
Suara air hujan yang masih menyisakan rintiknya terdengar dengan cukup nyaring malam itu mengenai kanopi yang ada di depan rumah sewa Daniel. Suara itu menyamarkan suara Alesya yang terus meracau tidak karuan karena serangan tangan dan mulut Daniel.
"Euuhhmmm, Da. Eeuugghhhh." Alesya terus menggeliat dan bergerak-gerak gelisah akibat tindakan Daniel yang semakin berani menjelajahi tubuhnya.
Bukan hanya dengan kedua tangannya, tapi kali ini bibir Daniel tak tinggal diam. Dia mulai menjelajah sesuatu yang lebih intens dari biasanya.
"Daa, eehhmmm. I-ini yakin mau lanjut?" cicit Alesya di tengah-tengah ulah Daniel yang masih sibuk dengan temuan barunya.
"Nyamu mau?" tanya Daniel dengan mulut yang masih penuh dengan, ah sudahlah. Bahkan hanya untuk menjauhkan kepala, Daniel pun merasa enggan.
Alesya tidak bisa menjawab secara langsung. Dia hanya bisa menggeliat-geliat gelisah sambil menggigiti bibir bawahnya. Tangan kanannya juga sudah mulai nangkring pada bagian belakang rambut Rainer dan mulai uyel-uyel gemas di sana.
"Eeuughhhhh, eehhmmm, Daaaa."
Alesya masih meracau tidak karuan saat Daniel mulai bermain-main di bagian atas tubuh Alesya. Hingga beberapa saat kemudian, Daniel melepaskan mulutnya dari dua benda kenyal yang sejak tadi memenuhi mulutnya tersebut.
__ADS_1
Tatapan mata Daniel benar-benar sayu. Keinginannya benar-benar sudah di ubun-ubun. Sepertinya, dia akan melupakan niatnya untuk buka-bukaan segel di rumah atau tempat yang romantis lainnya. Kenyataannya, Daniel sudah cukup mupeng. Daniel juga yakin jika Alesya merasakan hal yang sama seperti dirinya.
Kedua netra Daniel masih menatap wajah Alesya yang tampak terengah-tengah. Tatapan mata istrinya tersebut juga tampak sayu dengan keringat yang membasahi kening Alesya.
"Kamu mau jika kita lanjutkan ini?" tanya Daniel sambil mulai menggerakkan tangannya kesana kemari.
Bukannya membiarkan Alesya beristirahat untuk mengatur napas, Daniel justru kembali menggoda istrinya tersebut dengan sentuhan-sentuhan enak dan membuat Alesya ketagihan.
"Ehm, i-itu…," Alesya sudah merem melek dengan gerakan tubuh yang mulai tidak beraturan karena tingkah Daniel. "Te-terserah kamu saja. A-aku ngikut," lanjut Alesya sambil masih mengatur napasnya.
Tangan Daniel juga tak tinggal diam. Tangan kanan itu sudah menyusur ke bagian bawah tubuh Alesya dan mulai menyusup ke dalam celana tidur Alesya.
Mendapati sensasi yang baru pertama kali Alesya rasakan, tubuhnya langsung menggelinjang tidak karuan.
"Eehhmmm, Daaa. Aaahhh."
__ADS_1
Alesya langsung tersentak kaget saat jari tangan Daniel mulai mencubit sesuatu di bagian inti tubuhnya. Ketika bibirnya hendak bersuara, tiba-tiba Daniel membungkam bibir Alesya dengan bibirnya.
"Eehhmmm. Ceeppsss
Eehhmmm. Eehhmmmm."
Kali ini, bukan hanya ciumann biasa yang diberikan oleh Daniel. Namun, ciumann yang menuntut dan semakin dalam. Daniel mulai memaksa bibir Alesya agar terbuka. Dan, usahanya tidak sia-sia saat Alesya menuruti keinginan Daniel tersebut.
Secepat kilat, Daniel langsung membelit lidah istrinya tersebut dengan sangat antusias. Alesya yang awalnya hanya menerima saja perlakuan Daniel, kini sudah mulai ikut membalas. Alesya tak mau kalah. Dia sudah mulai bisa mengikuti apa yang Daniel lakukan.
Alesya mulai menyedot, mengecap, bahkan mulai mellumaat mengikuti seperti yang Daniel lakukan. Di tengah-tengah aktivitas mereka yang semakin intim, Alesya tidak menyadari jika celananya sudah melorot hingga sebatas betis.
Tangan Daniel sudah semakin aktif bekerja di bagian inti tersebut. Alesya langsung tersentak saat Daniel mencoba untuk menusuk-nusukkan jarinya di bawah sana.
"Aaahhhh."
__ADS_1
Lanjutannya masih ngetik ya, cus ramaikan dengan vote yang banyak biar semangat. Mumpung malam jumat, cus lembur aye aye. 🤭