KISAH KAMI.

KISAH KAMI.
YUNA DAN EISHA.


__ADS_3

Sebelum berbicara yang serius, mereka berbincang-bincang ringan sambil makan makanan ringan dan minuman hangat.


"Apa kau sibuk besok?"


Melvi melihat Cristian.


"Tidak terlalalu jadi sebelum pekerjaanku bertambah,cepat selesaikan ini" Cristian melihat Kadi.


Yuna dan teman-temannya saling memandang.


"Apa kalian ingin menginap?" tanya yuna pada keluarga Kadi.


mereka semua terkejut.


"Lu bercanda kan?" Tanya reky pakai bahasa indonesia.


"No i am serius" tatap


"Why? Kau tidak menyukai kami?" tanya Riankakak kedua Kadi.


RIAN DANIEL KAREL kakak kedua Kadi menatap reky.


"Tidak,maksud saya bukan begitu.." Reky panik dan juga takut karna tatapan Rian padanya yang begitu tajam.


"Maksudnya bukan seperti itu, Reky hanya terkejut dengan pertanyaan saya. Jadi tolong jangan di ambil hati" Yuna menatap Rian sambil tersenyum.


Yuna menepuk pelan lutut Reky untuk mebuatnya tenang.


Rian menatap Yuna yang sedang tersenyum ke arahnya


"Kami punya vila di dekat sini jadi bagaimana kalau kita bertemu besok, untuk membahas masalah ini?" tanya Rey.


Yuna tersenyum sambil mengangguk.


Keluarga Kadi pun pamit kembali ke vila mereka.


"Huftt"


Yuna langsung berbalik menuju kamar,lalu dia berhenti ale berbalik.


"Aku tidur di mana?" tanya Yuna.


mereka melihat Yuna sambil tertawa kecil.


Arya medekati Yuna


"Mau ke gendong sampai lantai dua?"


Yuna terdiam lalu tersenyum kecil.


"Tidak usah"


"Ok, kalo gitu mari aku antar"


Yuna mengangguk sambil tersenyum kecil, Arya memegang tangan Yuna.


"Gw ma tidur sendiri" Yuna melihat teman-temannya, mereka semua mengangguk.


Arya dan Yuna pun pergi


Mereka berdua sampai di depan kamar.


"Ini kamarnya" Arya membukakan pintu.


Yuna masuk ke dalam kamar, Arya menutup kamar kembali.


"Dia terlihat tidak baik" Kata Anif yang ada di belakang Arya.


"Hmm" Arya mengangguk.


Arya dan Anif turun ke bawah mereka berkumpul lagi di ruang rapat.


"Gimana Yuna?" Tanya Eka


Arya hanya mengangguk dan tersenyum tipis .


"Kita benar-benar merepotkan ya" Jamia menunduk.


Bayu memegang tangan Jamia.


"Gimana kalo kita lakukan saja, kita berpencar” Ayu melihat teman-temannya.


"Maksud lu?" Fredik bingung.


"Gw,Aris dan.."


"Maaf Yu" potong Arya.


Mereka semua melihat Arya


"Bokap Eka beneran keras Yu,dia tidak akan senggan mengusir atau melakukan tindakan di luar nalar di depan semua orang pada kita"


Mereka semua terkejut.


"Sekejam itu?" Tanya Gita sambil melihat Eka.


Eka menunduk sambil menahan air mata.


"Kan ada kak Eisha, jika dia merestui kita akan..."


Reky menatap Arya.


"Dalam agama kami,ayah adalah wali nikah untuk perempuan dan...."


Eka menangis.


Brrrr..telfon Anif bergetar.

__ADS_1


"Hallo"


"Pergi tidur, besok kita bicara lagi"


Anif terdiam.


"Iya ,Yun ini juga mau tidur"


Mereka semua melihat Anif.


Anif memasang speaker.


"Ya udah keluar cepat dari ruang itu,pergi ke kamar kalian masing-masing"


Mereka semua terdiam.


"Belum keluar juga"


"Iya ini mau keluar Yun, ya Allah" Ayu berdiri.


Mereka semua bubar lalu keluar dari ruang rapat.


Mereka melihat ke atas, Yuna memperhatikan mereka dari lantai 2.


"Apa lihat-lihat, tidur sana"


"Iyaaa" reky naik ke tangga, Yuna berbalik masuk ke dalam kamar.


1 jam kemudian.


Yuna menelfon Eisha.


Ketiga kalinya yuna menelfon.


"Maaf Yuna, Kakak baru angkat"


"Iya tidak apa-apa kak"


"Ada apa Yun?"


