
Asrama Eka.
Setelah Arya dan Kadi pergi, Eka melihat postingan Yuna bersama ketiga temannya, Eka juga mengecek postingan teman-teman Yuna.
Eka tersenyum.
"Syukurlah" Pikir Eka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kamar Yuna.
Eka dan Yuna sedang berbaring.
Mereka berdua melihat ponsel mereka masing-masing.
"Sudah 3 bulan dia(Arya) tidak ada kabar" Kata Yuna
"Mungkin dia sibuk" Jawab Eka.
"Tapi ini udah 3 bukan, chat, SMS, vc, call gw, ngk pernah di respon sama dia" Kata Yuna mulai kesal.
Eka bingung harus menjawab apa.
Tok.. Tok.. Tok..
"Gw masuk" Kata Kadi dari balik pintu kamar Yuna.
Eka dan Yuna bangun.
"Masuk" Kata Yuna.
Kadi masuk lalu duduk di kursi belajar Yuna.
"Kenapa Yun, muka lu kusut amat?!" Tanya Kadi.
"Teman lu tu, dia udah 3 bulan ngk ada kabar" Cerutu Yuna.
"Siapa? Arya!?" Tanya Kadi.
Eka melihat Kadi,Eka memberikan kode pada Kadi dengan mengedipkan kedua matanya.
Kadi melihat itu bingung.
"Mata kamu sakit Ka?" Tanya Kadi.
"Anji**, gblok" Pikir Eka.
Yuna melihat Eka.
Eka pura-pura mengosok matanya.
"Sepertinya kemasukan debu" Kata Eka berbohong.
"Are you ok?" Tanya Yuna.
"Ah, fine" Jawab Eka.
Yuna berdiri.
"Gw ke kamar mandi dulu" Kata Yuna.
Yuna menaruh ponselnya.
Yuna pergi meninggalkan Kadi dan Eka.
Yuna keluar dari kamarnya.
Plak
Eka memukul Kadi.
"Ahk" Jerit Kadi.
"Kenapa?" Tanya Kadi bingung.
"Ngk usah nanya tentang Arya" Kata Eka.
"Emang kenapa?" Tanya Kadi.
"Dia beneran ngk ngasih kabar ke Yuna?" Tanya Kadi lagi.
Eka mengangguk.
"Anjirr, gblok tu anak" Kata Kadi kaget.
"Entah apa yang dia lakukan" Kata Eka.
"Ternyata ayahnya salah satu gengster yang sangat kuat di Tiongkok" Kata Kadi.
Eka melihat Kadi.
"What! Really?" Kata Eka kaget.
"Hmm, dia aja baru tau, setelah sebulan dia pindah" Kata Kadi.
"Anjirr, nice" Kata Eka.
"Hmm, gw juga cari tau tapi susah untuk di lacak" Kata Kadi.
"Anjirr, terus" Kata Eka.
"Hmm, yang gw tau mereka itu hacker dan ayahnya pemilik perusahaan yang berhubungan dengan komputer, bingung gw jelasin" Kata Kadi.
"Gila, ternyata..but why he ngk kasih kabar ke Yuna? ke gw aja jarang banget di hubungin, sekali di hubungin cuman nanya kabar Yuna, Bangsat" Kata Eka.
Kadi tertawa kecil.
"Gw apa lagi" Kata Kadi.
__ADS_1
"Memang bangsat" Lanjut Kadi.
Kadi melihat pintu kamar Yuna.
"Yuna kok lama banget sih" Kata Kadi.
"Apa dia nguping?" Kata Kadi lalu melihat Eka.
"Gblok,lu ngk liat kamar Yuna dia pake penyedap suara" Kata Eka.
"Iya juga ya" Kata Kadi.
"Boker kali" Kata Eka.
Kadi hanya mengangguk.
Yuna pun masuk.
"Umur panjang" Kata Eka.
"Kenapa?" Tanya Yuna.
"Lama banget sih" Cerutu Kadi.
"Boker gw" Jawab Yuna.
Yuna melihat ponselnya, lalu melihat kedua temannya.
"Kenapa?" Tanya Kadi.
"Lobet" Jawab Yuna bohong.
Yuna mematikan ponselnya, lalu pergi untuk mengisi daya pada ponselnya.
Mereka melanjutkan bercerita tapi tidak membahas Arya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tok... Tok.. Tok..
Eka membuka pintu.
Kadi kembali lagi ke asrama Eka,setelah dia mengantarkan Arya ke rumah barunya.
Kadi masuk.
"I'm hungry" Kata Kadi.
"Ada makanan di kulkas, panasin aja" Jawab Eka.
"Ok, thanks" Kata Kadi.
Eka melanjutkan melihat postingan Yuna.
"Setelah hari itu dia udah jarang membahas tentang Arya" Kata Eka sambil melihat Ponselnya.
