Kok, Jadi Nikah?

Kok, Jadi Nikah?
Pulang


__ADS_3

Fani dan yang lainnya langsung menjalani pemeriksaan kepolisian. Dosen pembimbing mereka terpaksa melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib. Hal itu dilakukan untuk memberikan pelajaran kepada Fani agar tidak bertindak semaunya.


Aditya, ayah Risma, pun terpaksa menyetujui keputusan dosen pembimbing tersebut. Meskipun malu, Aditya juga ingin memberikan efek jera kepada Risma dan yang lainnya.


Banyak sekali yang harus diselesaikan setelah acara labrak melabrak di pos Alesya. Galih dan yang lainnya, sempat menjadi saksi ketika di kantor polisi. Beruntung dosen pembimbing mereka senantiasa mendampingi.


Tak terasa waktu KKN Alesya sudah selesai. Semalam acara penutupan KKN sudah dilaksanakan. Dan, pagi ini rencananya seluruh peserta KKN akan kembali ke rumah masing-masing.


Daniel sudah berada di pos Alesya sejak pagi. Kelompok Daniel memang belum selesai menyelenggarakan KKN mereka. Namun, Daniel meminta ijin untuk menjemput istrinya.


Setelah acara perpisahan dengan anggota kelompok lainnya selesai, Alesya dan Daniel langsung berangkat menuju rumah. Kedua orang tua Alesya dan Daniel memang sudah mengetahui tentang apa yang terjadi di lokasi KKN Alesya. Awalnya, mereka hendak mengunjungi Alesya. Namun, Alesya bersikeras melarang mereka semua untuk datang.


"Bagaimana kabar Fani dan yang lainnya?" tanya Daniel saat kendaraan yang dikemudikannya baru saja keluar dari desa tempak Alesya KKN.

__ADS_1


"Masih menjalani pemeriksaan, sih. Beberapa warga yang terlibat juga mulai menjalani pemeriksaan."


Daniel mengangguk-anggukkan kepala. "Aku benar-benar nggak menyangka jika Fani bisa berbuat nekat seperti itu."


Alesya membenarkan apa yang dikatakan Daniel.


"Benar. Sepertinya, Fani memang benar-benar suka sama kamu, Mas. Dia sampai nekat melakukan hal itu untuk balas dendam kepadaku," ucap Alesya dengan wajah sendunya.


Pertanyaan-pertanyaan seperti itulah yang sempat bercokol di benak Fani beberapa hari ini. Bahkan, Fani juga sempat mendiskusikan hal itu dengan Yusa, sahabatnya.


"Kamu ngomong apa sih, Le. Nggak usah berpikiran aneh-aneh. Suka atau tidak suka, itu urusan dia. Kita tidak bisa menuruti kemauan semua orang hanya untuk membuat mereka bahagia."


"Fani, jika seperti yang kamu bilang tadi punya rasa terhadapku, itu pun tidak akan mengubah apapun. Aku tetap tidak akan memilih dia walaupun tidak menikah dengan denganmu. Jadi, jangan terlalu memikirkan hal-hal yang membuat tidak nyaman," ucap Daniel sambil mengusap kepala Alesya.

__ADS_1


Alesya hanya bisa menganggukkan kepala. Benar apa yang dikatakan Daniel. Kita memang tidak bisa memaksakan perasaan kita terhadap orang lain. Sesuka apapun kita kepada seseorang, kita tidak akan bisa memaksakan hatinya condong kepada kita jika memang pada dasarnya orang yang kita sukai tidak menyukai kita balik.


Sepanjang sisa perjalanan pulang tersebut, Alesya dan Daniel banyak membicarakan hal-hal ringan yang terjadi selama mereka tidak tinggal bersama. Dan, sepertinya KKN kali ini, benar-benar memberikan banyak pelajaran kepada Alesya.


Hingga menjelang petang, mobil yang dikemudikan Daniel sudah tiba di rumah Alesya. Kedua orang tua Alesya dan Daniel langsung menyambut kedatangan Alesya tersebut. Alesya memang belum pulang lagi sejak ada kejadian Fani dan Risma kemarin.


Malam itu, Alesya banyak bercerita kepada keluarganya tentang kejadian tidak menyenangkan yang dialaminya saat KKN.


Mohon maaf othor lama banget nggak up ya. 🙏 🤧


Masih di suasana lebaran, othor mengucapkan selamat hari raya idul fitri 1444 H bagi yang merayakan.


Minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir batin. 🙏

__ADS_1


__ADS_2