
Desi mengerucutkan bibir kesal saat kedua adiknya langsung berteriak kaget.
"Kenapa teriak-teriak begitu, sih? Nggak enak di dengar tetangga malam-malam begini?" gerutu Desi sambil kembali meneguk minumannya.
"Kaget tau, Kak. Kok bisa-bisanya ada cerita begituan. Mirip cerita sinetron di televisi-televisi," jawab Daniel.
"Maaf, Kak. Nggak nyangka saja jika Andin berani melakukan hal seperti itu. Bukankah Andin dan pak Ferdian sudah pacaran lama? Kok bisa-bisanya dia nyeleweng sampai kebobolan seperti itu," ucap Alesya. Dia juga tidak habis pikir dengan apa yang sebenarnya terjadi.
"Ya itulah yang membuat pak Ferdian marah sampai memutuskan menceraikan Andin meski belum pernah menyentuhnya sama sekali. Andin dan keluarganya juga tidak tahu pasti apa alasan pak Ferdian menceraikannya."
"Eh, kok bisa mereka tidak tahu, Kak?"
__ADS_1
"Ehm, kata pak Ferdian memang waktu itu dia tidak sengaja mendengar obrolan Andin dengan seorang laki-laki yang diduga ayah biologis dari janin yang dikandung oleh Andin. Saat itu, pak Ferdian sangat syok. Namun, dia berusaha tenang dan mulai mencari tahu siapa laki-laki yang sudah berhubungan dengan istrinya itu."
"Dan, beruntung saat itu keberuntungan sedang berpihak pada pak Ferdian. Saat pak Ferdian sedang keluar untuk mengantarkan mobilnya ke bengkel, ternyata ada seorang laki-laki yang menyamar sebagai kurir datang ke rumah. Dia tidak tahu jika ternyata pak Ferdian sudah kembali dengan ojek online."
"Saat itu, dia mendengar dengan jelas apa yang dibicarakan kurir gadungan tersebut dengan Andin. Pak Ferdian baru tahu jika saat itu usia kandungan Andin sudah lima minggu. Dan, mereka berencana untuk menggugurkan kandungan Andin dengan alasan kecelakaan. Jadi, keluarga pak Ferdian tidak akan tahu jika ternyata Andin keguguran."
"Beruntung saat itu pak Ferdian sempat merekam obrolan mereka. Setelah itu, tanpa menunggu lebih lama lagi pak Ferdian langsung menceraikan Andin. Entah bagaimana caranya mereka bisa sah bercerai. Pak Ferdian tidak menjelaskan detail proses perceraian mereka."
"Lalu, bagaimana nasib kandungan Andin setelah itu, Kak?"
"Ya, seperti rencana mereka sebelumnya, Dan. Mereka tetap menggugurkan kandungan itu dengan dalih kecelakaan. Entah bagaimana caranya mereka bisa menutupi hal itu dari keluarga. Kata pak Ferdian, hingga beberapa waktu yang lalu keluarga Andin tetap belum mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengan putrinya."
__ADS_1
Alesya dan Daniel hanya bisa mengangguk-anggukkan kepala. Yang jelas, saat ini pendapat mereka tentang pak Ferdian sudah berubah. Awalnya yang mereka menganggap jika pak Ferdian adalah laki-laki tidak bertanggung jawab yang tega menelantarkan sang istri, kini pandangan itu sudah berubah. Justru, mereka merasa iba dengan pak Ferdian yang sudah dibohongi oleh Andin.
"Lalu, bagaimana bisa pak Ferdian mengajak kakak menikah?" tanya Daniel setelah beberapa saat kemudian.
Kak Desi terlihat salah tingkah. Dia bingung harus menjelaskan apa kepada kedua adiknya itu.
"Ehm, se-sebenarnya itu tidak sengaja. Orang tua pak Ferdian sudah beberapa kali memergoki aku berada di rumah kontrakan pak Ferdian," ucap kak Desi takut-takut saat menatap wajah Daniel.
"Di rumah kontrakan pak Ferdian? Memang apa yang lo lakuin di sana, Kak? Jangan bilang lo belajar 'praktik' cara membuat bayi dengan dosen itu?" tanya Daniel dengan intonasi tinggi.
Yang masih punya jatah vote, boleh dong bagi satu buat babang Daniel. 🤗
__ADS_1