Kok, Jadi Nikah?

Kok, Jadi Nikah?
Mampir ke Tempat Kakak


__ADS_3

Kak Desi mengajak Daniel dan Alesya pergi ke kontrakannya. Selama tinggal di Jogja untuk menempuh pendidikan, kak Desi memang menyewa sebuah rumah yang memang dikontrakkan. Kak Desi menyewa rumah tersebut dengan seorang temannya, Nida. 


Ada dua buah kamar dengan masing-masing berukuran 3 x 2,5 meter, sebuah ruang tamu, dapur, dan satu kamar mandi. Meskipun cukup sederhana, tapi kak Desi lumayan nyaman tinggal disana selama beberapa tahun terakhir ini.


"Kok sepi, Kak? Kak Nida belum pulang?" tanya Alesya saat melihat rumah kontrakan kakak iparnya tersebut masih gelap.


"Nida pulang ke Malang sejak kamis kemarin. Ada saudaranya yang mau nikahan besok," jawab kak Desi sambil membuka pintu rumah kontrakan tersebut.


Mereka bertiga langsung masuk begitu pintu sudah terbuka. Daniel dan Alesya sama-sama langsung merebahkan diri di atas sofa yang ada di ruang tamu mini tersebut.


"Kalian bersih-bersih dulu, gih. Baju yang tadi masih bisa dipakai kan, Sya?" tanya kak Desi sambil menoleh ke arah Alesya.

__ADS_1


"Masih, Kak."


"Ya sudah, kalian mandi dulu. Aku ke depan pesan makan malam dulu. Kalau mau istirahat di kamar kakak saja yang itu," ucap kak Desi sambil menunjuk sebuah kamar yang ada di samping kirinya. 


"Iya, Kak."


Daniel hanya menjawab dengan gumaman sambil memejamkan mata. Setelahnya, Alesya dan Daniel bergantian untuk membersihkan diri sambil menunggu kak Desi memesan makan malam. Rupanya, ada sebuah rumah makan yang terletak tepat di samping pintu gerbang perumahan tersebut. Jadi, kak Desi memutuskan langsung membeli di tempat daripada memesan secara online.


Hingga sekitar empat puluh lima menit kemudian, kak Desi sudah kembali dengan membawa pesanan makan malam mereka beserta barang-barang belanjaannya. Alesya yang melihat kedatangan sang kakak ipar langsung bergegas membantunya.


"Nggak apa-apa. Ini sekalian belanja untuk persediaan selama tiga hari. Ada camilan tuh, biasanya Daniel suka."

__ADS_1


Setelahnya, mereka segera membereskan belanjaan sekaligus menyiapkan makan malam. Daniel yang baru saja selesai, langsung bergabung untuk membantu Alesya menyiapkan makan malam. Sementara itu, kini giliran kak Desi untuk membersihkan diri.


Makan malam saat itu terjadi sambil diselingi obrolan ringan. Mereka sepakat akan mendengarkan cerita kak Desi dengan dosennya itu setelah makan malam. Daniel juga tidak memaksa sang kakak untuk segera bercerita.


Begitu selesai makan malam, Alesya dan kak Desi langsung membereskan sisa-sisa makan malam mereka. Sementara itu, Daniel sudah beranjak menuju ruang tamu sambil membawa cemilan kesukaannya, yaitu sale pisang. Dia juga langsung menyalakan televisi yang ada di ruang tamu tersebut sambil menunggu dua perempuan kesayangannya itu.


Tak berapa lama kemudian, tampak Alesya datang menghampiri Daniel sambil membawakan jus jeruk untuk suaminya itu. Saat Alesya hendak duduk di single sofa, Daniel langsung menarik tangan sang istri agar duduk di dekatnya.


"Mau kemana? Duduk sini saja," ucap Daniel sambil menarik tangan Alesya hingga membuat istrinya itu jatuh di pangkuan Daniel.


Sontak saja tindakan Daniel tersebut membuat Alesya semakin panik. Dia khawatir jika Daniel akan macam-macam nanti dan membuatnya malu dengan kakak iparnya.

__ADS_1


"Ma-mas, jangan begini, ih. Ada kak Desi malu nanti," bisik Alesya sambil bergerak-gerak gelisah di atas pangkuan Daniel.


"Biarin. Orang kita sudah sah ini. Ehm, jangan gerak-gerak begini, dong. Ada yang 'molet' jika kena book ong kamu, Yang," jawab Daniel sambil menahan napas.


__ADS_2