
Alesya masih bergeming di posisinya berdiri. Entah apa yang harus dilakukannya. Alesya merasa bingung saat teman-temannya mulai menggoda dirinya dan Daniel.
"Sayang, ayo cepetan sini. Aku mau ngumumin sesuatu." Daniel masih melambai-lambaikan tangan ke arah Alesya berharap istrinya tersebut beranjak dan duduk di dekatnya.
Lagi-lagi kedua bola mata dan mulut Alesya terbuka dengan lebar saat mendengar panggilan Daniel terhadapnya.
'Apa-apaan itu? Yang benar saja dia memanggilku dengan panggilan sayang. Minta dijitak nih anak', gumam Alesya sambil masih memelototkan kedua matanya ke arah Daniel.
Sementara si pelaku, hanya bisa senyum-senyum ke arahnya. Alesya benar-benar kesal dengan tingkah Daniel. Namun, mau tidak mau dia tetap beranjak berdiri dan berjalan menuju ke arah Daniel.
Beberapa pasang mata masih menatap ke arah Alesya dan Daniel bergantian. Tak terkecuali Fani. Dia tidak melepaskan tatapan matanya pada Alesya yang sudah duduk di dekat Daniel dan Nick.
Setelah memastikan Alesya duduk nyaman di sampingnya, Daniel langsung menggeser tubuhnya hingga menempel pada tubuh istrinya tersebut. Tindakan Daniel itu, tentu saja langsung membuat Alesya tidak nyaman.
Belum cukup dengan ketidaknyamanan Alesya, tiba-tiba Daniel langsung menarik pinggang Alesya dan mendekatkan wajahnya pada pipi Alesya.
Cup.
Sebuah ciuman mendarat dengan lembut pada pipi Alesya. Dan, tentu saja tindakan tiba-tiba Daniel tersebut membuat teman-teman Alesya terkejut. Tak terkecuali Fani.
__ADS_1
'Apa-apaan itu maksudnya? Mana ada teman melakukan itu? Apa mereka sudah berpacaran tapi menyembunyikan statusnya dengan kedok pertemanan?' batin Fani tidak suka.
Alesya yang mendapati tingkah Daniel, langsung kaget sekaligus malu. Dia mendorong tubuh Daniel agar menjauh dari tubuhnya.
"Aiihhh, apaan sih, Da! Malu ih dilihat yang lainnya," ucap Alesya sambil mendorong lengan Daniel. Jangan lupakan wajah Alesya yang sudah merah seperti kepiting rebus karena menjadi tontonan teman-temannya.
"Cieee, yang lagi anget-angetnya pengantin baru. Mau dong ikutan," celetuk Nick yang duduk di dekat Alesya.
Mendengar celetukan Nick, sontak saja beberapa orang teman Alesya yang belum mengetahui status pernikahan Daniel dan Alesya langsung terkejut kaget. Mereka saling toleh dengan kening berkerut.
Hal yang sama juga dilakukan oleh Fani. Dia benar-benar terkejut mendengar ucapan Nick yang mengatakan jika Daniel dan Alesya adalah pasangan pengantin baru.
'Pengantin baru? Apa maksudnya itu? Apa mereka sudah menikah?' gumam Fani dengan ekspresi bingung.
"Apaan sih, Nick. Iri bilang bos," ucap Daniel sambil tersenyum puas ke arah Nick.
"Ccckkk. Bilang aja lo mau pamer. Dasar Kudanil," ucap Nick kesal.
Mendengar gerutuan Nick, Daniel langsung tergelak. Beberapa orang teman Alesya yang sudah mengetahui status pernikahannya, hanya bisa terkekeh geli.
__ADS_1
Hingga beberapa saat kemudian, Daniel segera membenarkan posisi duduknya. Dia juga mulai mengatur ekspresi wajahnya agar sedikit lebih serius. Setelah memastikan sudah siap, Daniel bersiap-siap untuk bersuara.
"Eheemm. Teman-teman, gue minta maaf jika malam-malam begini mengganggu istirahat kalian. Gue tidak akan meminta banyak waktu," ucap Daniel sambil menatap wajah-wajah teman Alesya. Mereka tampak penasaran dengan hal apa yang akan disampaikan oleh Daniel.
Hal yang sama juga dirasakan oleh Alesya. Dia menjadi was-was menunggu hal apa yang akan disampaikan oleh Daniel. Alesya mulai berpikir jika Daniel akan menyampaikan status pernikahan mereka.
'Hhhh. Jika si Kuda berniat menyampaikan status pernikahan ini, apa boleh buat. Mungkin ini yang terbaik untuk kami', gumam Alesya.
"Malam ini, gue ingin menyampaikan sesuatu kepada lo semua. Dan, hal ini, ada kaitannya dengan Alesya." Daniel menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan.
"Sebenarnya, gue dan Alesya sudah menikah. Saat ini, status kami sudah sah sebagai pasangan suami dan istri. Jadi, kalian jangan berpikiran buruk terhadap Alesya jika dia sering banget jalan sama gue atau kami melakukan skinship."
"Bukan maksud kami untuk menyembunyikan pernikahan ini, namun karena kemarin ada hal yang tidak diinginkan terjadi, kami terpaksa masih menyembunyikan status pernikahan kami sementara."
"Namun malam ini, gue umumin tentang pernikahan ini. Sekaligus, gue nitipin bini. Habis ini, gue juga berangkat KKN. Jadi, jika bini gue 'nakal' kalian bisa langsung laporin ke gue. Biar gue hukum nih orang," ucap Daniel sambil memberikan kecupan pada pipi Alesya.
Alesya yang tidak menyangka tindakan tiba-tiba Daniel, langsung mendorong wajah suaminya tersebut agar menjauh.
"Ihhh, apaan sih, Da. Jangan aneh-aneh, deh. Malu sama yang lainnya," ucap Alesya. Wajahnya sudah cukup merah karena menahan malu.
__ADS_1
"Ciieee, yang malu dilihatin kita-kita. Gimana jika di dalam kamar itu? Bukannya malu-malu, tapi malah mau-mau," ucap Nick sambil tergelak.
Beberapa orang teman Alesya bahkan ikut tertawa. Mereka juga mengucapkan selamat dan mendoakan pernikahan Daniel dan Alesya. Namun, hal berbeda justru ditampilkan oleh Fani. Dia masih menatap tajam ke arah Alesya karena merasa dibohongi.