Kok, Jadi Nikah?

Kok, Jadi Nikah?
Sensasi Awal


__ADS_3

Alesya mendongakkan kepala hingga membuat pagutan bibir keduanya terlepas. Daniel yang sudah benar-benar mupeng, menatap wajah istrinya tersebut dengan tatapan sayu. Meskipun begitu, aktivitas tangannya di bawah tidak berhenti.


"Aaahhh, eehhmmm, Daaa?" 


Alesya masih memejamkan mata sambil bergerak-gerak gelisah. Saat jari tangan Daniel semakin bersemangat di bawah sana, Alesya refleks melengkungkan tubuhnya ke atas dan membuka kedua pahanya semakin lebar.


Daniel yang saat itu masih membungkuk di atas tubuh Alesya, langsung menyambar benda kenyal yang berada di depan wajahnya tersebut.


Hap. Nyem nyem nyem aeemm nyem nyem.


"Auuhhh, Daaa. Ehhmmmm." 


Alesya masih meracau tidak karuan. Dia menggelinjang gelisah saat merasakan sensasi yang baru pertama kali dirasakannya. Berbagai macam racauan sudah langsung keluar dari bibir mungil Alesya tersebut.

__ADS_1


Tak tinggal diam, kini Daniel bergerak semakin berani. Dia menegakkan tubuhnya dan langsung melucuti kaos yang dipakainya. Alesya yang awalnya memejamkan kedua mata, langsung membulatkan matanya saat melihat tindakan yang dilakukan oleh Daniel.


Belum sempat Alesya bersuara, Daniel sudah langsung menarik celana tidur Alesya yang masih nyangkut di salah satu pergelangan kakinya dan melempar celana tersebut hingga nyangkut di gagang pintu kamar.


Kedua netra Alesya semakin melebar setelah melihat perbuatan Daniel.


"Apa-apaan itu?" Tatapan mata Alesya langsung mendelik ke arah Daniel.


Namun, bukannya takut, Daniel justru langsung menubruk tubuh Alesya sambil langsung membungkam bibir istrinya tersebut. Tangan Daniel juga langsung menarik cellana dalamm yang menjadi penutup terakhir tubuh Alesya hingga terlepas.


Tidak hanya sampai situ, kini kedua tangan Daniel mengangkat kedua kaki Alesya dan menguncinya di kanan dan di kiri tubuh Alesya. Alesya yang mendapati posisi tubuhnya saat ini benar-benar menantang, langsung merasa panik.


"A-apa yang kamu lakukan, Da?" cicit Alesya. Dia menahan napas dengan harap-harap cemas dengan tindakan apa yang akan dilakukan oleh suaminya itu.

__ADS_1


Bukannya menjawab pertanyaan Alesya, Daniel hanya mendongakkan wajahnya dan menatap wajah Alesya dengan senyuman jahilnya. Alesya menahan napasnya saat dengan perlahan-lahan, wajah Daniel menunduk sambil masih menatap wajahnya. Dan, sebuah sensasi baru lagi dirasakan oleh Alesya hingga membuat seluruh syaraf tubuhnya menegang hebat.


"Aaahhh, Daaaaa!" Alesya langsung terpekik tertahan.


Tubuh Alesya langsung kelojotan saat merasakan benda lunak mulai mengorek bagian inti tubuhnya tersebut. Benda lunak tersebut bergerak ke atas dan ke bawah dengan gerakan sein syuwaall hingga membuat tubuh Alesya semakin kelojotan.


Tak hanya sampai di situ, Alesya merasakan sebuah hisaapan yang sangat kuat di bawah sana disertai suara decaapan.


Seluruh tubuh Alesya terasa menegang hingga membuatnya memekik hebat akibat tindakan yang dilakukan oleh Daniel. Bukannya menjauhkan kepala Daniel, kini kedua tangan Alesya bahkan langsung menekan kepala Daniel agar tidak berhenti melakukan apa yang sedang dilakukannya saat itu.


Hingga beberapa saat kemudian, Alesya merasakan bagian bawah tubuhnya berkeedut dengan hebat. Dia juga merasakan sesuatu yang mendesaknya keluar. 


"Aaahh, Daaa. A-aakuu, a-aakuu…. Aaahhhh….!"

__ADS_1


Alesya berteriak sambil masih menahan kepala Daniel agar tidak berhenti. Hingga pada saat bersamaan dengan sesuatu yang keluar, Alesya mendorong kepala Daniel menjauh dari bagian bawah tubuhnya tersebut.


Mohon maaf, othor sengaja menulis kata-kata horor tidak sesuai dengan ejaan yang benar. Jika tidak begitu, tidak akan lolos review.


__ADS_2