampai di alamat yang di berikan Ronald, Yuna turun dari motor.
"Hufttt" Yuna melihat Felix.
"Thanks" Kata Yuna.
Felix mau turun dari motornya tapi di tahan Yuna.
"Mau apa lagi lu?" Tanya Yuna.
"Ikut" Jawab Felix.
"Sampai di sini aja" Jawab Yuna.
"Tapi.. " Kata Felix.
"Pulang sono" Potong Yuna.
"Terima kasih banyak sudah mengantarkan saya, anda boleh kembali ke asal anda" Lanjut Yuna.
"Tapi Yun gw... " Kata Felix.
"Pliss" Potong Yuna.
"Okay, kalo ada apa² lu harus cepat hubungi gw ok" Kata Felix.
"Hmm" Jawab Yuna sambil tersenyum.
"Kalah lagi gw" Pikir Felix.
Felix masih melihat Yuna.
"Pergi" Kata Yuna.
"Iya ini juga mau pergi" Jawab Felix.
"Cepat kalo gitu" Cerutu Yuna.
Felix memutar motornya, lalu Felix pun pergi.
Yuna berbalik, lalu masuk ke sebuah kafe.
Yuna celingak-celinguk.
"Yang mana dia?" Pikir Yuna.
"Yuna" Panggil Ronald dari belakang.
Yuna berbalik.
"Anjirr kok ganteng" Pikir Yuna.
__ADS_1
"Ronald?" panggil Yuna.
"Yes i'm" Jawab Ronald.
Mereka berdua bersalaman.
"Nice to meet you" Kata Ronald.
"Nice to meet you too" Jawab Yuna.
Mereka berdua tersenyum.
Setelah itu mereka naik ke atas pergi ke ruangan VIP.
"Silahkan" Kata Ronald sambil menarik kursi untuk Yuna.
Yuna pun pergi ke arah Ronald.
"Terima kasih" Kata Yuna.
Yuna pun duduk.
"No problem" Jawab Ronald.
Ronald duduk di depan Yuna.
Yuna kaget melihat makanan di atas meja.
"Ini kan kafe, kok ada makanan barat gini?" Pikir Yuna.
"Why, you don't like it?" Tanya Ronald.
"Ha!! no, ah no i mean.. " Jawab Yuna gugup.
"Hufttt" Yuna menenangkan dirinya.
"Bagaimana kalo kita bicara santai tapi sopan" Kata Yuna.
Ronald tersenyum.
"Okay" Jawab Ronald.
"So..." Kata Yuna sambil mengeluarkan ponselnya lalu dia membuka foto ayah Jamia.
"Kenapa kamu bertanya tentang dia?" Tanya Yuna sambil memperlihatkan foto ayah Jamia.
"Do you know him?" Tanya Ronald.
"Ni anak lama² gw geprek juga, bahasa Inggris mulu" Pikir Yuna.
"Bisa di bilang begitu" Jawab Yuna.
"Apa hubungan Yuna dengan pria itu?" Tanya Ronald.
"Ha? Gu.. Saya tidak punya hubungan apa², cuman saya kenal aja" Jawab Yuna.
Ronald menatap Yuna dingin.
"Anjirr, kenapa dia natap gw kynk gitu, bikin salting aja" Pikir Yuna sambil melihat ke bawah.
Yuna berfikir.
"Wait.. " Yuna menatap Ronald.
"Apa ini ada hubungannya dengan perubahan Bayu?" Tanya Yuna.
Ronald terdiam, Yuna dengan cepat mengambil ponselnya lalu membuka rekaman, Yuna membalikkan ponselnya lalu di taruh di atas meja sebelah kirinya.
"Sekita10 tahun yang lalutepatnya 14 februari 2012, ayah dan kakek saya meninggal karena kecelakaan" Kata Ronald.
Yuna memadang Ronald.
"Kok dia malah curhat" Pikir Yuna.
Ronald melihat minumnya.
"Kecelakaan yang di rencanakan" Lanjut Ronald.
