
Setelah memastikan semua siap, kak Desi langsung mengajak Daniel dan Alesya keluar dari butik.
"Kak, ini kenapa kenapa semua jadi ganti baju begini? Emang mau kemana, sih?" tanya Daniel saat mengekori sang kakak dan Alesya.
"Dah, lo diam aja deh, Dan. Ngikut saja."
Daniel berdecak kesal. Dia hanya bisa mengikuti kedua perempuan di depannya tersebut. Dalam hati, Daniel masih bertanya-tanya mengapa sang kakak memintanya dan Alesya untuk berganti baju.
Awalnya, Daniel dan Alesya hanya memakai kaos biasa dan celana jeans santai. Namun, saat kakaknya menjemput dan mengajak ke butik, Daniel dan Alesya dipaksa untuk berganti baju.
Kini, Daniel sudah memakai kemeja berwarna maroon dengan lengan dilipat hingga siku. Sedangkan Alesya, juga sudah memakai sebuah dress sederhana berwarna salem. Hal yang sama juga berlaku untuk kak Desi. Dia juga berganti baju dengan dress sederhana berwarna navy.
Setelah keluar dari butik, mereka bertiga langsung memasuki taksi yang sudah menunggu. Kak Desi segera menyebutkan kemana tujuan mereka. Rupanya, akan pergi ke sebuah restoran.
"Restoran, Kak? Kita mau ngapain disana jam segini?" tanya Daniel yang langsung melirik jam di layar ponselnya. Waktu masih menunjukkan pukul 16.10 sore.
__ADS_1
"Ehm, kita mau ketemu seseorang." Kak Desi menjawab sambil menggigit bibir bawahnya.
Daniel yang sempat melihat ekspresi sang kakak dari kaca, langsung mengernyitkan kening bingung. Sangat jelas terlihat jika kakaknya itu sedang cemas. Daniel sangat hafal jika kakaknya itu sedang cemas, dia pasti akan menggigiti bibir bawahnya.
Melihat ekspresi sang kakak, Daniel tidak lagi bertanya. Dia tidak mau membuat sang kakak semakin cemas. Hingga sekitar dua puluh lima menit kemudian, taksi yang membawa mereka sudah sampai di restoran yang disebutkan kak Desi tadi.
Daniel, kak Desi dan Alesya langsung turun dari taksi. Mereka segera bergegas memasuki restoran yang cukup ramai pengunjung tersebut. Kak Desi segera menyebutkan nama orang yang sudah menunggunya tersebut.
Setelah itu, pelayan restoran tersebut mengantarkan Desi beserta Daniel dan Alesya ke lantai dua restoran tersebut. Mereka diantarkan ke sebuah meja yang berada di balkon belakang lantai dua restoran tersebut.
"Siapa mereka, Mas?" bisik Alesya.
"Nggak tahu," jawab Daniel sambil menggelengkan kepala.
Ternyata, ada dua orang yang sudah menunggu kedatangan mereka. Seorang laki-laki dan perempuan paruh baya yang tampak sangat antusias saat melihat kedatangan kak Desi. Perempuan tersebut langsung berdiri untuk menyambut kedatangan kak Desi. Bahkan, beliau sampai memeluk dan mencium pipi kanan kak Desi dengan ekspresi bahagia.
__ADS_1
Daniel dan Alesya yang melihat hal itu, langsung menoleh dan saling pandang. Mereka cukup terkejut dengan apa yang baru saja dilihat.
"Mami kira kamu tidak jadi datang, Sayang. Padahal, mami ingin sekali bertemu dengan kamu sebelum kembali ke Surabaya," ucap perempuan yang masih setia menempel pada kak Desi.
Daniel dan Alesya yang mendengar ucapan wanita paruh baya tersebut langsung terhenyak kaget. Tanpa disuarakan, apa yang ada di kepala mereka sama.
Mami? Mami siapa maksudnya ini? Kenapa wanita ini membiasakan diri memanggil mama di depan kak Desi? Batin Daniel.
Hal yang sama juga disuarakan Alesya di kepalanya. Namun, keduanya masih kompak diam dan tidak menginterupsi interaksi wanita tersebut dengan sang kakak.
Setelah menyapa si pria paruh baya tersebut, Desi segera memperkenalkan Daniel dan Alesya kepada sepasang suami dan istri tersebut.
"Pi, Mi, kenalin ini Daniel adikku dan Alesya, istrinya. Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya, mereka sedang honeymoon disini. Jadi, sekalian saya ajak kesini. Nggak apa-apa, kan?" tanya kak Desi dengan ekspresi tidak enak.
"Eh, nggak apa-apa, kok. Mami malah seneng bisa ketemu sama adik-adik kamu," ucap wanita itu sambil menoleh ke arah Daniel dan Alesya. Jangan lupakan senyuman hangat di bibirnya yang tak pernah luntur sejak kedatangan kak Desi. "Hallo, perkenalkan saya mami Nia dan itu papi Indra. Kalian panggil mama sama papi saja ya, biar enak. Lagi pula, sebentar lagi kakak kalian kan jadi menantu kami."
__ADS_1