
3 hari telah berlalu saat mereka pulang dari rumah sakit.
Mereka menjalani hari² seperti biasa, hanya saja mereka pulang sekolah ke rumah besar bukan ke rumah orang tua mereka.
Setelah pulang sekolah mereka berlatih beladiri, Ayu dan Gita berlatih berenang, dan Reky melatih melukis.
Mereka mempersiapkan diri untuk melawan Yuyun dan anggotanya.
Kadi, Bayu, Jamia dan Arya juga sudah tidak pergi keluar negeri, semua masalah sudah di selesaikan oleh keluarga mereka.
Gita dan Ayu beristirahat.
"Rindu Yunaaa" Kata Ayu sedihsedih sbil memandang langit.
...****************...
Rumah sakit.
Setelah teman² Yuna pulang ,malamnya Yuna mulai sadar.
Besoknya Yuna mulai bisa bergerak sedikit demi sedikit.
Besoknya lagi, Yuna mulai merespon kata² orang di sekitarnya, walaupun hanya dengan senyuman.
...****************...
Rumah besar.
Jam 5 mereka semua pergi ke ruang keluarga, mereka semua berkumpul, mereka melihat kursi yang Yuna duduk ki sebelum insiden penembakan.
"Apa kita bisa menang melawan mereka?" Tanya Gita khawatir.
"Hufttt" Mereka semua menunduk.
"Kita latihan aja terus" Jawab Eka.
Mereka mengangguk.
"Ka, ngk apa² jauh dari sekolah?" Tanya Jamia.
Eka tersenyum.
"Ngk apa, gw juga di antar jemput" Jawab Eka sambil melihat Kadi.
Kadi tersenyum.
"Dan gw juga lebih senang di sini" Lanjut Eka.
Mereka semua menatap Eka.
"Gw juga bisa nabung" Lanjut Eka lagi.
"Terima kasih sudah menerima gw" Kata Eka sambil melihat Jamia,Ayu dan Bayu.
Mereka bertiga gugup.
"Apa sih" Jawab Ayu.
"Gw juga, terima kasih" Lanjut Gita sambil melihat Ayu.
"Iiiii jadi melow kan" Jawab Ayu.
Mereka semua tertawa kecil.
Besoknya.
...****************...
Rumah sakit.
Yuna melihat jendela.
Dokter masuk.
"Selamat pagi Yuna" Sapa Rendi.
Yuna melihat Rendi.
__ADS_1
Yuna hanya tersenyum.
Rendi mulai memeriksa Yuna, Yuna hanya diam. Sambil melihat jendela.
Pintu kamar terbuka.
"Hai dek" Sapa Yuri.
Yuna melihat Yuri, Rendi dan suster juga melihat ke arah Yuri.
"Oh, selamat pagi Dok, selamat pagi Sus" Sapa Yuri.
Yuna tersenyum.
"Selamat pagi Dok" Jawab Rendi dan suster yang bersamanya.
"Bagaimana kondisi adik saya Dok?" Tanya Yuri.
"Kesehatannya mulai normal" Jawab Rendi.
"Apa anda yakin?" Tanya Yuri.
Rendi dan suster bingung, Yuna hanya diam.
"Iya, saya yakin" Jawab Rendi.
"Kalo begitu Dok, tolong periksa tenggorokannya" Kata Yuri.
Yuna menatap Yuri.
Rendi dan suster bingung.
"Tidak usah di pikirkan Dok" Kata Yudha yang baru masuk.
Mereka semua melihat ke arah Yudha.
Yuna melihat tanda pengenal Rendi.
"Dokter siapanya Bayu?" Tanya Yuna.
"Akhirnya dia bicara" Kata Yuri kesal.
"Saya sepupunya" Jawab Rendi.
Yuna menatap Rendi lalu dia mengangguk, Yuna melihat jendela lagi.
Yuri menatap Yuna dengan kesal.
Yuri maju di depan Rendi.
"Dok apa anda yakin adik saya yang CEREWET sudah baikan?" Tanya Yuri.
"Hentikan kak" Kata Yuna sambil melihat Yuri.
"Yuna hanya malas bicara, jika Yuna terlalu banyak bicara Yuna.... " Lanjut Yuna yang tiba-tiba meringis kesakitan.
"Oohhh, kamu baik² saja?" Tanya kedua kakaknya khawatir.
Rendi tersenyum.
"Pasien benar, dia tidak boleh terlalu banyak bicara dan bergerak, lukanya... " Kata Rendi.
"Kaka minta maaf" Potong Yuri.
Plak
"Ahk" Jerit Yuri karena di pukul Yudha di pundaknya.
Rendi dan suster terkejut, Yuri menatap Yudha.
"Udah, kakak udah beri kak Yuri pelajaran" Bujuk Yudha.
Yuna tersenyum,sedangkan Rendi dan suster tertawa kecil.
Yuri cemberut.
"Besok Kakak akan kembali ke asrama, dinas kakak udah selesai" Kata Yuri.
__ADS_1
Yuna mengangguk pelan.
"Sudah mau pulang?" Tanya Rendi.
"Belum, Yuri masih mau urus beberapa berkas, mungkin sore baru Yuri pulang" Jawab Yuri.
Rendi melihat mereka bertiga yang akur, dan sangat sopan saat berbicara pada yang lebih tua.
"Seandainya adikku yang bangsat itu sesopan Yuri dan Yuna" Pikir Rendi.
"Saya permisi dulu" Kata Rendi.
Ketiga bersaudara itu melihat Rendi.
"Oh, iya Dok. Terima Kasih" Jawab Yudha.
"Sama-sama" Jawab Rendi.
Rendi melihat Yuna, Yuna tersenyum.
Rendi dan suster pun berjalan pergi.
"Tunggu Dok" Kata Yuri.
Rendi dan suster berbalik.
"Saya ikut" Lanjut Yuri.
Yuri melihat kedua saudaranya.
"Kak, Yuri pergi dulu, bye Yun" Kata Yuri.
"Iya semangat" Jawab Yudha.
Yuna melambaikan tangannya pelan.
Mereka pun keluar.
"Saya duluan" Kata Suster.
Yuri dan Rendi mengangguk.
Suster pun pergi meninggalkan mereka berdua.
Rendi melihat Yuri, Yuri melihat jam tangannya.
"Apa ada sesuatu di wajah saya Dok?" Tanya Yuri.
Yuri menatap Rendi, Rendi tersenyum.
"Tidak ada" Jawab Rendi.
"Baiklah, kalo gitu saya permisi" Kata Yuri.
Yuri berjalan pergi.
"A.... " Kata Rendi terhenti.
Tiba-tiba Yuri berbalik, Rendi terkejut.
"Terima Kasih Dok, sudah menyelamatkan adik saya dan sudah merawatnya" Kata Yuri sambil tersenyum
Rendi terpaku, Rendi menatap Yuri.
Yuri menatap Rendi bingung.
"Dok" Panggil Yuri.
"Ya" Jawab Rendi kaget.
"Ah, apa.. Ya sama² , sudah tugas saya" Jawab Rendi terbata².
Yuri tersenyum lagi.
"Baiklah, saya permisi" Kata Yuri.
"Iya" Jawab Rendi linglung.
__ADS_1
Yuri berbalik pergi.