
"Menjauh dari adikku bangsat" Yudha masuk.
Yuna melihat ke belakang Fuller.
"Kakak"
Yudha mendorong jauh Fuller.
Yuna langsung memeluk Yudha.
Yudha mengelus rambut Yuna, lalu duduk di sebelah Yuna "Apa ada yang sakit?"
"Tidak kak, hanya sedikit pusing" Manja.
"Huftt, selalu saja"
"Hehehe ma'af"
Semua orang masuk.
"Yuna kamu baik-baik saja?" Tanya Marina.
Jack menahan Marina yang ingin mendekati Yuna, Marina menatap Jack. Jack melihat Yudha.
Yudha berdiri, lalu melihat ke arah mereka semua.
Teman-teman Yuna menunduk.
"Adik"
"Iya kak?" Melihat Yudha.
"Setelah ini apa rencanamu?"
Yuna melihat Yudha yang melihat keluarga teman-temannya.
Yuna melihat Jack dan Brian yang menatap Yudha.
"Apa kakak cuma sendiri?"
Yudha melihat Yuna.
"Jika kakak datang bukan sendiri, menurut Yuna apa yang terjadi" Bisik.
Plak.... Yuna memukul Yudha.
"Ahk" Jerit Yudha.
"Awas aja" Tatap.
"Yuna baik-baik saja, Yuna hanya kelelahan"
Jason menatap Yudha sambil mengerutkan alisnya.
"Kak" Yuna menatap kakaknya dengan penuh harap.
Yudha tersenyum.
Yudha berbalik lalu menunduk "senang bertemu dengan kalian semua, Saya Yudha Rahadian Dungga. Kaka pertama Yuna"
Yuna tersenyum.
Teman-teman Yuna maju lalu membungkuk.
"Maafkan kami kak"
Yuna tertawa kecil.
"Tidak apa-apa, Yuna hanya kelelahan" Menatap Yuna
Yuna tersenyum.
"Cuman jangan sampai Yuri tau" Senyum.
Mereka semua terkejut.
"Yudha" Panggil Brian.
Yudha berbalik.
Brian memberikan tangan pada Yudha untuk bersalaman.
Yudha melihat tangan Brian.
"Aku Brian, ayah Bayu"
Yudha bersalaman.
"Senang bertemu dengan Anda. Mr, Elean" Senyum.
__ADS_1
"Aku Jack, ayah JK"
Yudha bersalaman lagi dengan Jack.
"Ah iya, kita pernah bertemu"
"Ah, itu benar saat pertandingan"
Jack dan Yudha tertawa kecil, Brian menatap mereka berdua.
"Saya permisi dulu, saya memiliki urusan"
"Ah begitu,baiklah"
Jack melepaskan tangan Yudha.
Yudha melihat Yuna.
"Kakak pergi" Membelai rambut Yuna.
Yuna mengangguk.
"Al"
"Yes bro" Dengan cepat mendekati Yudha.
"Kamu harus cepat belajar agama kami" Tatap.
"Ye?" Kadi bingung.
"Saat kalian bertemu orang tua Eka, mereka baru pulang dari tanah suci. Paham kan"
Yudha melihat Eka yang menunduk.
"Siap bro, tenang saja. Aku sudah mempersiapkan diri dari 4 tahun yang lalu"
Mereka semua terkejut.
Eka melihat Kadi, Kadi tersenyum sambil melihat Eka.
Yudha tersenyum "Baiklah kalo begitu,kakak akan pergi"
"Hati-hati bro" Senyum.
Yudha menatap Kadi dingin, Kadi terkejut.
"Semangat"
Yuna tertawa kecil.
Yudha menatap Yuna sambil tersenyum.
"Kaka pergi"
Cup.. Yudha mencium kening Yuna.
Yuna mengangguk sambil tersenyum.
"Hati-hati di jalan kak"
Yudha berjalan pergi sambil berpamitan dengan semua orang.
Jason menatap Yuna.
"Dia sangat berbeda saat bersama keluarganya" Pikir Jason
"Huftt" Kadi duduk di sebelah Yuna.
