
Yuna melihat ke arah Ayu, Ayu terlihat tidak nyaman.
Yuna pun menghampiri Ayu.
"Ayu" Pangil Yuna.
Ayu terkejut, lalu melihat ke arah Yuna, Yuna menghampiri Ayu sambil tersenyum. Ayu bernafas lega saat melihat Yuna, Ayu pun balas tersenyum.
"Hai" Sapa Yuna pada Gita.
"Hai" Jawab Gita.
Yuna tersenyum, lalu melihat ke arah Ayu.
"Kantin yuk, lapar" Kata Yuna manja.
Ayu tersenyum sambil mengangguk.
"Hm, ayo aku juga lapar" Jawab Ayu.
Yuna berbalik untuk memanggil Jamia, tapi Jamia sedang bebicara di telfon.
Yuna berbalik melihat ke arah Ayu.
"Kita duluan aja yuk, nanti aku akan telfon Bayu dan mengirim pesan pada Jaken untuk menyusul" Kata Yuna.
Ayu hanya mengangguk.
"Kita duluan ya" Kata Yuna pada Gita,sambil tersenyum.
Gita hanya mengangguk canggung sambil melihat ke arah Ayu.
Ayu melihat ke arah Gita sambil tersenyum kecil.
Yuna menggandeng lengan Ayu.
"Ayoo" Lanjut Yuna.
Di saat Yuna dan Ayu menuju ke kantin,Yuna menelfon Bayu.
...----------------...
"Yo whatsapp" Jawab Bayu.
"Where are you?" Tanya Yuna.
"Hmm, sepertinya aku jauh dari kalian" Jawab Bayu.
"Ya, i think so" Lanjut Yuna sambil celingak-celinguk mencari keberadaan Bayu.
"Aku dan Ayu sedang menuju ke kantin, nanti kamu menyusul ya, ah.. Jangan lupa ajak Jaken" Lanjut Yuna lagi.
"Oh,ok..Wait,You mean Jamia and i walked together to the canteen" Jawab Bayu.
"Yup" Jawab Yuna sambil tersenyum kecil.
Yuna memasangkan loudspeaker.
Bayu melihat ke depan.
"Yuna thank you so much, i love you" Jawab Bayu sambil melihat orang yang di depannya sambil tersenyum kecil.
"Jijik" Jawab Yuna.
"Mee too" Jawab Bayu.
Ayu tertawa kecil mendengar percakapan Yuna dan Bayu.
"What the.. " Jawab Yuna sedikit kesal.
"You so very populer" Lanjut Bayu, tanpa dia ketahui orang yang di depannya itu fasih juga dalam Bahasa Inggris.
"What!! Pardon me?" Jawab Yuna bingung.
Yuna dan Ayu saling memandang.
Sebenarnya Bayu sedang di hadang oleh Felix, Andre dan fredik.
__ADS_1
Felix Bararo adalah teman sekelas Yuna, Felix menyukai Yuna dari mereka kelas 1 SMP dan dia salah satu murid yang pintar.
Andre Usman, senior Yuna saat masih SMP, dia juga menyukai Yuna.
Fredik Bararo sepupu Felix, seangkatan dengan Yuna, dia hanya mengikuti Felix.
"Ok, nanti aku akan menyusul with my Queen(Jamia)" Jawab Bayu.
Ayu dan Yuna tertawa mendengar jawaban Bayu.
"but it seems her, doesn't want you to be her king" Jawab Ayu sambil tersenyum kecil.
"Heyyy don't be like that. Who knows my future with her is bright" Jawab Bayu.
"Cih, up to you bro" Jawab Yuna.
Tiba-tiba terdengar suara seseorang yang Ayu kenal.
"Hey, apa yang kalian lakukan di situ?" Tanya Aris yang sedang lewat lalu terheti karena melihat mereka berempat.
Ayu yang mendengar itu, ekpresinya mulai berubah.
"Kesempatan" Pikir Bayu
"Senior" Pangil Bayu pada Aris.
Bayu pun pergi melewati mereka bertiga.
"Terima kasih banyak" Kata Bayu pada Aris, Bayu lupa kalau dia sedang menelfon.
