
"Daniel?!"
Sebuah suara langsung menyapa Daniel begitu dia melangkahkan kaki memasuki toko elektronik tersebut. Daniel menoleh ke kanan untuk melihat ke arah sumber suara. Terlihat seorang laki-laki yang cukup Daniel kenal.
"Lho, Pak Rama? Kebetulan ketemu disini," sapa Daniel sambil berjalan ke arah laki-laki tersebut.
Ya, laki-laki yang tadi memanggil Daniel adalah Pak Rahadi Ramadhan atau lebih sering dipanggil Rama. Pak Rama adalah salah seorang staf yang bekerja di perusahaan tempat dimana Daniel magang. Daniel sudah cukup mengenal Pak Rama ini, sejak sekitar delapan bulan yang lalu.
"Iya, nih. Lagi cari beberapa lampu untuk gudang di rumah," ucap Rama. "Kamu sendiri, cari apa?" lanjut Rama.
"Sama, Pak. Ini juga cari lampu buat meja belajar."
Setelahnya, Daniel dan Rama tampak mulai memilih dan memesan beberapa benda yang mereka inginkan kepada karyawan toko tersebut. Hingga beberapa saat kemudian, tiba-tiba terdengat sebuah suara.
"Pa, kenapa lama sekali?"
Sontak saja Daniel dan Pak Rama menoleh ke arah sumber suara. Terlihat seorang perempuan tampak langsung menggelayut pada lengan Pak Rama.
"Sebentar, pesanan Papa masih ada yang kurang," jawab Pak Rama.
Daniel hanya menganggap lalu perempuan tersebut. Dia langsung kembali memeriksa beberapa buah lampu yang hendak dibelinya. Namun, perhatian Daniel teralihkan saat tiba-tiba perempuan di yang berdiri tak jauh darinya tersebut bersuara.
"Ehm, kamu Daniel temannya Alesya, kan?" tanya perempuan tersebut.
Seketika Daniel menolehkan kepala. Dia menatap wajah perempuan tersebut dengan kening berkerut. Terlihat sekali jika Daniel tengah mengingat-ingat siapa perempuan tersebut.
"Iya. Maaf, siapa ya?" tanya Daniel.
"Gue Fani, teman satu kelompok Alesya. Kita sudah beberapa kali ketemu, kok."
Ya, perempuan yang baru saja menghampiri Pak Rama tersebut adalah Fani, teman satu kelompok Alesya.
Daniel mulai mengingat wajah Fani. Dia memang sempat beberapa kali bertemu perempuan tersebut saat mengantar atau menemani Alesya.
__ADS_1
"Oh, iya. Sorry, gue gampang lupa sama nama orang," ucap Daniel.
"It's okay," jawab Fani dengan senyum sumringahnya.
"Kalian saling kenal?" tanya Pak Rama yang rupanya sejak tadi memperhatikan interaksi Daniel dan Fani.
Kali ini, bukan Daniel yang menjawab pertanyaan Pak Rama, melainkan Fani.
"Dia teman satu kampus aku, Pa. Tapi, beda jurusan," jawab Fani.
Pak Rama tampak mengangguk-anggukkan kepala.
"Kalian satu tempat KKN juga?"
Kali ini, Daniel yang menjawab. "Tidak, Pak. Kami beda kelompok."
"Oh, begitu. Andaikan kalian satu kelompok KKN, aku pasti lebih tenang, Dan," ucap Pak Rama sambil mengulas senyumannya.
Kening Daniel berkerut setelah mendengar ucapan laki-laki yang seusia papanya tersebut.
"Ya, setidaknya aku bisa nitipin putriku satu-satunya kepada kamu," jawab Pak Rama sambil terkekeh.
Mendengar jawaban sang papa, Fani tamoak malu. Dia langsung memprotes papanya sambil melayangkan cubitan pada pinggang laki-laki tersebut.
"Ih, papa apaan, sih? Main titip-titip segala. Memangnya aku barang apa dititipin," Fani merajuk kepada papanya.