Kadi melihat Eka.
"Benar" Jawab Kadi.
"Apa karena teman barunya?" Tanya Eka.
"I don't think so, semenjak gw pindah pun dia jarang bangat nanya tentang dia" Jawab Kadi.
Eka melihat Kadi.
"Dia nanya pun just, nanya kabar dong setelah selesai dia akan membahas yang lain" Lanjut Kadi.
Eka mengangguk, Eka melanjutkan melihat ponselnya.
...****************...
Kamar Yuna.
Yuna sedang vc bersama ketiga temannya.
"Bagusnya markas kita namanya apa ya?" Tanya Ayu.
"JABU" Jawab Bayu.
"JABU?" Tanya Yuna
"Jamia Bayu" Jawab Bayu.
Jamia melihat Bayu jijik.
"Bangsat" Kata Yuna.
"YABAJ" Kata Ayu.
"YABAJ?" Tanya Bayu.
"Yuna, Ayu, Bayu, Jamia" Jawab Ayu.
"Kenapa namaku di belakang?" Tanya Jamia.
Ayu terdiam.
"GUDANG TUA" Kata Yuna.
Ketiga temannya terdiam.
"GUDANG TUA!" Kata Ayu berfikir.
"Kok GUDANG TUA?" Tanya Bayu.
"Dia terlihat kumuh dari luar" Kata Yuna.
"Dan Tua" Lanjut Jamia.
__ADS_1
Yuna dan Jamia saling tersenyum.
"Gw bikin gitu supaya orang takut aja gitu" Kata Bayu.
"Itu Bagus" Kata Ayu.
Mereka berempat pun menyetujui markas mereka di namakan GUDANG TUA, walaupun Bayu sedikit tidak terima.
"Ee btw, besok gw balapan" Kata Bayu.
"Ouh, Alex?" Kata Yuna.
"Bukan, yang lain" Jawab Bayu.
"Ok jam berapa balapannya?" Tanya Yuna.
Alex adalah geng motor sedangkan Bayu geng mobil.
"Hm jam 2" Jawab Bayu.
Ketiga temannya mengangguk.
"Jam 1 gw jemput" Kata Jamia.
Ayu dan Yuna mengangguk.
"Gw yang jemput, kalian tunggu aja di gudang tua" Kata Bayu.
"Ouh ok" Jawab Jamia.
"Besok!!" Pikir Yuna.
"Gw mungkin agak sedikit terlambat" Kata Yuna.
"Why?" Tanya ketiga temannya.
"Besok gw mau ke asrama Eka" Jawab Yuna.
"Terus?" Tanya Bayu cemberut.
"Hahh, gw usahain ngk telat" Kata Yuna.
"Mau gw temenin?" Kata Jamia.
"Ngk usah, gw dijemput Al" Jawab Yuna sambil tersenyum.
"Ok" Jawab Jamia.
"Belum ada yang terbuka di antara kita" Pikir Jamia dan Ayu.
"Kecuali Bayu yang sebagian dari dirinya kita tau" Pikir Ayu Dan Jamia.
"Emangnya lu mau ngapain di sana?" Tanya Bayu.
"Hm, gw di suruh kesana aja" Jawab Yuna.
Mereka bertiga mengangguk.
"Btw balapan lu punya hadiah ngk?" Tanya Ayu.
Bayu berfikir.
"Hmm" Jawab Bayu.
"Berapa?" Tanya Ayu sambil tersenyum kecil.
Yuna dan Jamia tertawa kecil melihat ekspresi Ayu.
"Napa lu senyum-senyum!?" Kata Bayu sambil mengerutkan alisnya.
"Ngkk" Jawab Ayu.
"Berapa?" Tanya Yuna.
Bayu berfikir.
"Kalo ngk salah 20 juara pertama" Jawab Bayu.
"20 ribu!?" Kata Ayu.
"Juta Yuuu" Kata Kadi.
"Woah sebanyak itu" Kata Yuna kaget.
"Gw ikut" Kata Ayu.
"Emang lu tau bawa mobil?" Tanya Jamia.
"Baru belajar" Jawab Ayu sambil tersenyum kecil.
"Hahhh, juara terakhir" Kata Yuna.
Mereka berempat tertawa
"Kalo juara ke 2?" Tanya Jamia.
"15 maybe" Jawab Bayu.
"Lu harus menang Bay" Kata Ayu.
Yuna dan Jamia mengangguk.
"Hahhh beban" Kata Bayu.
"Harus yang 20 Bay, gw ngk mau tau" Kata Yuna.
"Anjirr, emang lu... " Kata Bayu.
"Ngk boleh ke 2" Potong Jamia
__ADS_1
Bayu tercengang.
Ketiga teman Bayu tertawa, Bayi menggelengkan kepalanyakepalanya lelu melihat ketiga temannya dia hanya tersenyum pahit.