"Ha!!?" Kata Aris bingung.
"Aku dekat deng wanita yang mereka sukai, jadi..."
Lanjut Bayu.
Ayu dan Yuna mendengar percakapan mereka.
Aris melihat ke arah Andre sambil alisnya mengkerut.
Ini bukan pertama kalinya Andre menghadang murid lain, hanya karna masalah sepele apalagi tentang wanita yang dia suka.
"Pergilah" Kata Aris pada Bayu.
Bayu mengangguk, saat Bayu mau pergi dia tidak lupa melambaikan tangannya sambil tersenyum kecil pada Mereka bertiga(Andre, Felix dan Fredik). Mereka bertiga yang melihat itu pun kesal.
Aris melihat tingkah Bayu hanya tersenyum kecil.
"Berani juga dia(Bayu)" Pikir Aris.
Bayu pun meninggalkan mereka.
Ayu dan Yuna pun sampai di kantin, mereka pergi untuk memesan makanan.
Yuna mematikan telfonnya.
...----------------...
Bayu mencari Jamia.
Bayu pun tersadar kalau dia sedang berbicara ditelfon.
Bayu melihat ponselnya, tapi panggilannya sudah terputus.
"Ini gara-gara 3 idiot itu" Kata Bayu.
Bayu pun lanjut mencari Jamia.
"Itu dia" Kata Bayu saat melihat Jamia.
"Hai" Sapa Bayu.
Jamia terkejut "Hai" Jawab Jamia sedikit canggung.
Jamia celingak-celinguk mencari Yuna dan Ayu.
"Mereka sudah di kantin" Kata Bayu.
__ADS_1
Jamia terkejut.
Tiba-tiba ponsel Jamia bergetar, Jamia melihat panggilan dari Yuna.
...----------------...
"You leave me" Jawab Jamia.
" I'm so sorry, JK(Jaken) aku gk bermaksud meninggalkan mu"Jawab Yuna.
Bayu melihat ke arah Jamia sambil tersenyum,Jamia memalingkan wajahnya canggung.
"Apaan sih" Pikir Jamia sambil memalingkan wajahnya.
"Tadi Ayu" Lanjut Yuna pelan.
"Ayu!! what happened to Ayu?" Jawab Jamia.
"Nanti aku ceritain, cepat kesini" Jawab Yuna.
"Oh,kamu sudah bertemu dengan Bayu" Lanjut Yuna.
"Hmm" Jawab Jamia sambil melirik ke arah Bayu.
Yuna tersenyum kecil mendengar Jawaban Jamia yang canggung.
"Btw kalian berdua mau pesan apa?" Jawab Yuna.
Jamia melihat ke arah Bayu sambil memasang speaker telfonnya.
"Kamu mau pesan apa?" Tanya Jamia.
"Kamu... " Jawab Bayu.
"Ha!!" Jawab Jamia binggung.
Yuna yang mendengar itu pun kesal.
"Cepetan woee, banyak yang ngantri ni" Teriak Yuna sampai mengagetkan Ayu.
"Yun" Pangil Ayu.
Yua melihat ke arah Ayu.
"Kesal" Jawab Yuna
Orang yang di kantin pun melihat ke arah Yuna.
"Heheh, maaf" Kata Yuna pada orang di sekiranya.
Ayu hanya tertawa, Jamia dan Bayu pun ikut tertawa karna mendengar suara Yuna.
"Anji** lah mereka berdua" Kata Yuna pelan tapi di dengar oleh Ayu dan kedua temannya (Bayu dan Jamia)
Ayu terkejut sambil menahan tawa.
"I hear you Yuna" Kata Bayu.
"That's great Bayu"Jawab Yuna yang mulai kesal.
"What the.. " Jawab Bayu yang sedikit kesal tapi Bayu menahan untuk tertawa.
"Sudah, Ayo pergi" Ajak Jamia.
"CE... PAT" Jawab Yuna.
"Iya, segera" Jawab Jamia langsung mematikan telfonnya.
...----------------...
Bayu dan Jamia pun pergi bersama menuju kantin, sambi tertawa.
Fredik Bararo
__ADS_1
Andre Usman