"Kakak masih sibuk?"


"hmm, Tidak tapi sebentar lagi akan sibuk"


"ouh gitu"


Yuna terdiam, dia binggung juga sedikit gugup dan takut untuk berbicara.


"Mau video call?"


"He!!?" Yuna terkejut


Eisha tertawa kecil.


Yuna dan Eisha pun berpindah telfon menjadi video call.


"Haii" Eisha melihat Yuna


"Hahaha,i ni pertama kalinya kakak melihat ekspresi Yuna yang seperti itu"


Yuna tertawa canggung


"ALKADRIE DANIEL KAREL, putra dari istri kedua CRISTIAN DANIEL KAREL"


Yuna mengangguk


"Pekerjaan ayahnya agak berbahaya ya" tatap


Yuna mengangguk


"Dia sudah masuk agama kita 4 tahun yang lalu"


Yuna terkejut, lalu menata Eisha.


"Hahaha, Yuna tidak tau?"


"Ta..tau kak tapi yuna tidak menyangka sudah selama itu"


"Anak itu sampai tidak menceritakan pada sahabat tersayangnya ini tentang itu" pikir Eisha sambil tertawa kecil karna melihat ekspresi Yuna yang sangat kesal.


"Are you ok yuna?"


"No"


"Dia juga sudah hatam loh"


"Heee!!!!" Yuna terkejut "impossible"


"Kakak mikirnya juga gitu, tapi itulah yang terjadi,dia juga sampe...."


"Sampe apa Kak?" penasaran


"Anak laki-laki umur 9-11 tahun di apakan?"


"He???" Yuna binggung lalu berfikir.


Yuna menunduk lalu tersenyum menahan tawa.


"Kakak bercanda kan?"


Eisha menatap yuna.


"Oh God"


Yuna tertawa kecil sambil memegang kepalanya.


"Itu laporan yang Ku dapatkan"

__ADS_1


"ooh baru laporan" Sedikit kecewa.


"Kakak mencari tau"


"Ha?!" Yuna kaget.


Eisha mengangguk


"Dan itu ternyata benar"


"Hah..!!!!" Yuna melihat ke arah lain


"Huftttt" Yuna berusaha untuk tidak tertawa begitu juga dengan Eisha.


Yuna berbalik lagi melihat eisha.


"Dokter?"


Eisha mengangguk


"Di dampingi ustad"


Yuna menunduk


"Tapi selama ini kita selalu bersama. Kapan dia melakukan itu?" pikir Yuna binggung.


Yuna melihat Eisha


"Lalu Kak,menurut Kakak bagaiman?"


Eisha terdiam.


"Entahlah kakak juga bingung"


"He!!?" Yuna terkejut.


"Iniii" eisha mengirim nomor telfon seseorang pada Yuna.


"Ini nomor siapa?"


"Telfon saja"


"Ini bukan nomor Paman kan?"


Eisha tertawa


"Boleh juga tuh, Yuna bicara dengan orang tua itu"


"Kakkk"


Eisha tertawa


"Baiklah, sudah dulu. Pergilah tidur"


Eisha melihat jam


"Sudah tengah malam kan di sana" Eisha melihat jam menunjukkan pukul 1 siang.


"Belum juga sih kak, sedikit lagi. Kakak mau kembali kerja ya?"


Yuna melihat jam menunjukkan pukul 10 malam.


PS: Perbedaan waktu Amerika dan Arab, Amerika lebih lambat 10 jam.


"Hmm begitulah"


"Kak, dia baik kok kak, beneran Yuna tidak bohong kak"


Eisha tertawa.


"Kakak sih terserah Eka,yang penting dia senang dan bahagia aja"


Yuna mengangguk


"Semangat, Kakak akan bantu dengan doa"


"Kak Eishaaaa"


"Assalamualaikum"


"Kakak bantu Yuna bicara sama paman dan bibi"


Eisha tersenyum


"Assalamualaikum"


"Kakak" manja


Eisha menahan tawa


"Yuna assalamualaikum"


"Huft... Walaikumsalam" Sedih.


Eisha mematikan telfonnya.


"Mereka semua sudah berkumpul" Kata Alvin.


"Orang tua itu?"


Alvin menggelengkan kepalanya.


ALFIN AMAR sekertaris Eisha.


"Haaaa, mereka semua"


Alfin mengangguk.

__ADS_1


"Haaa, sepertinya mereka harus berjuang keras sendiri"


Eisha melihat Foto Eka dan semua teman-teman.


__ADS_2