Yuna tertawa kecil "Are You okay?" Memegang lengan Kadi.
"Saya butuh dokter, sepertinya jatung saya mulai melemah"
Teman-teman Yuna mendekati Kadi dan Yuna sambil tertawa.
"Hahaha gw juga takut tadi" Arya memegang tangan Yuna "Bagaimana, apa ada yang sakit?"
"Tidak ada" Senyum.
"Syukurlah kamu baik-baik saja Yuna" Marina melihat Yuna.
"Hehehe, Yuna hanya kelelahan kok Mom"
Brak.... Pintu terbuka kuat.
Mereka semua terkejut.
"Yuna Rahadian Dungga" Panggil seorang pria paruh baya yang terlihat masih muda karna terjaga dengan baik"
"Ya??!" Jawab Yuna bingung juga ketakutan.
__ADS_1
"Apa-apa si bangsat ini" Brian mendekati pria itu.
"Minggir" Menatap tajam Brian.
Brian mengerutkan alisnya.
"Ada apa dengan mu hah?" Jack kesal.
Jack berjalan ke arah Brian untuk menghentikan pria itu.
Kadi dan Arya berdiri di depan Yuna seperti bodyguard.
"Anjirr kenapa orang tua itu ada di sini?" Kadi melihat pria itu.
"Gila"
"Minggir" Pria itu mendorong Brian dan Jack, mereka berdua bertahan.
"Dia baru sadar" Jack kesal.
"Aku juga tau"
Pria itu mendorong Jack dan Brian lagi,dia pun berhadapan dengan Kadi dan Arya.
"Apa yang kau lakukan di sini AYAH?" Kadi menatap pria yang agk sedikit tinggi darinnya itu dengan perasaan khawatir.
CRISTIAN DANIEL KAREL,Pria tampan berambut hitam dan mata yang berwarna abu-abu,dan sekarang berumur 45 tahun tapi masih kelihatan muda karna tubuhnya terawat dengan baik itu sedang menatap Kadi dengan senyuman liciknya.
"Menurutmu apa yang aku lakukan di sini?"
Yuna tersenyum "Baguslah kita bertemu di sini Mr,Karel"
Mereka semua mentap Yuna yang sedang duduk di atas ranjang sedang menatap ayah kadi dengan senyuman.
Cristian menatap yuna.
"Yun..." Kadi menatap Yuna penuh kekhawatiran.
Yuna tersenyu "Lebih cepat ,lebih baik"
Yuna menatap Eka.
Eka menatap Kadi lalu mengangguk.
Mereka pun kembali kle rumah besar 2.
Beberapa keluarga Jamia dan Bayu kembali,tingal kedua ayah mereka dan ibu Jamia juga para sepupu Bayu.
Mereka sampai di rumah besar,Mereka turun dari mobil masing-masing.
"Akhirnya kalian sampai juga"
Seorang pria datang mengahampiri mereka
"Apa yang kamu alakukan disini?"
"Ganteng" Bisik Ayu pada Gita
Gita mengangguk.
"Pertanyaan macam apa itu?"
Salah satu pria lagi keluar dari dalam mobil bersama seorang wanita paruh baya tapi masih kelihatan muda.
"Mari kita ,masuk"
Yuna mempersilahkan para tamu masuk.
Mereka masuk ke dalam ruang rapat,mereka saling memandandang.
MELVI MAYA,ibu kadi melihat Eka yang duduk di depanya.
"jadi kau Eka?"
"Benar Mrs,Karel saya Eka" senyum
"Baguslah kita udah bertemu kelarga Al di sini tinggal bertemu keluarga Eka" Pikir Yuna yang duduk di kursi palin ujung sedang memantau.
"Apa kau tau siapa aku?"
"Tentu saja" senyum
"Hey,hey ,hey pakailah Bahasa yang kami juga mengerti"
Kadi menatap ayahnya dengan kesal
"Pakai saja Bahasa Indonesia Ma,agar Dia tidak mengerti"
"Hey,jangan lupa aku juga bisa Bahasa Indonesia"
__ADS_1
Kadi menatap tajam Rey.
REY DANIEL KAREL,kaka pertama kadi.