Kok, Jadi Nikah?

Kok, Jadi Nikah?
Cerita Gea 2


__ADS_3

"Hah?!"


Alesya sedikit berteriak setelah mendengar cerita Gea. Dia benar-benar tidak menyangka jika ada orang yang berniat untuk mencelakainya dan Daniel.


"Serius, Ge? Memang salah gue dan Daniel apa? Mereka kok sampai segitunya sama kami?" Alesya benar-benar frustasi sekarang. Bahkan, tubuhnya terasa lemas setelah mendengar cerita Gea.


"Dari cerita Galih, sebenarnya mereka tidak ada masalah sama kalian. Hanya saja, mereka terpaksa menuruti permintaan Fani agar video yang sudah direkam Fani itu tidak beredar. Fani mengancam untuk menyebarkan video itu jika sampai mereka tidak menuruti permintaannya."


Lagi-lagi Alesya hanya bisa mendesahkan napas berat. Kali ini, dia mulai membayangkan hal yang tidak-tidak. Entah apa yang akan terjadi dengannya dan Daniel jika tidak ada sahabat-sahabatnya yang membantu.


"Lalu, apa yang terjadi selanjutnya? Kenapa video itu beredar juga?"


"Si Fani kecewa karena gagal mengusik lo dan Daniel. Penggerebekan kalian pagi-pagi itu di rumah sewa Daniel, juga merupakan rencana si Beno dan Reno untuk menjalankan permintaan Fani. Tapi, akhirnya gagal juga setelah Galih mendengar desas-desus tentang kalian."

__ADS_1


"Nah, saat itu si Fani katanya marah-marah sama Beno dan Reno. Dia mengancam jika keduanya tidak segera mengambil tindakan untuk mengusik lo, video itu akan disebarnya. Sepertinya, Fani semakin kesal saat kapan hari itu lo negur dia langsung itu, Sya. Jadi, dia nekat untuk mengusik lo."


"Fani ternyata juga mengirimkan pesan ancaman ke Risma dan ayahnya. Nah, mungki  karena mereka sudah jengah dengan ancaman si Fani, akhirnya mereka berniat untuk nyelakain lo tadi pagi. Sopir mobil yang memepet sepeda motor kalian tadi sudah ditangkap. Dan, dia mengaku jika disuruh si Aditya."


Alesya sudah tidak terlalu kaget lagi. Dia sudah bisa menebak jika hal itu mungkin saja terjadi. Alesya hanya bisa bersyukur karena dia dan Yusa bisa selamat.


"Dan, Fani yang tahu jika apa yang dilakukan oleh Beno dan kawan-kawannya gagal, dia langsung menyebar video itu. Ayah Risma yang tidak terima anak dan keluarganya dipermalukan, langsung datang kesini tadi sebelum gue jemput lo di klinik. Dia sudah marah-marah sejak tadi."


"Oh, itu si Galih yang telepon. Dia menjelaskan kronologi singkat yang terjadi. Beliau memutuskan langsung kesini setelah mendapatkan informasi dari Galih. Soalnya, ayah si Risma berniat melaporkan si Fani ke polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik."


"Hah, serius?" Alesya cukup kaget mendengarnya.


"Serius, lah. Bahkan, tadi Galih juga langsung menghubungi orang tua Fani setelah menghubungi Pak Santo."

__ADS_1


Alesya hanya bisa mengangguk-anggukkan kepala. Dia berusaha untuk menerima apa yang terjadi dengan tenang. Hingga beberapa saat kemudian, ponselnya berdering. Alesya melihat nama Daniel tertera di layar ponsel yang ada di samping Gea tersebut.


"Suami lo telepon. Mungkin, dia sudah mendapat kabar dari anak-anak. Kalian ngobrol dulu saja. Gue tinggal keluar dulu," ucap Gea sambil beranjak berdiri dan berjalan menuju pintu.


"Thanks, Ge," ucap Alesya sambil mengulas senyumannya.


Setelah Gea keluar kamar, Alesya langsung menggeser ikon berwarna hijau tersebut untuk menyambungkan panggilan.


"Le, kamu nggak apa-apa, kan? Kamu baik-baik saja? Si Nick bilang kamu kecelakaan? Dimana? Kok bisa sampai kecelakaan? Kamu nggak ada luka parah, kan? Sudah periksa?" Daniel langsung heboh dan memberondong Alesya dengan pertanyaan yang membuat Alesya bingung harus menjawab yang mana dulu.


"Mas…," belum selesai Alesya menjawab pertanyaan Daniel, suaminya itu sudah menyelanya lagi.


"Ganti panggilan video. Aku ingin melihat seluruh tubuh kamu. Takutnya ada luka parah."

__ADS_1


__ADS_2