"Ha?" Yuna bingung tapi mengerti.
"Dan ada kaitannya dengan pria itu " Lanjut Ronald sambil melihat Yuna.
Yuna terkejut.
"Huftttt, masalah apa lagi ini" Pikir Yuna.
"Dua orang meninggal, satu orang mengalami luka dan trauma selama setahun" Lanjut Ronald.
Yuna terkejut.
"Anjirr, bapaklu apain mereka Ken" Pikir Yuna.
"Lalu bagimana keadaan orang yang masih hidup sekarang?" Tanya Yuna.
Ronald tersenyum kecil.
"Dia sedang tidur karena semalam mabuk" Jawab Ronald.
"Ha?" Kata Yuna bingung.
__ADS_1
"Maksud lu, maaf maksud anda..Bayu" Lanjut Yuna.
Ronald mengangguk.
"Mampus" Pikir Yuna sambil memalingkan wajahnya.
"Wait" Kata Yuna sambil melihat Ronald.
"10 tahun yang lalu, itu berarti Bayu masih umur 7,8 tahun" Lanjut Yuna.
"Ya" Jawab Ronald sambil mengangguk.
"Asw" Kata Yuna pelan sambil memegang kepalanya.
"Seharusnya gw ngknusah nanya,tambah sakit kan kepala gw, anjirr lah" Pikir Yuna.
"Jadi, apa hubungan mu dengannya?" Tanya Ronald.
Yuna memegang kepalanya.
"14 februari, tepat di hari kasih sayang" Pikir Yuna.
Yuna berdiri.
"Maaf, saya harus pergi" Kata Yuna.
Ronald melihat Yuna.
"Tapi.. " Kata Ronald.
"Saya paham, saya akan... " Potong Yuna.
"Sial, kepala ku sakit" Kata Yuna pelan sambil memegang kepalanya.
"Kau baik² saja?" Tanya Ronald.
"Ya aku baik² saja" Jawab Yuna.
Yuna melihat jam tangannya, jam menujukan pukul 2 lewat 50 menit.
"Kalo begitu saya permisi, besok pagi saya akan ke tempat Bayu, jangan bilang padanya" Lanjut Yuna.
"Tapi.. " Kata Ronald.
"Saya tidak ada hubungan dengan pria itu tapi saya mengenalnya" Potong Yuna.
"Saya permisi" Lanjut Yuna.
Ronald terdiam.
Yuna buru² keluar dari ruangan itu, Yuna memesan ojek online.
Ojek Yuna pun datang, Yuna langsung naik lalu pergi.
...****************...
Rumah Yuna.
"Terima kasih pak" Kata Yuna.
Yuna masuk ke dalam rumahnya.
"Dari mana aja Yun?" Tanya Ibu Yuna.
Ibu Yuna duduk di kursi sedang menunggu Yuna pulang.
Yuna langsung bersujud di depan ibunya.
"Maafin Yuna Ma, Yuna keluar ngk pamit" Kata Yuna
"Tau juga kau" Jawab Yudha kakak pertama Yuna.
"Maafin Yuna kak" Lanjut Yuna.
"Seragam dan tas sekolah mu mana?" Tanya Yudha.
"Asrama ka Yuri" Jawab Yuna.
Yuna melihat Ibunya.
"Yuna lapar Ma" Lanjut Yuna.
Ibu dan kakaknya tertawa kecil.
"Pergi makan sana, lalu cerita sama mama kamu dari mana" Jawab Ibu Yuna.
"Siap" Jawab Yuna sambil mengangkat wajahnya lalu tersenyum.
Yuna pun pergi makan,setelah makan dia pergi ke kamarnya untuk mandi
Yuna keluar dari kamar mandi,Yuna terkejut ibunya sudah ada di kamarnya.
Yuna tersenyum.
"Ngk sabar banget sih Ma" Kata Yuna.
Ibunya hanya tersenyum.
Yuna menggati pakaian, setelah itu di duduk di depan Ibunya lalu mulai menceritakan yang terjadi.
__ADS_1