Pak Rama langsung tergelak mendengar rajukan putrinya. Sementara Daniel, hanya mengulas senyuman tipisnya sambil kembali fokus pada aktivitasnya tadi. Daniel tidak menyadari jika Fani diam-diam masih memperhatikannya. Dan ternyata, Pak Rama pun melihat tingkah putri semata wayangnya tersebut.
Tak berapa lama kemudian, Daniel sudah mendapatkan apa yang diinginkannya. Setelah membayar, dia langsung beranjak pergi. Tak lupa juga dia berpamitan kepada Pak Rama yang ternyata belum selesai berbelanja.
Fani masih mengamati langkah kaki Daniel hingga menghilang di balik pintu mobil. Dan, tentu saja hal itu menarik perhatian Pak Rama.
"Kenapa? Kamu suka sama Daniel?" tanya Pak Rama menggoda putrinya.
__ADS_1
Mendapati pertanyaan dari sang papa, wajah Fani langsung merona merah.
"Apaan sih, Pa. Jangan suka aneh-aneh, deh. Malu jika sampai di dengar oleh Daniel," cicit Fani.
"Hahaha. Orang Danielnya juga sudah pergi. Bagaimana dia bisa dengar? Lagian, kalau kamu suka, papa bisa usahakan kamu mengenal dekat Daniel. Setahu Papa, Daniel itu laki-laki yang baik, kok. Dia juga bertanggung jawab dan pekerja keras."
Mendengar ucapan papanya tersebut, sontak membuat wajah Fani berninar bahagia. Tapi, apakah mungkin Daniel bisa dekat dengan Fani jika dia sudah punya istri? 🤔
Daniel segera mengendarai mobilnya menuju rumah. Hari ini, dia ada mata kuliah setelah jumatan. Selain itu, dia juga ada pertemuan dengan kelompok KKN nya.
Sesampainya di rumah, ternyata Alesya sedang berada di rumah orang tua Daniel. Setelah meletakkan lampu belajar yang baru dibelinya, Daniel segera bergegas menyusul Alesya.
Rupanya, di rumah orang tua Daniel sudah mulai disibukkan dengan beberapa aktivitas. Mereka mengganti kartu ucapan yang menempel pada suvenir pernikahan. Awalnya, kartu ucapan suvenir tersebut bertuliskan Angga dan Desi. Dan, sekarang kartu ucapan tersebut diganti dengan Daniel dan Alesya.
Mama Daniel yang melihat kedatangan sang putra, langsung berjalan menghampirinya.
"Dan, kamu bantu mama pindahin semua barang-barang yang ada di ruang tengah, ke kamar tamu. Sudah numpuk itu di ruang tengah, bikin sempit," ucap mama Daniel.
Daniel mencebikkan bibir. Dia cukup kesal karena baru saja datang dan sudah harus bekerja.
"Kenapa dipindahin ke kamar Daniel, Ma? Nanti jadi menumpuk di kamar Daniel." Daniel langsung protes.
"Nggak apa-apa. Lagian, kamar kamu kan juga nggak bakal digunain dalam jangka waktu yang lama. Jadi, hitung-hitung mengirit tempat."
"Nggak digunain bagaimana maksudnya, Ma?" tanya Daniel.
"Kamu dan Caca kan tidurnya di kamar Caca. Jadi, kamar kamu nganggur, dong." Mama menatap ke arah Daniel dengan ekspresi kesal.
"Ya, kan sekali-sekali mau nginep disini juga, Ma. Cari suasana baru. Biar bisa ganti gaya juga. Mau nyobain di balkon…," belum sempat Daniel menyelesaikan ucapannya, sang mama sudha langsung menyahuti ucapan Daniel.
"Astaga, Dan! Kamu mau coba 'menggarap' Caca di balkon?"
"Eh?"
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak di cerita yang masih baru menetas ini, ya. Kasih like, komen dan vote banyak-banyak. Mumpung tengah malam nanti sudah ada jatah vote. Terima kasih. 🤗